Sejarah Berdiri Masih Simpang Siur, GKI Pniel Kotaraja Gelar Seminar Sehari

Sejarah tanggal berdirinya gereja GKI Pniel Kotaraja, hingga generasi saat ini masih simpang siur terkait tanggal penetapan.
Share it:
Ketua Majelis GKI Pniel Kotaraja saat menutup seminar yang ditandai dengan penabuhan tifa
Jayapura, Dharapos.com 
Sejarah tanggal berdirinya gereja GKI Pniel Kotaraja, hingga generasi saat ini masih simpang siur terkait tanggal penetapan.

Karena terdapat beberapa versi, olehnya itu telah dibentuk panitia kecil yang melakukan penyusunan buku sejarah, dan pada Sabtu (24/6) dilaksanakan seminar untuk saling berbagi pendapat.

Terkait itu, Sekretaris Klasis GKI Jayapura, Pdt. Carlos Mano, S.Th, M.Si mengakui seminar untuk pelurusan sejarah GKI Pniel sudah bisa berlangsung dimana dihadiri warga jemaat dan para pelaku sejarah untuk mengetahui jati diri gereja.

Untuk itu jemaat GKI Pniel yang sangat besar juga harus mengetahui jati dirinya.

“Sebagai tim penulis, kami akan berusaha untuk mengumpulkan data-data baik data sekunder maupun data primer. Untuk data primer diakuinya merupakan sesuatu yang sangat sulit dan kami telah bekerja selama 3 tahun sejak 2014 hingga 2017 dan hari ini pelaksanaan seminar bisa berlangsung,” urainya.

Diakui Mano, kesulitannya adalah banyak saksi sejarah yang telah meninggal dan juga banyak orang yang hanya bisa menutur tanpa bisa menulis yang tentu membuat kesulitan besar tim penulis.

Mengatasi itu, pihaknya melakukan pendekatan dengan dua cara yaitu yang pertama secara de facto dan de jure.

“Pendekatan de facto yaitu pada peletakan batu pertama dan peresmian gedung gereja yang awal sedangkan secara secara de jure, pengesahannya baru pada tanggal 28 April 1973, di mana pelaksanaan sidang klasis yang pertama dan dinyatakan mandiri sebelumnya filliar dari Jemaat GKI Viadolorosa Tobati sebagai jemaat induk,” urainya.

Untuk pelurusan sejarah GKI Pniel Kotaraja bagian lain yang disoroti klasis yaitu perkembangan Jemaat sebagai bagian penting di mana ada orang-orang yang terlibat sejak awal hingga saat ini.

Dalam perkembangannya, ada banyak hal dan kegiatan serta keputusan yang menjadi bagian penting dari berdirinya Jemaat GKI Pniel Kotaraja.

“Di seminar ini kita akan dibantu oleh pakar sejarah Dr. Bernada Leterai, MP, yang akan melihat tulisan ini dari sisi akademis dan secara ilmiahnya seperti apa,” lanjutnya.

Kemudian, Pdt. Dr. Sien Loupatty Latupputty, MTh akan memberikan komentar dari sisi sejarah gereja, perbaikan penulisan dari sisi bahasa oleh Dr. Aleda Mawene, M.Pd

“Setelah itu baru dilakukan penulisan buku sejarah gereja GKI Pniel Kotaraja,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Penatua DR. Benhur Tomi Mano, MM juga mengatakan sejarah gereja Pniel Kotaraja awalnya ditetapkan tanggal 30 Maret 1970 namun penetapan tanggal dan tahun tersebut masih menjadi pertentangan di jemaat apakah dilihat secara de facto atau secara de jure.

Pada pelaksanaan HUT GKI Pniel Kotaraja yang ke 45 yang mana saat itu dirinya sebagai ketua panitia, diakuinya terjadi perdebatan yang panjang tentang penetapan tanggal dalam merayakan momen tersebut.

“Makanya saya langsung membentuk tim penulisan sejarah Gereja Pniel Kotaraja dan tim telah bekerja guna mengumpulkan data primer, termasuk mewawancarai beberapa orang tua selaku saksi sejarah yang mengetahui sejarah gereja serta guru-guru Jemaat yang ada di Kotaraja. Dan tim tersebut telah menulis dan mendapat data yang begitu banyak dan sebagian data digunakan untuk menulis sejarah tersebut,” urainya.

Dan kemudian dibuat seminar sehari tentang berdirinya sejarah gereja Pniel Kotaraja.

“Pada seminar  ini kami menghadirkan pakar -pakar sejarah dari sisi theologia yaitu Pdt. Dr. Sien Loupatty Latupputty, MTh dan juga pakar sejarah Dr. Benarda Letelay, MP dan Dr. Halida Mawene, M.Pd yang mengkaji tentang sisi bahasa,” terangnya.

Ditambahkan, seminar hari ini belum mengambil satu keputusan apakah hari lahirnya itu secara de facto atau secara de jure.

“Kami masih menunggu pendalaman sejarah teologis oleh. Pdt. Dr. Sien Loupatty, untuk memberikan pendalaman sejarah gereja. Kami juga nantinya akan mengundang sinode untuk memberikan masukan sebelum mengambil keputusan tanggal berapa berdirinya gereja Pniel Kotaraja,” tambahnya.

Lanjut pria yang akrab disapa BTM, sejarah berdirinya gereja Pniel Kotaraja ini tentu masih simpang-siur, sehingga nantinya tanggal mana yang akan ditetapkan sebagai waktu berdirinya gereja Pniel Kotaraja, apakah akan mengikuti awal sidang klasis pertama pada 28 Oktober atau 30 Maret saat peletakan batu pertama atau juga tanggal 30 April saat berdirinya gereja ini.

“Seminar hari ini merupakan tahapan penggarapan data guna mendapat masukan pendapat untuk memperdalam  penulisan sejarah gereja tersebut,” tukasnya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments: