WFP Papua Resmi Akhiri Program di Kota Jayapura

World Food Programme (WFP) Papua akhirnya resmi mengakhiri program di Kota Jayapura.
Share it:
Penyerahan kendaraan operasional oleh Kepala WFP Papua, Tania Thenu Barends kepada Ketua TP PKK
Kota Jayapura, Ny. Christine Mano disaksikan pihak Pemkot Jayapura dalam hal ini diwakili
Sekda atas nama Wali Kota bertempat di kediaman Wali Kota, Sabtu (17/6)
Jayapura, Dharapos.com 
World Food Programme (WFP) Papua akhirnya resmi mengakhiri program di Kota Jayapura.

Menandai itu, WFP menyerahkan kendaraan operasional kepada TP PKK Kota Jayapura, dimana sejak beberapa tahun lalu melakukan kerja sama  dengan Pemerintah Kota dalam pemberian makanan tambahan anak sekolah.

Penyerahan di lakukan oleh Kepala WFP Papua, Tania  Thenu Barends kepada Ketua TP PKK kota Jayapura, Ny. Christine Mano yang turut disaksikan pihak Pemkot Jayapura dalam hal ini diwakili Sekda atas nama Wali Kota bertempat di kediaman Wali Kota, Sabtu (17/6).

Ny. Christine dalam sambutannya mengatakan Kota Jayapura pertama kali menjadi pilot project program makanan tambahan anak sekolah ini yaitu di Distrik Muara Tami.

“Karena itu ia mengharapkan agar melalui Dinas Pendidikan Kota Jayapura, program pemberian makanan tambahan anak sekolah ini dapat terus berjalan,” harapnya.

Dikatakan, selama 2 tahun lebih WFP dalam melaksanakan program bersama-sama Pemkot membentuk satu kelompok kerja yang diketuai oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura dan  di dalamnya ada TP PKK, Bappeda, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pertanian, Kantor Ketahanan Pangan dan juga Balai POM serta Dinas Kesehatan.

“Saya berharap agar Pemerintah Kota Jayapura dapat mengadopsi kegiatan ini dan dijadikan sebagai suatu program yang berkelanjutan, artinya dilaksanakan terus-menerus. Karena program ini telah menjadi primadona bagi anak-anak sekolah yang  membutuhkan makanan tambahan,” tukasnya.

Kepala WFP Papua Tania Thenu Barens juga mengatakan program pemberian makanan tambahan anak sekolah berbasis pangan lokal ini mendapat dukungan dari Pemkot Jayapura yang ditindaklanjuti dalam perencanaan dan penganggaran sehingga program itu boleh berjalan sampai dengan tahun ini.

WFP, lanjut Tania, merasa sangat bangga dan berbahagia serta beruntung mempunya ibu yang bisa menjadi kampiun untuk program pemberian makanan tambahan gizi anak sekolah.

Advokasi WPF memberikan contoh nyata di Papua walaupun itu dimulai dari 10 sekolah kemudian meningkat menjadi 12 sekolah di Muara Tami.

Dukungan dari Pemkot Jayapura melalui SKPD terkait dalam perencanaan dan penganggaran sangat luar biasa. Karena untuk membangun sumber daya manusia yang hebat supaya Papua bisa mandiri, sejahtera dan bisa bersaing itu harus dimulai dengan landasan yang paling hakiki yaitu gizi.

Sekda Kota Rasmus D. Siahaya, SH, MM saat menyampaikan sambutan mewakili Wali Kota Jayapura
“Percuma jika kita menginvestasi semua hal baik guru hebat, kurikulum bagus, sekolah bagus , tapi kalau anak datang ke sekolah dengan perut kosong maka kita tidak akan bisa mengharapkan terlalu banyak bahwa kita bisa membuat perubahan. Jadi harus dimulai investasi dari sisi gizi sebagai fondasi yang hebat,” tandas Tania.

Ia menambahkan, mobil yang diberikan sebagai bentuk dukungan pihaknya terhadap upaya yang dilakukan oleh Ketua TP PKK Kota Jayapura dan jajarannya dengan harapan bisa membantu lebih banyak dalam operasional sehari-hari.

Sekda Kota Jayapura , Rasmus D. Siahaya, SH, MM mewakili Wali Kota Jayapura mengakui apapun yang dilakukan dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan semuanya bisa dinikmati.

“Tetapi kalau itu hanya bersifat temporer saja maka kita tidak akan sampai pada sebuah visi yang berkelanjutan itu,”cetusnya.

Ditegaskan pula, dalam kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota saat ini, program prioritas baik pendidikan dan kesehatan menunjukkan konsistensi dan komitmen yang kuat secara sustainable yang dilakukan oleh keduanya.

“Dimana fakta hari ini bahwa Kota Jayapura bisa menjadi excellent, itu karena sebuah motivasi dan pendampingan dari seorang pemimpin yang mempunyai hati untuk kepentingan rakyatnya,” tegasnya.

Wali Kota, lanjut Sekda, tidak  ingin melihat orang per orang atau kelompok-kelompok tetapi melihat Kota Jayapura secara komprehensif dalam rangka mendorong kota ini menjadi barometer bagi Papua dan bagi Indonesia bagian timur.

Komitmen walikota lima tahun ke depan untuk membangun SDM Port Numbay sangat jelas.

“Pendidikan sangat penting namun tak kalah penting juga kesehatan karena tidak mungkin orang datang melakukan proses pendidikan dalam kondisi yang tidak prima. Dan untuk menjadikan dia memiliki kondisi yang prima apalagi usia sekolah maka gizi menjadi penting untuk diperhatikan,” sambungnya lagi.

Karena itu, Wali Kota mengharapkan kepada seluruh warga masyarakat kota Jayapura terutama ibu-ibu untuk memperhatikan gizi anak dengan baik sejak dini.

“Setiap pagi ketika anak dipersiapkan untuk menuju sekolah pastikan bahwa asupan gizi anak untuk hari itu tercukupi, sehingga dengan komitmen itu, maka kita doakan untuk 5, 10 tahun dan 20 tahun kedepan anak-anak negeri ini menjadi tuan di negerinya sendiri.  Bukan untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk kepentingan masyarakat secara keseluruhan di Kota Jayapura, masyarakat di Papua dan masyarakat Indonesia pada umumnya,”  tukasnya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga