Wali Kota : Tidak Boleh Ada Pungli di Sekolah

Proses penerimaan peserta didik baru untuk tahun ajaran 2017/2018 khususnya di Kota Jayapura pada semua jenjang pendidikan tidak diperkenankan melakukan pungutan liar (Pungli).
Share it:
Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM
Jayapura, Dharapos.com 
Proses penerimaan peserta didik baru untuk tahun ajaran 2017/2018 khususnya di Kota Jayapura pada semua jenjang pendidikan tidak diperkenankan melakukan pungutan liar (Pungli).

Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano secara tegas mengingatkan hal itu kepada seluruh pengelola sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA/SMK.

“Tidak boleh ada pungutan liar di sekolah," tegasnya, saat pertemuan bersama seluruh kepala SD, SMP dan SMA/SMK se Kota Jayapura, Kamis (22/6).

Penegasan tersebut menindaklanjuti surat dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI kepada seluruh kepala daerah di Indonesia termasuk Wali Kota Jayapura.

“Suratnya sementara disiapkan Sekretaris Daerah untuk segera didistribusikan ke semua jenjang pendidikan yang ada di kota ini,” lanjutnya.

Karena itu, jauh-jauh hari Wali Kota mengingatkan kepada seluruh kepsek, dewan guru dan tata usaha.

Hal ini juga bisa berimbas jika kepala sekolah tidak saling senang dengan wakil kepala sekolah atau dewan guru. Kemudian terjadi aksi foto secara diam-diam sebagai barang bukti atau menggunakan cara lain untuk menjatuhkan kepala sekolah maka bagi Wali Kota tidak ada ampun karena peringatan ini jauh-jauh hari disampaikan walikota.

Sebagaimana yang terjadi terhadap istri Gubernur Bengkulu yang baru saja mengalami operasi tangkap tangan.

“Saya tidak ingin kepala sekolah mengalami nasib yang sama seperti istri Gubernur Bengkulu tersebut. Untuk apa dengan hanya pemberian Rp100.000 sampai Rp1.000.000 saja lalu menyeret nama baik kepala sekolah,” imbuhnya.

Wali Kota lebih menekankan ini kepada para guru wanita karena jika hal ini terjadi maka pihak sekolah tentu malu terhadap publik di Kota Jayapura.

“Makanya sekali lagi saya ingatkan bahwa syarat penerimaan siswa/siswi baru di tahun ajaran baru tahun 2017/2018 ini pungutan-pungutan liar tidak boleh dilakukan. Karena walaupun KPK tidak menangkap, akan tetapi mata Tuhan tertuju kepada orang yang baik dan orang yang jahat,” cetusnya

Pria yang akrab disapa BTM ini mengaku jika mengingatkan hal ini lebih awal karena dirinya sangat mengasihi semua kepsek yang telah membantunya dalam meningkatkan mutu dan kualitas anak didik di seluruh jenjang pendidikan di Kota Jayapura.

Bahkan ia juga meminta kepada para kepsek, dewan guru dan tata usaha serta keluarga sekolah untuk bagaimana berupaya agar setiap sekolah mencapai kualitas Adiwiyata.

“Jangan beranggapan bahwa hal tersebut tidak penting dan sangat susah serta banyak kerjaan karena perlu anad ketahui bahwa sekolah yang belum menuju sekolah Adiwiyata Nasional maka sekolah tersebut terlihat kumuh,” bebernya.

Karena itu, dalam kepemimpinan 5 tahun ke depan, putra asli Port Numbay ini mengharapkan setiap sekolah bisa menjelma menjadi sekolah yang bersih, hijau dan berwawasan lingkungan.
Bahkan, Wakil Wali Kota Ir. H. Rustan Sari, MM diberikan tugas oleh Wali Kota untuk menindaklanjuti program tersebut.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments: