Umat GKI di Tanah Papua Harus Tunjukkan Perubahan

Umat GKI di Tanah Papua harus dapat menunjukkan perubahan.
Share it:
Sekretaris BP AM Sinode di Tanah Papua Pdt. Syairun Abbas, M.Pd
Biak, Dharapos.com
Umat GKI di Tanah Papua harus dapat menunjukkan perubahan.

“Harus terjadi perubahan, berubah yang tidak tinggal diam dalam kenyamanan tetapi berubah dan terus berpikir tentang hal baru yang harus dibuat supaya perubahan itu akan kelihatan dalam sikap hidup kita tetapi juga berubah di sekitar lingkungan kita,” dorong Sekretaris BP AM Sinode di Tanah Papua Pdt. Syairun Abbas, M.Pd saat membuka Sidang Klasis GKI Biak Utara, bertempat di Jemaat Bethel Wouna, Distrik Andey, yang dilaksanakan pada 18-21 Juni 2017.

Lanjutnya, momentum tersebut sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan sidang sinode hingga tingkat klasis dimana seluruh pimpinan dan jemaat GKI selaku umat Tuhan di tanah ini harus selalu berupaya untuk terjadinya sebuah perubahan.

“Dan sebuah perubahan tidak bisa terjadi apabila tidak memiliki nilai evaluasi,” lanjut Pdt. Syairun.

Dikatakan, sidang atau raker klasis dalam ketentuan tata gereja GKI di Tanah Papua mengatur supaya ada ukuran-ukuran yang bisa membawa kepada perubahan, juga mental spiritual harus kelihatan perubahannya, lewat kehidupan yang bermasyarakat.

Pdt. Syairun pada kesempatan tersebut mengapresiasi dukungan Pemerintah Biak Numfor terkait segala fasilitas yang diberikan dalam menunjang Sidang Klasis ini.

Hal ini dilakukan dengan tujuan supaya terjadi perubahan dalam kaitan kerjasama, sebab masyarakat adalah umat Allah dari pihak gereja insan manusia disebut umat, dari pihak pemerintah disebut rakyat dan dari pihak adat disebut masyarakat.

Pdt. Syairun juga mengingatkan, para ketua-ketua majelis harus menyetor langsung ke kas sinode sebesar 40 persen dan aksi dana serta persepuluhan 100 persen di setor ke 3 rekening yang berbeda sesuai dengan porsinya.

Kewajiban tersebut harus segera dilaksanakan agar seluruh pendeta terbiayai karena selama ini terjadi kekurangan.

“Sudah 8 bulan gaji para pendeta di klasis tidak terbayar terhitung mulai Oktober 2016 dikarenakan pertikaian struktur yang berdampak,” akuinya.

Bupati Biak Numfor Thomas Ondy (kanan) juga berkesempatan hadir di Sidang Klasis GKI Biak Utara
Kemudian lagi, sistem rekrutmen penerimaan tenaga vikaris tanpa ada peringatan tentang kekurangan anggaran.

“Penerimaan vikaris sebanyak 321 orang yang diteguhkan di pulau Mansinam pada Februari 2015 lalu, padahal kemampuan hanya bisa membayar 84 orang saja akibatnya anggaran tidak mencukupi,” bebernya.

Diinformasikan juga bahwa Sinode di Tanah Papua mendapat bantuan dari luar negeri dimana Ketua Sinode dan Sekretaris akan berangkat ke Jerman dalam waktu dekat untuk menerima bantuan sebesar Rp 30 Miliar bagi program jaminan hidup maupun penguatan kapasitas para pendeta.

Sinode juga akan menerima bantuan sebesar Rp 6 Miliar bagi para pensiun.

“Kesemuanya ini adalah untuk memperkuat ketahanan dari segi pendanaan,” urainya.

Pdt. Syairun atas nama Badan Pekerja AM Sinode menegaskan pula bahwa pihaknya percaya segala hal yang telah dilakukan pada kegiatan sidang klasis adalah semata-mata hanya untuk kehormatan dan kemuliaan nama Tuhan saja.

Sidang Klasis GKI Biak Utara dengan thema: “Datanglah Kerajaan-Mu” telah dilaksanakan pada 18-21 Juni 2017, bertempat di Jemaat Bethel Wouna, Distrik Andey.

Sub thema: Melalui Sidang Klasis Biak Utara ke XIV, bersama kita mengevaluasi amanat dan tugas Tri Panggilan Gereja untuk kedewasaan dan kemandirian di bidang theologi.

Hadir pada momen tersebut, Sekretaris BP AM Sinode di Tanah Papua Pdt. Syairun Abbas, M.Pd, Bupati Biak Numfor Thomas Ondy, peserta sidang klasis dan para tamu undangan lainnya.

Sidang diawali dengan ibadah, dilanjutkan dengan laporan panitia, sambutan Bupati Biak Numfor dan sambutan dari Sekretaris BP AM Sinode di Tanah Papua Pdt. Syairun Abbas, M.Pd, sekaligus membuka kegiatan Sidang Klasis ke XVI ini secara resmi dan melakukan penyematan tanda peserta.

Berdasarkan pemilihan suara terbanyak Pdt. Gerson S. Abrauw, S.Si akhirnya terpilih sebagai Ketua Klasis Biak Utara periode 2017-2022 menggantikan Pdt. Esron Abisay, S.Th.

Sementara itu, pengurus baru lainnya adalah:  Pnt. Melkianus Rumparmpam, SE sebagai Wakil Ketua, Pdt. Marce F. Noriwari, S.Si (Sekretaris), Pdt. Aldy B. Karniku, M.Si (Wakil Sekretaris) serta Sym. Samuel Wurnares sebagai Bendahara dibantu oleh anggota BPK lainnya.

(Hend)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments: