Wali Kota Lepas 30 Calon Mahasiswa UKSW ke Salatiga

Sebanyak 30 calon mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mendapat pembekalan dari Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM sebelum diberangkatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura pada 12 Juni mendatang.
Share it:
Pelepasan calon mahasiswa asli Port Numbay yang ditandai dengan penandatanganan surat pernyataan oleh para
calon mahasiswa bersama orang tua dengan Kadis Pendidikan yang di saksikan oleh Wali Kota,
Jumat (9/6) bertempat di aula Sian Soor, kantor Wali Kota Jayapura
Jayapura, Dharapos.com 
Sebanyak 30 calon mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mendapat pembekalan dari Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM sebelum diberangkatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura pada 12 Juni mendatang.

Pembekalan tersebut sekaligus pelepasan calon mahasiswa asli Port Numbay yang ditandai dengan penandatanganan surat pernyataan oleh para calon mahasiswa bersama orang tua dengan Kadis Pendidikan yang di saksikan oleh Wali Kota, Jumat (9/6) bertempat di aula Sian Soor, kantor Wali Kota Jayapura.

Wali Kota sebelum melepas ke 30 calon mahasiswa UKSW tersebut menyatakan bahwa, program ini merupakan yang pertama kali dibuat olehnya guna menyejahterakan anak-anak Port Numbay.

“Program afirmatif eksen ini bertujuan untuk menyiapkan sumber daya manusia yaitu anak-anak asli Port Numbay supaya menjadi cerdas dan pintar serta dengan harapan jika mereka selesai nanti, mereka akan kembali untuk mengabdi dan membangun negerinya sendiri,” harapnya.

Dijelaskan pria yang akrab disapa BTM, saat anak-anak tersebut menjalani kuliah di UKSW, mereka akan dibina dalam dua hal yakni mendapatkan ilmu agar menjadi pintar dan juga iman mereka diisi di UKSW Salatiga .

Pembekalan dan pelepasan calon mahasiswa PKP3N Tahun Ajaran 2017-2018 ini turut dampingi para rang tua dan  dihadiri Sekretaris Daerah Kota Jayapura, Rasmus D. Siahaya, SH, MM.

Foto bersama usai prosesi pelepasam
Kepada para orang tua dan calon mahasiswa, BTM mengaku telah membangun asrama Port Numbay untuk laki-laki dan perempuan.

Tak hanya itu, satu unit rumah juga turut dibangun untuk kepentingan para orang tua yang hendak ke Salatiga bisa menginap di rumah tersebut.

“Pemkot membiayai seluruh kebutuhan mahasiswa dan tugas anak-anak hanya untuk belajar,” sambung BTM.

Diakui pula, program ini walau menjadi cemooh banyak orang bahkan orang Port Numbay juga tidak mendukung program ini.

Namun orang nomor satu di provinsi Papua ini terus melanjutkan program yang telah melahirkan anak Port Numbay yang berkualitas bukan saja di Indonesia tapi juga di Boston Amerika Serikat.

Ia pun secara tegas berjanji jika kedapatan ada anak-anak yang mabuk dan hamil maka akan langsung di pulangkan.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kota Jayapura, I Wayan Mudiyasa, S.Pd, M.MPd juga menambahkan 30 calon mahasiswa yang dianggap terbaik ini sudah mengikuti tahapan seleksi.

Mereka yang lolos seleksi sebanyak 25 calon mahasiswa asli Port Numbay dan 5 mahasiswa asli Papua dan umum yang lahir di Port Numbay.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga