Pengelola FDS Diingatkan Tak Rusak Tatanan Adat Setempat

Setelah 10 tahun menangani penyelenggaraan Festival Danau Sentani (FDS), Pemerintah Kabupaten Jayapura berencana menyerahkan pengelolaannya ke pihak swasta.
Share it:
Gubernur Papua  Lukas Enembe, SIP, MH bersama Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan
Pemerintah Kementerian Pariwisata Tazbir, SH, M.Hum,  Bupati  Kabupaten Jayapura Matius Awitouw menabuh
Tifa, ketika  membuka  Festival Dana Sentani (FDS)  X 2017 di Pantai Khalkote, Kampung
Harapan, Distrik Sentani  Timur, Kabupaten Jayapura,  Senin (19/6)
Jayapura, Dharapos.com
Setelah 10 tahun menangani penyelenggaraan Festival Danau Sentani (FDS), Pemerintah Kabupaten Jayapura berencana menyerahkan pengelolaannya ke pihak swasta.

Pasalnya, sejak FDS I pada 2008 lalu hingga kini (2017, red), FDS  secara  terus –menerus dikelola pihak Pemkab Jayapura.

Terhadap rencana tersebut, Gubernur Lukas Enembe, S.IP, MH menegaskan Pemerintah Provinsi Papua sangat mendukung sepenuhnya upaya  Pemkab Jayapura.

Meski demikian, pihaknya mengingatkan agar siapa pun pihak swasta yang nantinya akan dipercaya mengelola FDS diharapkan untuk tidak merusak tatanan adat masyarakat setempat.

“Saya harap tidak terjadi seperti itu ke depan,” imbuhnya.

Gubernur berharap, kalau FDS ini dikelola  secara baik oleh pihak swasta maka menurutnya itu lebih bagus, karena terbuka peluang adanya pengembangan sarana seperti membangun home stay di seluruh Danau Sentani,  sehingga  memberi dampak positif dan langsung bagi  masyarakat setempat,

“Makanya saya selaku Pemerintah Provinsi Papua sangat mendukung FDS  ini ke depan  dikelola pihak swasta,” tegas Gubernur Papua  Lukas Enembe, SIP, MH bersama Asisten Deputi
Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Kementerian Pariwisata  Tazbir, SH, M.Hum, Bupati  Kabupaten Jayapura Matius Awitouw,  ketika  membuka  Festival Dana Sentani (FDS)  X 2017 di Pantai Khalkote, Kampung  Harapan, Distrik Sentani  Timur, Kabupaten Jayapura,  Senin (19/6).

Ditanya  sejauh ini komitmen pemerintah pusat dalam  mengelola pariwisata  di  Papua, kata dia,
pihaknya  yakin Kementrian  Pariwisata kini lebih fokus pada  pengembangan  aspek pariwisata.

Bahkan  praktis  semua Kementrian  bicara  pengembangan pariwisata. Apalagi dana yang dialokasikan kepada pengembangan pariwisata cukup memadai.

“Seluruh kekayaan kita  sumber daya suatu saat   akan   habis,  tapi pariwisata tetap ada terus,  makanya hampir  semua Kementrian menggerakkan sektor pariwisata, termasuk swasta,” katanya.

Dijelaskan Gubernur, pihaknya   terus berupaya  mendorong Dinas Pariwisata dan dinas terkait lainnya untuk  menyiapkan destinasi wisata di Papua. Terutama FDS dan Festival Lembah Baliem di Jayawijaya.

“Jika kita  kelola  secara profesional pasti  berdampak besar bagi masyarakat,” tandasnya.

FDS  kali  ini mengusung Tema Cipta Harmoni Budaya   dilaksanakan mulai tanggal 19-23 Juni 2017. Kegiatan-kegiatan yang  dilaksanakan, antara lain  pagelaran  budaya, pameran, kuliner, promosi PON XX 2020, tur pariwisata.

Sedangkan jumlah pagelaran budaya sebanyak 75 acara,  tim peserta pameran sebanyak 68, stand pasar produk UMKM sebanyak 54  kelompok,  sponsorship 15 sponsor, jurnalis lokal dan nasional 22 jurnalis.

Peserta atraksi dari luar negeri  dari Konsulat  Jenderal Kedutaan Besar India. Kabupaten/Kota yang hadir  untuk mengikuti pameran masing-masing Keerom, Teluk Bintuni, Mamberamo Raya, Pegunungan   Bintang dan Yahukimo.

Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Kementerian Pariwisata  Tazbir, SH, M.Hum mengutarakan  FDS 2017 sebagai festival tahunan yang masuk dalam kalender pariwisata nasional akan dimeriahkan dengan tarian adat di atas perahu (Isosolo), tarian perang khas Papua, upacara adat penobatan Ondoafi, dan sajian berbagai kuliner khas Papua.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga