Pemkot Gelar Sosialisasi PATMB

Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3A dan KB ) Kota Jayapura kembali menggelar sosialisasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), Rabu (7/6).
Share it:
Wawali, Ir. H. Rustan Saru saat mewakili Wali Kota membuka Sosialisasi PATBM yang ditandai dengan penabuhan tifa
Jayapura, Dharapos.com 
Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3A dan KB ) Kota Jayapura kembali menggelar sosialisasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), Rabu (7/6).

Sosialisasi tersebut guna menguatkan kapasitas masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan dan  pemecahan permasalahan kekerasan pada anak yang terjadi di masyarakat beserta upaya perlindungan anak.

Pembukaan sosialisasi dilakukan oleh Wakil Wali Kota, Ir. H. Rustan Saru mewakili Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM dan berlangsung di kediaman Ondoafi Kampung Kayu Batu, Distrik Jayapura Utara.

Sekitar 50 orang mulai dari anak, orang tua, lembaga masyarakat di kampung / calon aktivis PATBM, yang berada di wilayah Kampung Pengembangan PATBM,  yaitu Kampung Kayu Batu dan Kampung Kayu Pulo, Distrik Jayapura Selatan.

Dari data Dinas P3A dan KB Kota Jayapura, sedikitnya 25 kasus tindak kekerasan terhadap anak di Kota Jayapura berdasarkan data dari 2016 sampai dengan 2017, terhitung Januari sampai Mei.

Jumlah ini menunjukkan bahwa keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat belum mampu memberikan perlindungan yang memadai kepada anak.

“Mengatasi itu, sejumlah program yang telah diluncurkan Pemerintah Kota Jayapura telah menunjukkan keberpihakan kepada anak seperti sekolah ramah anak, Puskesmas ramah anak, pemberian akte kelahiran gratis bagi anak, pembentukan program anak tingkat Kota Jayapura dan sosialisasi perlindungan dan hak-hak anak,” rinci Wawali.

Lebih lanjut,  untuk melihat berbagai faktor penyebab dan pendukung dalam upaya perlindungan anak maka Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI telah melakukan penelitian sehingga lahirlah sebuah gerakan PATBM yakni merupakan gerakan peduli anak yang dikenal oleh sekelompok orang yang tinggal di suatu wilayah

“Anak merupakan titipan  yang diberikan Tuhan kepada kita sebagai hadiah dari sebuah hubungan pernikahan. Dan tentunya apa yang menjadi titipan Tuhan sebagai umat Nya dengan wajib menjaga dan menyayangi buah hati kita,”  lanjut Wali Kota.

Anak juga menjadi cikal bakal lahirnya suatu generasi baru yang merupakan penerus cita-cita perjuangan bangsa serta SDM bagi pembangunan nasional.

“Anak merupakan aset bangsa serta negara dan di masa yang akan datang akan berada di tangan mereka sebagai generasi penerus,” harapnya.

Lebih lanjut dijelaskan Wali Kota, PATBM merupakan gerakan dari jaringan atau kelompok masyarakat yang bekerja secara terkoordinasi guna mencapai tujuan.

Sosialisasi ini juga merupakan wujud kepedulian Pemkot dalam memberikan pemahaman tentang pentingnya program tersebut.

“Dengan itu maka harapan kami untuk menjadikan Kota Jayapura sebagai Kota layak anak dapat tercapai,” tukasnya.

Di tempat yang sama Kepala Dinas P3A dan KB Kota Jayapura, Betty A. Puy, SE, M.PA, menambahkan sosialisasi ini merupakan kegiatan yang baru dari Kementerian P3A RI.
Sosialisasi PATBM yang di lakukan , di 2 kampung tersebut tentu dalam rangka menghimpun masyarakat karena akan dibentuknya tim PATBM di kedua kampung.

“Karena hal  ini dari masyarakat oleh masyarakat dan untuk masyarakat sendiri terhadap pencegahan tetapi juga melindungi anak-anak kita dari kasus-kasus kriminal yang terjadi di kampung

Dikatakan juga kekerasan tidak saja melihat pemukulan fisik atau psikis namun hilangnya hak-hak anak seperti hak untuk memiliki akte kelahiran.

Dan ini merupakan bagian dari pekerjaan tim PATBM untuk memfasilitasi bersama RT/RW, toko adat tokoh masyarakat dan tokoh agama yang ada dalam rangka memberikan perlindungan agar anak harus diberikan hak tersebut.

Terlepas dari internal keluarga, PTABM  juga memberikan perlindungan khusus terhadap anak-anak mereka kemudian akan melebar ke tetangga yang ada

DP3A – KB Kota Jayapura akan terus mengawal dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat soal keberadaan PTABM karena masyarakat menjadi pelaku utama pada forum yang ada di Kampung Kayu Batu maupun Kampung Kayu Pulo.

Pembukaan sosialisasi di hadiri Kepala Distrik Jayapura Utara, Adam Rumbiak, Kabid PLS Dinas Pendidikan Kota Jayapura dan Cliff Korwa, serta peserta dari kampung kayu Batu dan Kayu Pulo.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga