OP Soroti Kebijakan Demokrat - PAN Tak Buka Pendaftaran Balon Gubernur

Hingga saat ini, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat dan DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Papua tidak membuka pendaftaran bagi bakal calon (balon) Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2018- 2023.
Share it:
Dr. Ones Pahabol
Jayapura, Dharapos.com 
Hingga saat ini, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat dan DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Papua tidak membuka pendaftaran bagi bakal calon (balon) Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2018- 2023.

Kebijakan tersebut ternyata mendapat sorotan dari salah satu balon Gubernur Dr. Ones Pahabol, MM alias OP.

Menurutnya, selaku partai nasional, Demokrat memiliki asas demokrasi dan telah tampil sebagai partai untuk semua orang termasuk di Papua termasuk semua bakal calon kepala daerah maka seharusnya berani membuka pendaftaran.

Begitu pula dengan Partai PAN yang juga memilih tidak membuka pendaftaran bagi bakal calon gubernur setempat.

“Masa Ketua DPD Partai Demokrat sendiri datang ke partai lain untuk mendaftar, sementara partainya sendiri tidak membuka pendaftaran bagi bakal calon lain,” herannya.

Bagi OP, langkah yang dilakukan Demokrat dan PAN sebagai sesuatu yang sangat aneh dan sulit dimengerti.

“Ini mungkin baru pernah terjadi di negara ini. Demokrat dan PAN menutup pintu untuk menerima pendaftaran dari bakal calon lain, sebaliknya mengklaim akan mengambil semua partai,” bebernya.
OP pun mengingatkan pihak parpol untuk berjiwa besar dan ke depankan sikap demokratis.

“Papua ini bukan anda saja karena anak-anak Papua yang hebat masih ada yang bisa menjadi Gubernur Papua,” tegasnya sembari kembali mendesak kedua partai membuka pendaftaran.
OP menandaskan, Provinsi Papua terdiri dari 5 wilayah adat dan semua anak adat siap merebut tampuk kepemimpinan di Bumi Cendrawasih ini.

“Bukan saja satu orang yang mau menjadi Gubernur untuk selama-lamanya. Karena Tuhan itu adil, sehingga hak kesulungan itu diberikan kepada anak-anak Papua,” tandasnya.

Diakui OP, bahwa awalnya memang dirinya akan mencalonkan diri secara perseorangan dengan persyaratan mengumpulkan KTP sesuai jumlah yang ditetapkan KPU namun pada kesempatan ini dirinya juga ikut untuk bertarung menggunakan partai.

“Maju dengan independen dalam pengumpulan KTP harus tetap saya jalani, karena nantinya juga semua partai kembali ke mekanisme siapa yang memiliki tingkat elektabilitas atau tingkat kesukaan masyarakat kepada bakal calon yang lebih tinggi popularitas juga besar sehingga partai akan memberikan rekomendasi,” bebernya.

Dijelaskan OP, jika dirinya tidak menjalani secara independen dalam hal pengumpulan KTP, bagaimana mungkin elektabilitas dirinya akan naik.

Namun dengan cara demikian maka tingkat elektabilitas dirinya akan naik dan situasi saat ini dirinya harus berjalan di atas 2 kaki.

“Yang penting adalah mewujudkan kemauan masyarakat setelah produk saya sebagai seorang Ones Pahabol yang menjadi Gubernur harus mendapat tiket, namun wujudkan kemauan masyarakat lebih dahulu. Karena jika tidak mendapatkan tiket maka sangat merugikan masyarakat karena masyarakat sangat berharap dan beriming-iming agar calon Gubernur Papua OP, akan memegang satu tiket baik tiket kuning, merah atau hijau yang penting saya memiliki tiket,” terangnya.

Dan untuk mendapatkan tiket tersebut mantan Bupati Yahukimo ini tidak hanya menebar pesona di Papua terhadap DPD Partai yang ada namun dirinya juga akan membangun komunikasi dengan petinggi partai di pusat dan hal itu kembali ke prosedur partai masing-masing.

“Selama 10 tahun saya membantu negara ini dan sudah dikenal, yang saya tahu adalah mereka lihat ada dua kepentingan yang mendasar yaitu melihat kepentingan negara ini. 10 tahun menjabat Bupati Yahukimo mengelola pemerintahan dan mengayomi masyarakat maka dengan sendirinya saya sudah membantu negara ini sehingga itu merupakan salah satu penilaian. Dan jika saya terpilih sebagai Gubernur maka tentu saya akan membantu negara ini,” pungkasnya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Politik dan Pemerintahan

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga