Pemkot Gelar Advokasi dan KIE Antisipasi Resiko pada KRR

Remaja sebagai generasi penerus bangsa perlu disiapkan menjadi manusia yang sehat secara jasmani, rohani atau mental dan spiritual.
Share it:
Pembukaan kegiatan Advokasi dan KIE tentang KRR oleh Wali Kota yang diwakili Kepala Bagian Pemerintahan
Setda Kota Jayapura, Raymond J. W. Mandibondibo, S.Sos, M.Si yang ditandai dengan penabuhan tifa
Jayapura, Dharapos.com 
Remaja sebagai generasi penerus bangsa perlu disiapkan menjadi manusia yang sehat secara jasmani, rohani atau mental dan spiritual.


Usia remaja merupakan masa pancaroba, dimana saat-saat itu sering dikatakan sebagai momen pencarian jati diri khususnya di kalangan remaja.

Namun seiring dengan arus globalisasi dan informasi yang kian tak terkendali mengakibatkan perilaku hidup remaja menjadi tidak sehat yang selanjutnya berdampak pada resiko kesehatan reproduksi remaja, seks di luar nikah, narkoba hingga HIV/AIDS.

“Permasalahan remaja yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi sering kali berakar dari kurangnya informasi pemahaman dan kesadaran untuk mencapai keadaan sehat secara reproduksi,“ ungkap Wali Kota,yang diwakili Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Jayapura, Raymond J. W. Mandibondibo, S.Sos, M.Si saat membuka, kegiatan Advokasi dan KIE tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), digelar Pemerintah kota melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Jayapura,  Selasa (20/6).

Untuk itu perlunya pemahaman, pemeliharaan serta kebersihan alat reproduksi serta proses -proses reproduksi serta dampak dari perilaku yang tidak bertanggung jawab seperti kehamilan di luar nikah, aborsi, penularan penyakit menular, seksual termasuk HIV /AIDS.

“Topik program Kesehatan Reproduksi Remaja merupakan topik yang perlu diketahui oleh seluruh masyarakat khususnya para remaja di Kota Jayapura agar memiliki informasi yang benar mengenai proses reproduksi serta berbagai faktor yang berkaitan dengan hal tersebut,” lanjut Wali Kota.

Peserta kegiatan
Dikatakan, kesehatan reproduksi remaja merupakan suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem fungsi dan proses reproduksi yang dimiliki oleh remaja.

Untuk itu Walikota meminta agar melalui kegiatan ini kiranya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

“Jangan malu untuk bertanya dan dapat bertukar pikiran agar hasil yang diharapkan betul-betul menjawab permasalahan yang ada sehingga visi Pemerintah Kota Jayapura yaitu beriman, modern, bersatu, mandiri dan sejahtera berbasis kearifan lokal dapat terwujud,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan pesan agar para remaja dapat menjaga diri dan tidak terpengaruh oleh ajakan yang ingin merusak masa depan.

Sementara itu, panitia dalam laporan yang disampaikan Rusmini Purwati menguraikan tujuan kegiatan
Advokasi dan KIE, tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) di Kota Jayapura guna meningkatkan pemahaman dan pengetahuan para pengelola kelompok remaja dalam menumbuhkembangkan gerakan remaja genre di SMA/SMK dan unsur keagamaan.

Dalam hal ini, meningkatkan kualitas pelayanan kelompok remaja serta meningkatkan jumlah remaja untuk memperoleh pelayanan informasi dan konseling maupun memperluas jejaring kerja dalam pengelolaan kelompok remaja.

Pemkot melalui Dinas P3A-KB Kota Jayapura menghadirkan pemateri dan narasumber dari perwakilan BKKBN Provinsi Papua dan BNN Provinsi Papua serta sosialisasi UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak oleh Kepala Dinas P3A dan KB Kota Jayapura

Sasaran kegiatan ini kepada anak-anak remaja sebanyak 175 orang dari utusan agama dan unsur remaja sebanyak 40 orang, utusan SMA SMK 50 orang, kelompok PIK Remaja 50 orang dan utusan guru 35 orang.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga