Pelanggan PDAM Diingatkan Tak Bayar Tagihan ke Petugas Lapangan

Masyarakat (pelanggan) PDAM Kota Jayapura di ingatkan untuk tidak melakukan pembayaran tagihan air kepada petugas di lapangan.
Share it:
Abdul Petonengan
Jayapura, Dharapos.com
Masyarakat (pelanggan) PDAM Kota Jayapura di ingatkan untuk tidak melakukan pembayaran tagihan air kepada petugas di lapangan.

Pembayaran resmi harus dilakukan di loket yang disediakan PDAM atau bisa juga dilakukan pembayaran lewat bank atau kantor Pos.

Demikian ditegaskan Direktur PDAM Jayapura, Abdul Petonengan yang di konfirmasi di kantor Wali Kota, Senin (19/6).

Penegasan tersebut merujuk pada adanya pengaduan masyarakat tentang pembayaran air yang sudah dilaksanakan kepada petugas PDAM di lapangan.

Padahal  selama ini PDAM Jayapura telah menghimbau kepada seluruh pelanggan di Kota Jayapura agar saat melakukan transaksi pembayaran baik itu sambungan baru maupun pembayaran tagihan per bulan harus dilakukan melalui loket pembayaran resmi PDAM.

Olehnya itu guna mempermudah pembayaran tagihan air maka, PDAM telah bekerja sama dengan Bank Papua dan BNI bahkan kantor Pos untuk membuka loket di sana.

“Dan jika masyarakat membayar langsung ke petugas di lapangan maka hal tersebut tidak menjadi tanggung jawab pihak PDAM Jayapura,” cetusnya.

Untuk itu diharapkan jika masyarakat sudah terlanjur membayar ke petugas PDAM di lapangan dan tidak mendapat pelayanan seperti yang diharapkan, maka segera buat pengaduan tertulis dan ditujukan langsung ke Direktur PDAM Jayapura dan datanya harus dilengkapi agar bisa diusut oknum pegawai dimaksud.

Petonengan juga mengatakan jika ada anak buahnya yang melakukan tindakan di luar ketentuan maka akan diberikan sangsi tegas hingga sampai pada pemecatan.

LebIh lanjut, urai dia, kewajiban PDAM untuk memasang jaringan baru hanya sampai pada batas meter sedangkan dari batas meter masuk ke rumah pelanggan, menjadi kewajiban pelanggan sendiri.

Namun jika untuk pemasangan dari meter ke dalam rumah, pelanggan bisa meminta bantuan petugas PDM dan mereka tentu akan meminta imbalan jasa untuk membeli bahan.

“Dan itu sudah menjadi kewajiban pelanggan pula,” sambungnya.

Dikatakan masyarakat dalam melakukan pembayaran tagihan masih ada yang tidak sesuai harapan alias banyak tunggakan.

“Hingga saat ini hanya 45-46 persen pelanggan yang melakukan pembayaran selebihnya Itu menunggak setiap bulan,” kembali bebernya.

Dirincikan, besar tunggakan pelanggan hingga sampai saat ini sebesar Rp 37 miliar terhitung mulaidari 2013 – 2016.

Sementara, total pelanggan yang ada sebanyak 33 ribu pelanggan dengan total pendapatan dari jumlah pemakaian yang diperoleh oleh PDAM setiap bulan rata-rata Rp 3,1 miliar,

Namun yang membayar ke PADM baru berkisar 45% yang rata-rata setiap bulan hanya 1,4 miliar.

“Hal inilah yang menjadi salah satu faktor dan  kendala untuk meningkatkan pelayanan, terbatas oleh tingkat efektivitas penagihan yang masih 45-46 persen.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga