Sejumlah Kabupaten Mulai Maksimalkan Pemberlakuan Perda Miras

Sejumlah kepala daerah di Provinsi Papua secara perlahan mulai memaksimalkan Peraturan Daerah (Perda) tentang minuman keras (Miras).
Share it:
Puluhan dus miras hasil sitaan tim razia gabungan, beberapa waktu lalu 
Jayapura, Dharapos.com
Sejumlah  kepala daerah di Provinsi Papua secara perlahan mulai memaksimalkan Peraturan Daerah (Perda)  tentang minuman keras (Miras).

Langkah tersebut menindaklanjuti perintah Gubernur Papua, yang dituangkan dala
m Peraturan Daerah  Nomor 15 Tahun 2013 tentang pelarangan produksi, pengedaran dan penjualan minuman beralkohol.

Bupati Waropen Yermias Bisai, SH, disela-sela penutupan Rakerda Bupati/Walikota se-Provinsi Papua, Kamis (8/6) lalu mengaku pihaknya telah membuat Perda Nomor  16 Tahun 2011  tentang penertiban miras.

“Karena itu, di Waropen tak ada satu izin pun untuk melegalkan miras,” cetusnya.

Begitu pula dengan Wabup Yalimo Lakius Peyon, mengatakan pihaknya telah menerbitkan Perda tentang penertiban miras yang merupakan hak inisiatif DPRD Yalimo.

Hanya saja, masih cukup banyak  beredar minuman lokal (Milo) yang  didistribusikan dari Wamena.

“Terhadap itu, kami bersama Polres setempat sudah menangkap pelakunya dan kami segera pulangkan ke Wamena. Dan kami ingin agar Yalimo menjadi daerah yang paling aman dan nyaman di Tanah Papua,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Sarmi Drs. Edu Fonataba menuturkan, pihaknya bersama Polres Sarmi
sudah  mulai melaksanakan operasi miras.

Alhasil, ada perubahan prilaku didalam warga, antara lain, angka kriminalitas, kecelakaan Lalu lintas dan KDRT perlahan  berkurang.

Tapi untuk menyesuaikan dengan aturan, pihaknya dalam tahun ini segera mendorong mengajukan rancangan Perda tentang larangan miras  ke  DPRD Sarmi.

Tak ketinggalan, Wabup Yahukimo Yulianus Heluka, SH  menambahkan, untuk menertibkan  miras pihaknya bekerja sama dengan   lembaga gereja.

Jika   ada jemaat yang terbukti mengkonsumsi miras, maka Pemkab langsung menyerahkan kepada gereja, agar dibina.

“Kami sendiri punya keamanan berlapis, untuk menghalau masuknya miras,” beber Wabup Supiori Onesias Rumere menjelaskan, menindaklanjuti kebijakan larangan miras Pemkab Supiori didukung Polres setempat melakukan  pemusnahan miras.

“Tinggal aturan untuk menegakan perintah Gubernur melalui Perda yang akan kami lakukan lagi,” janjinya.

Bupati Pegunungan Bintang Constant  Otemka mengatakan, menyangkut pemberantasan miras pihaknya melakukan mulai dari para  pemimpin.

Karena menurutnya, walaupun ada aturan resmi dari pemerintah tapi jika pemimpin tak sadar, maka  miras akan terus ada.

“Dengan demikian, mulai dari pimpinan SKPD, pejabat Eselon III, IV diikuti Kepala Distrik, Kepala Kampung, Kepala Sekolah dan seterusnya diminta  kesadarannya untuk  tak mengkonsumsi miras.

Alhasil, sejumlah pimpinan SKPD sudah ada  yang berhenti mengkonsumsi miras, bahkan rokok
pun berhenti.

“Jadi ketika  orang  mengerti bahwa hal itu tak betul, maka mereka memilih untuk menjauhi tak miras,” tukasnya.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Papua

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga