Wali Kota Gelar Pertemuan Bahas Mekanisme Sholat Ied dan Ibadah Minggu

Wali kota DR. Benhur Tomi Mano, MM menggelar pertemuan bersama pihak Polres Jayapura Kota yang diwakili Paur Humas dan Dandim 1701/Jayapura yang diwakili Kasdim, guna membahas kesiapan pengamanan Sholat Idul Fitri 1438 H, Minggu (25/6).
Share it:
Wali Kota foto bersama usai pertemuan
Jayapura, Dharapos.com 
Wali kota DR. Benhur Tomi Mano, MM menggelar pertemuan bersama pihak Polres Jayapura Kota yang diwakili Paur Humas dan Dandim 1701/Jayapura yang diwakili Kasdim, guna membahas kesiapan pengamanan Sholat Idul Fitri 1438 H, Minggu (25/6).

Turut hadir Wakil Wali Kota Ir. H. Rustan Saru, MM, Sekda Kota Rasmus D. Siahaya, SH, MM bersama para tokoh agama diantaranya, Ketua Klasis GKI Kota Jayapura, Ketua Muhamadiyah serta Ketua MUI setempat.

Pertemuan ini merupakan ide Wali Kota mengingat, pelaksanaan ibadah Sholat Ied pada momen Idul Fitri 1438 H tahun ini bertepatan dengan ibadah Minggu umat Kristiani.

“Pertemuan ini ide dari saya karena saya sendiri ingin menjaga kerukunan antar umat beragama di Kota Jayapura yang tentu akan menjadi contoh bagi Indonesia yang dimulai dari Timur negeri matahari terbit ini,” ungkapnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (22/6).

Dimana, nantinya perayaan Idul Fitri akan diawali dengan pelaksanaan Sholat Ied yang akan berlangsung pada beberapa titik di wilayah Kota Jayapura serta di mushola dan masjid.

Karena itu, guna mengantisipasi hal-hal yang dapat mengganggu ketenteraman masyarakat di Kota Jayapura maka dirinya berinisiatif mengundang para tokoh agama dari kalangan Muslim dan Kristen, Kementrian Agama Kota Jayapura bersama TNI dan POLRI untuk membicarakan hal tersebut.

“Dan pada pertemuan tersebut para tokoh agama telah bersepakat untuk satu hati dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan umat beragama,” tandasnya.

Selama ini, terang Wali Kota, umat Nasrani beribadah mulai dari pukul 05.30-07.00 WIT dan ibadah pagi yang dimulai pukul 09.00-10.00 WIT.  Sedangkan ibadah malam dimulai pukul 19.00-20.00 WIT.

“Sehingga untuk mengantisipasi agar tidak ada orang yang menyusup untuk mengganggu dan membuat keributan ibadah Sholat Ied dan ibadah Minggu maka kami telah bersepakat bersama untuk mengantisipasi itu,” terangnya.

Untuk itu, Kementerian Agama dan MUI Kota Jayapura juga Klasis GKI dan Ketua PGGS setempat, yang nantinya akan menyurati dan memberikan surat pastoral kepada semua gereja untuk dapat menyesuaikan serta menjaga keamanan dan ketertiban.

Pada 2016 lalu, sebelum pelaksanaan Sholat Ied sehari sebelumnya dilakukan malam takbiran. Namun untuk tahun  ini, pelaksanaan malam takbiran tersebut tidak dilakukan oleh umat Muslim yang ada di Kota Jayapura.

Sementara itu, berdasarkan laporan Kepala Kementerian Agama Kota Jayapura dipastikan sebanyak 61 titik menjadi tempat pelaksanaan Sholat Ied  yang tersebar di 5 Distrik.

Dirincikan, untuk Distrik Jayapura Utara sebanyak 20 titik pelaksanaan sholat Ied di lapangan terbuka, masjid dan mushola.

Kemudian, di Distrik Jayapura Selatan sebanyak 19 titik, Abepura 15 titik dan Distrik Muara Tami sebanyak 7 titik.

Untuk pelaksanaan shalat Ied ini akan dibekap langsung oleh 162 anggota Polres Jayapura kota dan Kodim 1701 Jayapura.

Wali Kota mengharapkan seluruh rangkaian pelaksanaan ibadah Sholat Ied dapat berjalan lancar, baik dan sukses.

“Walaupun kita berbeda tapi kita tetap satu sebagai warga kota yang baik beriman sebagaimana moto Pemerintah Kota Jayapura ‘Hen Tecahi Yo Onomi T'Mar Ni Hanased yang artinya Satu Hati Membangun Kota Untuk Kemuliaan Tuhan,” tukasnya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga