Wali Kota Kutuk Keras Aksi Pembunuhan Tukang Ojek

Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM mengutuk keras aksi kekerasan yang terjadi di Kota Jayapura.
Share it:
DR. Benhur Tomi Mano, MM
Jayapura, Dharapos.com 
Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM mengutuk keras aksi kekerasan yang terjadi di Kota Jayapura.

Salah satunya yang terjadi di kawasan Buper Waena, Minggu (25/6) hingga mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain.

“Dan saya minta pihak kepolisian secepatnya mengungkap kasus ini serta menangkap pelakunya. Karena saya tidak ingin aksi kejahatan yang menimpa warga saya yang lainnya di kota ini,” tegas saat dikonfirmasi, Selasa (27/6).

Wali Kota yang akrab disapa BTM ini sangat mengharapkan masyarakat bisa hidup dengan nyaman dan damai, tanpa ada rasa ketakutan.

Ia menegaskan, warga yang jadi korban pembunuhan adalah orang yang tidak bersalah dan sementara  mencari nafkah untuk keluarganya namun dihabisi tanpa sebab dan akibat.

“Saya sangat menyesal dan mengutuk keras atas pembunuhan tukang ojek yang sementara mencari nafkah untuk keluarganya. Karena itu, sekali lagi saya minta aparat kepolisian menangkap pelakunya dan di hukum setimpal dengan ada yang telah ia lakukan,” dorong BTM.

Apalagi, masalah kematian itu bukan hak manusia, namun hak Tuhan atau di tangan Tuhan, sehingga hal seperti ini seharusnya tidak boleh terjadi di Kota Jayapura, karena sangat tidak manusiawi dan agama pun melarangnya.

“Saya minta para Ondoafi yang ada di Port Numbay bisa menjaga kedamaian di kota ini, dimana orang-orang yang datang ke rumah kita harus menghormati tatanan –tatanan adat dan lainnya, karena Kota Jayapura ini adalah rumah, istana dan honay kita bersama,” tukasnya.

Terpisah, masyarakat Pati yang tergabung dalam Paguyuban Kerukunan Keluarga Pati (KKP) Kota Jayapura, didukung dengan paguyuban Jember dan Madura serta lainnya,  bersepakat kasus curas hingga menyebabkan salah satu warganya meninggal dunia, harus di kawal sampai tuntas.

“Pelakunya harus dihukum seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya agar kejadian ini tidak terulang kembali menimpa masyarakat Pati ataupun masyarakat lainnya yang tinggal di Kota Jayapura,” desak Ketua Paguyuban KKP Kota Jayapura M. Parso dalam pertemuannya bersama Ketua paguyuban Jember dan Madura di kediamannya di Entrop, Selasa (27/6).

Gabungan paguyuban ini juga mengutuk keras pelaku pembunuhan, karena almarhum sebagai tulang punggung keluarga meninggalkan 4 orang anak dan 1 istri di Arso.

Mereka juga mendesak Pemerintah Kota harus ikut turun tangan, sehingga warga bisa merasa nyaman tinggal di Kota Jayapura.

“Kalau bukan pemerintah dan aparat keamanan yang mengayomi kita lalu siapa lagi,” keluhnya.
Karena, bagi mereka, pihak keamanan harus bisa memberikan rasa aman dan nyaman.

“Apalagi sampai saat ini sudah ada 6 warga Pati terbunuh dengan sia-sia dan pelakunya belum juga tertangkap. Karena itu kami minta kasus ini yang terakhir menimpa warga kami,” tegasnya.

Bahkan pada salah satu pernyataannya, Paguyuban KKP siap membawa kasus tersebut ke Polda Papua jika aparat  Polres Jayapura Kota tidak juga mampu mengungkap pelaku pembunuhan warganya yang jasadnya ditemukan Minggu (25/6)

Budi Hariyanto, warga asal Pati, profesi sehari-harinya sebagai tukang ojek dan biasanya mangkal di perempatan Garuda Abepura, diketahui hilang dan tidak ada komunikasi sejak Kamis (22/6).

Budi kemudian ditemukan di daerah Buper Waena, Minggu (25/6) sekitar jam 17.00 WIT dengan kondisi luka bacok di tangan, sementara HP dan motor korban dibawa lari pelaku.

Jasad korban ditemukan warga sekitar karena bau menyengat dengan kondisi muka yang sudah hancur bahkan perut sudah membusuk hingga di kerumuni belatung.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments: