LE : Bangun Papua Butuh Koalisi Antar Parpol

Membangun Papua tidak bisa dilakukan oleh hanya satu partai politik saja tetapi dibutuhkan koalisi dengan partai lain.
Share it:
Lukas Enembe
Jayapura, Dharapos.com
Membangun Papua tidak bisa dilakukan oleh hanya satu partai politik saja tetapi dibutuhkan koalisi dengan partai lain.

Demikian penegasan Ketua DPD Demokrat Papua, Lukas Enembe (LE) seusai mengambil formulir pendaftaran bakal calon Gubernur Papua tahun 2018 di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Rabu (7/6).

Meski secara persyaratan kursi di DPRP (16 kursi-red), sejatinya Demokrat tak perlu lagi berkoalisi dengan partai lain, namun demi membangun sebuah koalisi yang baik, di mana di dalamnya bisa saling bahu membahu, bekerja sama untuk membangun Papua, sehingga akhirnya koalisi menjadi pilihan terbaik.

"Jangan hanya melihat satu partai saja sudah cukup, tapi semua partai punya peranan yang sama untuk membangun Papua,” katanya.

Diakuinya, Demokrat cukup memenuhi syarat, tapi pihaknya tetap membuka peluang untuk partai lain berkoalisi.

Ia mengungkapkan, timnya akan mengikuti mekanisme partai.

Sejauh ini, lanjut Lpria yang kini menjabat Gubernur Papua, sejumlah partai telah menyatakan diri siap berkoalisi dengan Demokrat diantaranya partai Nasdem, PAN, PKPI, PKB, Hanura dan Golkar. Sedangkan Gerindra dan PDI-P masih dalam penjajakan.

"Yang jelas kita sudah berbicara dengan Ketua DPD, ibu Yani, juga pak Prabowo membicarakan soal koalisi. Namun yang penting kita sudah menyampaikan, putusannya terserah dari partainya," ucap LE.

Sementara untuk partai Golkar, diakuinya, jika diizinkan oleh partai, pasti dirinya akan kembali menggandeng Klemen Tinal sebagai wakil untuk melanjutkan periode kedua kepemimpinan.

Disinggung jika PDI-P meminta agar menggandeng kadernya sebagai Wakil, semisal John Wempi Wetipo? Secara tegas, Lukas menolak.

"Karakternya gak bagus, nanti kepemimpinan bisa terganggu kalau kita pilih dia sebagai wakil," tegasnya.

Apakah dalam pengembalian formulir, LE akan bersama dengan Wakilnya sebagaimana yang disyaratkan oleh PDI-P? Lukas mengaku belum bisa memastikan.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Demokrat Papua, Carolus Bolly menegaskan, kedatangan LE tidak dalam kapasitas sebagai Gubernur tapi sebagai pribadi dan juga Ketua Partai Demokrat Papua.

"Tentunya kami ingin membangun sebuah koalisi. Ini lumrah terjadi. Pada prinsipnya, Demokrat tidak ingin memposisikan sebagai partai yang arogansi karena memiliki kursi terbanyak di DPRP, tentunya kami juga melihat partai lain, dan membuka diri untuk berkoalisi," katanya.

Sekretaris Bapilu DPD PDI-P Papua, Erwin Kbarek mengatakan, batas pengembalian berkas formulir yakni 30 Juni 2017, untuk kemudian dilakukan verifikasi setelah itu akan diusulkan ke DPP.

Ia menambahkan, sejauh ini sudah lima calon yang mendaftar ke PDI-P antara lain, John Wempi Wetipo, Lenis Kogoya, Pdt. Alberth Joku, Mesak Manibor dan Lukas Enembe.

Sebelumnya, Gubernur Papua, Lukas Enembe (LE) mendatangi Kantor DPD PDI Perjuangan, di Jalan Asrama Haji, Kotaraja, Kota Jayapura, Rabu (7/6).

Kedatangan orang nomor satu di provinsi paling timur Indonesia ini adalah dalam rangka mengambil formulir pendaftaran bakal calon Gubernur Papua tahun 2018.

Pantauan media ini, kedatangan LE diantar langsung pengurus DPD Demokrat Papua seperti Yunus Wonda, Carolus Bolly, Emus Gwijangge dan pengurus harian lainnya tersebut disambut antusias oleh Sekertaris Bapilu DPD PDI-P Papua, Erwin Kbarek beserta sejumlah pengurus lainnya.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Politik dan Pemerintahan

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga