Pangdam : Kodam XVII Cendrawasih Adalah Milik Seluruh Masyarakat Papua

Kodam XVII Cendrawasih menggelar acara tatap muka bersama dengan tokoh agama, masyarakat, adat, perempuan, dan tokoh pemuda serta insan pers yang berlangsung di aula Toni A Rompis, Jumat (16/6)
Share it:
Pangdam XVII Cendrawasih Mayjen. George E. Supit saat acara tatap muka bersama tokoh agama, masyarakat,
adat, perempuan, dan tokoh pemuda serta insan pers yang berlangsung di aula Toni A Rompis, Jumat (16/6)
Jayapura, Dharapos.com
Kodam XVII Cendrawasih menggelar acara tatap muka bersama dengan tokoh agama, masyarakat, adat, perempuan, dan tokoh pemuda serta insan pers yang berlangsung di aula Toni A Rompis, Jumat (16/6)

“Kodam bukanlah milik prajurit saja tetapi milik seluruh masyarakat Papua. Oleh karena itu, kami meminta dukungan dan suport dari masyarakat Papua sehingga apa yang menjadi tugas-tugas kami dapat berjalan dengan baik,” harap Pangdam, Mayjen.  TNI. George E. Supit dalam sambutannya di hadapan para tokoh yang hadir.

Dijelaskannya, salah satu tugas Kodam adalah membantu Pemerintah di Papua dalam rangka menyejahterakan masyarakat.

“Dan tentunya Kodam tidak bisa berjalan sendiri tanpa ada dukungan dari masyarakat Papua,” aku Pangdam.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam juga berkesempatan menjelaskan terkait dengan masalah dugaan pembakaran Kitab Suci Alkitab di Makorem Padang Bulan, Distrik Abepura beberapa waktu lalu memang benar adanya.

“Memang benar itu terjadi tetapi kejadian tersebut sekali tidak ada unsur kesengajaan,” jelasnya.

Pangdam kemudian menguraikan kronologis kejadiannya.

“Saat itu, tepatnya tanggal 15 Mei 2017 dilaksanakan serah terima tugas Satgas Pamtas oleh Korem 172, salah satunya serah terima pasukan pengamanan perbatasan dari Yonif 516 yang lama kepada Yonif 410 yang baru,” urainya.

Serah terima tersebut dilaksanakan di setiap pos termasuk yang berada di asrama Korem Padang Bulan, Distrik Abepura, dan pada tanggal 25 Mei dilakukan pembersihan oleh anggota baru yaitu Yonif 410.

“Pada saat pembersihan terdapat tumpukan kardus, lalu kardus-kardus tersebut tanpa dicek dengan benar langsung dibuang ke tempat sampah dan membakarnya,” lanjutnya.

Kemudian warga yang melewati tempat pembakaran sampah secara otomatis langsung memfoto bekas dari Alkitab yang sudah terbakar dan mempostingnya ke sosial media (sosmed) sehingg warga lainnya pun tersulut emosi hingga tidak terkendali dalam unjuk rasa di depan Makorem dan memblokade jalan.

Mendengar itu, Kasdam XVII Cenderawasih bersama dari jajaran TNI maupun Polri bersama Pemerintah langsung turun ke lapangan untuk mengamankan massa dan memberikan penjelasan.

Massa pun akhirnya berhasil dibubarkan, sehingga aktifitas dari warga setempat kembali berjalan normal.

Tindakan selanjutnya yang diambil Kodam XVII Cendrawasih, Pangdam telah memerintahkan Danpomdam setempat untuk melaksanakan proses penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut, baik terhadap yang bersangkutan maupun saksi-saksi pada waktu itu.

“Walaupun tidak sengaja namun ini merupakan kelalaian dari prajurit, maka yang bersangkutan dikenakan Pasal 156 KUHP dan diancam pidana sekurang-kurangnya 5 tahun penjara,” tegasnya.

Ditegaskan pula, oknum pelaku dan para saksi telah selesai diperiksa dan berkasnya sudah siap. Dipastikan  dalam waktu dekat,  akan dilimpahkan ke pengadilan militer.

“Saya selaku Panglima Kodam XVII Cenderawasih memimta maaf kepada seluruh elemen masyarakat Jayapura serta masyarakat di Tanah Papua atas kelalaian yang dilakukan oleh prajurit saya dan masalah ini kami segera proses sesuai hukum yang berlaku,” pangkasnya.

(Vian)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga