25 Juli Difungsikan, Wawali Tinjau Pasar Entrop

Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM telah menginstruksikan Pasar Entrop yang terletak di Distrik Jayapura Selatan akan difungsikan pada 25 Juli mendatang.
Share it:
Wakil Wali Kota Jayapura Ir. H. Rustan Saru, MM saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi
Terminal Lama Entrop dan kios-kios penjual yang berada di sepanjang jalan tersebut
Jayapura, Dharapos.com 
Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM telah menginstruksikan Pasar Entrop yang terletak di Distrik Jayapura Selatan akan difungsikan pada 25 Juli mendatang.

Mengingat pasar yang didanai Pemerintah pusat ini sudah rampung sejak tahun lalu dan akan segera di tempati para pedagang.

Menindaklanjuti itu, Rabu (12/7), Wakil Wali Kota Jayapura Ir. H. Rustan Saru, MM melakukan peninjauan langsung ke lokasi Terminal Lama Entrop dan kios-kios penjual yang berada di sepanjang jalan tersebut.

Berkaitan dengan itu juga, sosialisasi dan pemberitahuan juga sudah di lakukan sebelumnya oleh Pemerintah Kota Jayapura, dengan memberi batas waktu sampai 17 Juli 2017, semua kios yang bertebaran di pinggiran jalan Terminal Lama Entrop dan lapangan Ampas depan jalan masuk pasar tersebut harus segera ditertibkan.

Pantauan media ini, Wawali yang dikawal personel Satuan Polisi Pamong Praja dan Dishub kota langsung turun ke lokasi dan mengecek satu persatu para pemilik kios.

“Sebelumnya Wali Kota Jayapura telah memberikan surat pemberitahuan untuk seluruh pedagang yang diterbitkan sampai dengan tanggal 17 Juli dan terkait itu juga para pedagang sudah menerimanya,” terangnya saat dikonfirmasi di sela-sela peninjauan.

Untuk diketahui pula, para pemilik kios yang bertebaran di pinggiran jalan tersebut selain melakukan aktivitas jual beli juga menjadikan tempat usahanya sebagai rumah tinggal.

Wawali saat menyempatkan diri berdialog dengan salah satu pedagang Mama Papua
Khusus untuk lapangan Ampas tidak ada bermasalah, menurut Wawali, hanya saja ada beberapa pemilik kios yang telah mendapat izin menggunakan tempat tersebut dari Kepala Suku Timotius Dawir.

“Namun pada prinsipnya Pemerintah kota tetap melarang untuk membangun di sekitar lokasi tersebut karena semua kios akan ditertibkan,” cetusnya.

Dan dalam pemberitahuan itu, tegas Wawali sangat jelas, bahwa kepada seluruh pemilik kios sebelum tanggal 17 Juli sudah harus berkemas-kemas untuk kembali melakukan aktivitas jual beli di tempat semula dan tidak boleh dilakukan di pinggiran jalan ataupun di sekitar lapangan Ampas dan bekas Terminal Entrop.

“Perlu saya tegaskan juga bahwa langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Jayapura sungguh sangat baik yang mana tentunya untuk memberikan kecerahan kota dan menjaga kota agar tetap bersih, indah dan nyaman,” tandasnya.

Karena lokasi tersebut dari kacamata Pemkot, terlihat sangat kumuh sehingga seluruh pedagang yang berjualan di pinggiran jalan tersebut perlu ditertibkan.

Untuk itu, Wawali meminta masyarakat agar memahaminya dan dengan kesadaran sendiri membantu Pemkot dalam rangka menjaga kebersihan dan keindahan Kota Jayapura.

Karena jika tidak dilakukan dari saat ini, maka ke depan dipastikan Kota Jayapura akan terlihat kumuh.

Wawali juga meminta warga agar dapat membantu Pemerintah dalam membersihkan dan merapikan barang-barang miliknya agar kelihatan lebih baik.
Puluhan kios yang siap ditertibkan Pemkot Jayapura

Diakuinya pula, rata-rata para pedagang yang notabene adalah masyarakat pendatang yang tentu datang untuk mencari nafkah namun mereka harus menaati dan tertib terhadap aturan Pemkot Jayapura.

“Para pedagang pasti memahami apa maunya Pemerintah namun berdasarkan surat dari Kepala Suku Dawir yang membuat mereka mempertahankan untuk tetap berjualan di lokasi mereka,” sambungnya.

Ditambahkan pula, Pemkot sudah melakukan pendekatan dan sosialisasi dan sehingga mereka nanti dipindahkan ke tempat yang aman agar bisa melanjutkan aktivitas jual beli barang dagangan demi kelangsungan hidup keluarga mereka.

Salah satu mama Papua juga yang ditemui Wawali diberikan penjelasan untuk pindah dari tempat tersebut juga meresponsnya dan ingin juga untuk dipindahkan.

“Memang pemerintah tidak melakukan penggusuran karena Pemerintah juga mengetahui bahwa masyarakat tersebut juga berjualan untuk kelangsungan hidup mereka, namun di sisi lain mereka harus memahami peraturan Pemerintah kota Jayapura untuk tidak melakukan aktivitas jual beli di atas bahu jalan bahkan di trotoar,” kembali tegasnya.

Pemkot juga nantinya akan melakukan mediasi dengan Suku Dawir terhadap para pedagang yang telah diberikan surat kuasa untuk melakukan aktivitas jual beli di lokasi tersebut.

“Pada prinsipnya para pedagang tidak ada masalah karena mereka tetap mengikuti aturan Pemerintah Kota Jayapura. Hanya saja saat ini surat dari Timotius Dawir yang dipertahankan oleh para pedagang,” tukasnya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments: