NPC Papua Gelar Rapat Pembentukan Panitia Peparnas XVI 2020

Selaku tuan rumah, National Paralympic Comitte (NPC) Papua kini terus berbenah guna mempersiapkan organisasi ini dalam menghadapi even nasional Peparnas XVI Tahun 2020 di tanah Papua.
Share it:
NPC Papua bersama NPC Pusat, serta Pemprov Papua, Kamis (8/6) bertempat di aula Disorda Papua
melaksanakan rapat dalam rangka pembentukan panitia besar Peparnas XVI Tahun 2020
Jayapura, Dharapos.com 
Selaku tuan rumah, National Paralympic Comitte (NPC) Papua kini terus berbenah guna mempersiapkan organisasi ini dalam menghadapi even nasional Peparnas XVI Tahun 2020 di tanah Papua.

Terkait itu, NPC Papua bersama NPC Pusat, serta Pemerintah Provinsi dalam hal ini Dinas Olahraga dan Pemuda setempat, Kamis (8/6) bertempat di aula Disorda Papua melaksanakan rapat dalam rangka pembentukan panitia besar Peparnas XVI Tahun 2020.

“Rapat ini merupakan tindak lanjut rekomendasi dari Rakerda yang kita laksanakan beberapa waktu dimana menghasilkan 3 keputusan yang salah satunya adalah pembentukan panitia besar Peparnas,” terang Ketua NPC Papua, Jaya Kusuma yang dikonfirmasi, Kamis (8/6).

Hal ini telah diarahkan dan dibimbing oleh NPC  Pusat di mana RAB yang telah dibuat dan dimasukkan nantinya akan ditindaklanjuti oleh NPC pusat dan Disorda Papua untuk melengkapinya.

“Semua materi dan bahan dalam pembentukan panitia  peparnas sudah dilaksanakan dan sudah disediakan sehingga tinggal kita lengkapi RAB panitia yang belum ada namanya,” lanjutnya.

Jaya merincikan yang menjadi inti pada pertemuan tersebut yaitu pada pelaksanaan pertandingan Peparnas yang sudah terbentuk drafnya.

Termasuk  orang-orang yang telah disiapkan pada PB Peparnas dalam hal ini nama-nama yang telah disiapkan untuk mengelola Peparnas ke XVI Tahun 2020 di Papua ini.

Jaya pada kesempatan tersebut juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemprov Papua khususnya Disorda yang telah membantu dalam melakukan hearing saat ini.

Diakuinya, ke depan nanti akan dilakukan hearing yang lebih besar lagi karena harus diketahui oleh Gubernur, Ketua DPRP, Pangdam XVII Cendrawasih dan Kapolda Papua.

“Karena Pesta olahraga Peparnas akan satu paket dengan Pekan Olahraga Nasional (PON, red) sehingga hari ini kita mempersiapkan diri sampai ke depannya nanti kita Intens melakukan rapat rapat hingga terbentuk panitia besar Peparnas,” tukasnya.

Perwakilan Disorda Papua, Rivo Manangsang juga menambahkan NPC Papua bersama NPC pusat hari ini telah bertemu dan sementara mematangkan berapa kepengurusan panitia besar Peparnas XVI tahun 2020.

“Dari sisi kebutuhan dimana kita melihat untuk panitia Peparnas  harus lebih banyak disiapkan dari NPC pusat sedangkan NPC Papua sekaligus dengan Pemerintah Provinsi Papua dalam hal ini Disorda hanya bersifat melengkapi. Karena semua kegiatan pada prinsipnya harus sukses baik itu PON maupun Peparnas,” cetusnya.

Intinya, ada satu kemajuan dalam memanfaatkan kegiatan yang sementara berkembang.

“Untuk itu kami berterima kasih kepada NPC Pusat yang telah memberikan bantuan dalam bentuk pendampingan dan tuntunan bagi kami terutama kepanitiaan walaupun kami sendiri masih belajar untuk bekerja di bidang olahraga,” akui Manangsang.

Khusus untuk Peparnas ini, tentu Pemerintah daerah memberikan apresiasi karena dari semua jenis kegiatan agak berbeda dan tentu merupakan suatu kebanggaan di Pemerintahan ini dapat melaksanakan suatu event yang dinilai sangat penting.

Draft Kegiatan tersebut sudah dilihat lembarannya yang tentunya dari semua yang telah dipaparkan yaitu sekitar 80 persen sumber daya yang ada di Papua, sementara dari NPC Pusat hanya bersifat membantu hal-hal teknis saja.

“Dan secara ilmu dan pengetahuan, kami tentu mendapat keuntungan pada event-event yang lebih besar lagi,” sambungnya.

Sementara itu, Sekjen NPC Pusat, Pribadi, SH  memberikan apresiasi kepada Pemprov Papua karena siap untuk melaksanakan Peparnas XVI 2020 meski sampai saat ini secara publikasi belum kelihatan.

“Kami dipercayakan memberikan pemaparan untuk bagaimana Peparnas ke depan dan Pemerintah provinsi melalui Disorda dalam merespons itu. Karena kami juga telah menyampaikan bahwa pertama yang dibutuhkan adalah dibentuknya kepanitiaan dan setelah itu akan dilakukan langkah-langkah selanjutnya,” jelasnya.

Diakui Pribadi, kalau berbicara olahraga disabilitas seperti akses disabilitas harus diperhatikan yaitu mengenai penginapan, akses transportasi serta juga RAB tentang kepanitiaan.

“Dan nantinya Pemerintah provinsi akan merealisasikannya,” tukasnya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments: