Arus Peti Kemas di Pelabuhan Jayapura Alami Penurunan

Arus peti kemas di Pelabuhan Jayapura pada semester I Tahun 2017 mengalami penurunan, dimana dari target sebanyak 80 ribu ternyata hanya mencapai 44 ribu.
Share it:
Pelabuhan Peti Kemas Jayapura
Jayapura, Dharapos.com 
Arus peti kemas di Pelabuhan Jayapura pada semester I Tahun 2017 mengalami penurunan, dimana dari target sebanyak 80 ribu ternyata hanya mencapai 44 ribu.

Walau begitu, arus peti kemas mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Artinya berdasarkan pembanding tahun lalu di tahun 2016 ,arus peti kemas berkisar 88.000 lebih sehingga dapat diprediksi untuk semester 1 tahun 2017 arus peti kemas sekitar 50 ribu lebih. Namun realisasi kurang lebih sama dengan tahun 2016 di mana sekitar 44 ribu untuk semester 1 tahun 2017,” demikian disampaikan General Manager (GM ) PT. Pelindo IV Jayapura Yusuf Yunus yang dikonfirmasi baru-baru ini.

Hal tersebut jika dilihat dari sisi pendistribusian barang ke daerah pegunungan saat ini sedikit berkurang.

“Ini juga diakibatkan faktor keamanan atau faktor ongkos angkutan yang perlu dilakukan 1 treatment untuk mengurangi biaya tersebut,” lanjut Yunus.

Diakuinya, PT. Pelindo juga sudah berupaya untuk menjalin kerja sama dengan beberapa pihak yang kaitannya dengan sembako.

“Dua bulan sebelum Lebaran, kita sudah stok daging bekerja sama dengan perusahaan perdagangan Indonesia sebanyak 20 ton. Sampai dengan Lebaran kami membekap harga daging sehingga hanya mencapai Rp100 ribu per kilogramnya dan semua berjalan lancar. Nantinya ada stok baru juga yang akan masuk dalam waktu dekat kurang lebih 20 ton daging,” urai Yunus.

GM. PT. Pelindo IV Jayapura, Yusuf Yunus
Untuk itu, pihaknya berharap komoditi lain seperti bawang, telur hingga daging ayam yang akan di suplai dari luar dengan perusahaan perdagangan Indonesia dapat menstabilkan harga di Papua.

Dirincikan pula, dari 44 ribu arus kontener yang masuk, lebih banyak pada komoditi sembako, semen dan material pembangunan.

“Kita berharap mendekati Natal dan Tahun Baru arus peti kemas kembali terjadi peningkatan dimana dengan peningkatan Pro Pot tentu seiring dengan  program pengembangan infrastruktur, pengadaan suprastruktur dan penataan soft structure,” harap Yunus.

Dijelaskan pula, sebagai salah satu pintu gerbang ekonomi di Provinsi Papua pihaknya sangat berharap Pelabuhan Jayapura akan tumbuh dengan mordenisasi serta perbaikan dan pendataan terhadap sistem layanan.

“Hal tersebut bisa dilihat pada pembangunan infrastruktur PT. Pelindo yakni dermaga karena kita mem-backup 14 kabupaten/kota di Provinsi Papua

Ditegaskan pula, untuk Jayapura jika berkaca 5 tahun yang lalu masih berada di bawah Maluku namun saat ini arus petikemas sudah melebihi provinsi berjuluk “1000 Pulau” itu jika dilihat dari sisi pro potnya.

Pihaknya juga berharap ada satu goodwill dari Pemerintah Provinsi Papua dalam mengatur keamanan, ketertiban dan kelancaran roda perekonomian.

"Karena dengan demikian akan mengimplikasikan satu pembangunan yang sangat besar dan indikatornya adalah di pelabuhan sebagai pintu gerbang ekonomi. Hal ini juga nantinya akan menjadi acuan kita dalam berdiskusi dengan pihak terkait,” tukasnya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Ekonomi

Masukan Komentar Anda:

0 comments: