PSU di Puncak Jaya Secara Umum Berjalan Baik dan Terkendali

Pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) di Kabupaten Puncak Jaya hingga hari ini berjalan dengan baik dan terkendali.
Share it:
Kapolda Papua, Irjen. Pol. Boy Rafli Amar
Jayapura, Dharapos.com
Pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) di Kabupaten Puncak Jaya hingga hari ini berjalan dengan baik dan terkendali.

“Dari 6 distrik yang melaksanakan PSU, hanya satu distrik sempat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” terang Kapolda Papua Irjen. Pol. Boy Rafli Ahmad yang ditemui seusai acara tatap muka bersama Kodam XVII Cenderawasih, Jumat  (16/6).

Diakuinya, dari sisi penyelenggaraan dalam hal ini PPD, semua pihak terkait  sudah rapatkan bersama dengan Ketua KPU dan Bawaslu karena sama-sama melakukan kunjungan ke Yamoneri.

“Kronologis kejadian di sana bahwa sejak pagi hari masyarakat sudah mengklaim bahwa pemilik dari suara yang lebih 8000 itu adalah untuk salah satu pasangan calon. Demikian juga sebaliknya masyarakat yang lainnya mengklaim bahwa 8000 suara adalah milik salah satu pasangan calon yang mereka dukung maka terjadilah hal-hal yang tidak diinginkan,” akui Kapolda.

Pihaknya juga sesalkan dari aspek penyelenggaraan ternyata dari pagi TPS tidak dibuat padahal seharusnya di dalam sebuah lokasi ada 16 kampung dan seharusnya ada 16 TPS.

“Ternyata pada saat bimtek sudah diberikan pembekalan bahwa TPS - TPS itu harusnya dijajakan di situ sesuai dengan masyarakat dari asal kampung masing-masing. Ternyata itu tidak di buat, sehingga itulah yang membuat akhirnya kondisi sampai siang berlarut-larut,” bebernya.

Kapolda menilai dari unsur PPD terlalu cepat mengambil sebuah kesimpulan, dan dari kesimpulan itu seolah-olah ini dimenangkan oleh pasangan tertentu.

“Yang ikut PSU di sana ada tiga kontestan jadi tentu penyampaian PPD ini di respon secara negatif oleh kelompok mereka yang juga mengklaim itu adalah suara untuk paslon yang mereka dukung,” lanjutnya,

Melihat kondisi yang tidak sehat,  pihaknya bersama dengan Kasdam meminta kepada seluruh jajaran bahwa massa harus dibubarkan.

“Oleh karena itu, kita bubarkan dengan harapan tidak terjadi bentrok fisik yang lebih luas di antara masyarakat,” sambungnya.

Ditambahkan, dari keributan yang terjadi itu sebanyak 4 personel dari Kepolisian terkena panah di bagian lengan, paha, kaki dan bagian pundak.

“Kami bersyukur anggota kita masih bisa tertangani dalam perawatan dan tidak sampai merengut nyawa sementara itu dari unsur masyarakat terkena korban panah sebanyak satu orang,” rinci Kapolda.
Evaluasi juga telah dilaksanakan oleh KPU dan Bawaslu yang turut di hadiri paslon masing-masing.

(Vian)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Papua

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga