Satgas Pamtas 432/WSJ Komitmen Jaga Keamanan Perbatasan RI – PNG

Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI Indonesia Papua New Guinea (PNG) dari Yonif Raider 432/WSJ terus menunjukkan komitmennya menjaga wilayah perbatasan dari segala bentuk aksi-aksi ilegal.
Share it:
Pelaku penyelundupan ganja asal PNG sementara menjalani pemeriksanaan petugas
Jayapura, Dharapos.com  
Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI Indonesia  Papua New Guinea (PNG) dari Yonif Raider 432/WSJ terus menunjukkan komitmennya menjaga wilayah perbatasan dari segala bentuk aksi-aksi ilegal.


Hal tersebut dibuktikan dengan keberhasilan gabungan prajurit asal Kodam IV Diponegoro Jawa Tengah ini kembali menggagalkan aksi penyelundupan narkotika jenis ganja.

Michael Jeri (35), warga negara asing (WNA) berkebangsaan PNG, yang kedapatan membawa ganja kering seberat 1 kilo gram berhasil diciduk saat melewati jalan tikus dari wilayah PNG dan hendak memasuki wilayah Indonesia di Papua.

Pasi Intel Satgas Yonif Para Raider 432/WSJ, Lettu Inf Muhtafin Soleh,S.Pd menjelaskan bahwa  pria berkebangsaan PNG tersebut awalnya ditangkap oleh aparat Satgas Pamtas dan setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan barang bukti dari tangan pelaku berupa ganja seberat 1 kilo gram.

Setelah ditelusuri, ganja tersebut baru saja dipanen dari kebun milik ayahnya pada lahan  seluas 20x30 meter berjarak 3 kilo meter dari rumahnya di daerah Vanimo, PNG.

Penangkapan tersebut berawal sekitar pukul 11.00 WIT, didapat info dari seorang laki-laki bernama (M) warga Skouw  tentang informasi adanya warga PNG yang akan melintas membawa ganja, dengan ciri-ciri rambut panjang memakai jaket abu-abu melalui jalan tikus perbatasan RI-PNG.

“Saat itu, kita langsung merespon dengan mengerahkan anggota untuk menutup jalan tikus atau iIegal yang menjadi jalur para pelintas batas,” urai Muhtafin.

Tidak lama berselang melintaslah orang yang dicurigai tersebut, dan langsung ditangkap dan dibawa ke Pos Kotis untuk dimintai keterangan.

Barang bukti ganja seberat 1 Kilogram yang berhasil di sita petugas
“Setelah diperiksa akhirnya yang bersangkutan mengaku jika ganja seberat 1 kg tersebut miliknya, diamankan di bawah pipa di dekat jalan tikus,” lanjutnya.

Setelah mendalami persoalan untuk diperoleh keterangan lengkap disertai dokumentasinya, aparat kemudian memutuskan untuk menahan pelaku dan seterusnya diserahkan untuk diproses sebagaimana mestinya.

Pasi Intel kemudian melaporkan secara hirarki kepada Komandan Satgas Letkol. Inf. Ahmad Daud yang kemudian memerintahkan anak buahnya untuk semakin memperketat pengamanan di daerah tersebut agar kejadian serupa tidak akan terjadi kembali.

“Pada pukul 13.00 WIT, pelaku penyelundupan ganja itu kita serahkan dengan pengawalan beberapa anggota Satgas ke Pos Polisi (Pospol) perbatasan yang diterima oleh Brigpol. Arsyad, guna diproses lebih lanjut,” sambungnya.

Ditegaskan pula, persoalan tersebut telah terjadi sebanyak dua kali dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir.

Fakta tersebut menunjukkan bahwa pangsa pasar narkoba di wilayah Indonesia masih sangat menjanjikan, sehingga meskipun pengawasan di wilayah perbatasan diperketat, namun para pelaku nekat mencari jalan alternatif untuk meloloskan barang terlarang itu ke wilayah Indonesia.

“Pelintas batas masyarakat RI - PNG di Skouw ini begitu luar biasanya kalo kita cermati. Aktivitas warganya dari kedua belah pihak yaitu warga PNG memasuki wilayah RI dan sebaliknya ini sudah menjadi rutinitas bagi warga di perbatasan, sehingga ini menjadi perhatian khusus dari kita Prajurit 432 Kostrad sebagai Satgas Pamtas di wilayah ini,” tuturnya.

Ditambahkan pula bahwa tempat kejadian tersebut merupakan salah satu pintu masuk bagi jaringan narkoba sehingga selama ini dilakukan pengawasan secara ketat.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga