Atasi Kemacetan, Dishub Kota Fungsikan Seluruh Terminal di Kota Jayapura

Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perhubungan setempat terus melakukan perbaikan-perbaikan di sektor lalu lintas jalan agar tidak terlihat semrawut dan memicu terjadinya kemacetan.
Share it:
Petugas Dishub dan Lantas Polres Jayapura saat melakukan pemeriksaan kelengakapan angkot
Jayapura, Dharapos.com 
Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perhubungan setempat terus melakukan perbaikan-perbaikan di sektor lalu lintas jalan agar tidak terlihat semrawut dan memicu terjadinya kemacetan.

Dalam hal ini, seluruh terminal yang ada di Kota Jayapura difungsikan.

Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dishub Kota, Justin Sitorus, SH, MH mengungkapkan pihaknya bekerja sama dengan Polres Jayapura Kota untuk menertibkan angkot-angkot yang parkir di luar terminal yang kelihatan begitu semrawut.

Langkah tersebut menindaklanjuti amanat UU Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas angkutan jalan dimana ditegaskan penumpang umum wajib singgah di terminal.

Sedangkan sanksi hukumnya yaitu diatur dalam Pasal 278 UU Nomor 22 Tahun 2009 dikenakan sanksi sebesar Rp 250.000 apabila tidak memasuki atau tidak singgah di terminal.

“Aturannya sangat jelas dan kita mengarah ke regulasi UU Nomor 22 Tahun 2009,” cetusnya.

Selain itu juga, Dishub dan Polres Jayapura Kota telah melakukan pengawasan dan ditemukan 33 angkot yang terjaring yang uji berkala telah mati dan habis masa izin trayekna

“Izin yang sudah mati yakni trayek B1, B2, B3 dan B4 serta trayek G, H dan E,” rincinya.

Sitorus menegaskan, pengawasan akan rutin di lakukan, agar angkutan umum tersebut wajib untuk singgah di terminal. Karena selama ini mobil-mobil tersebut hanya nongkrong di Mall Jayapura dan juga beberapa titik macet.

“Karena kota ini semakin semrawut dan bahkan banyak titik macet, sehingga kita akan berupaya dengan memfungsikan terminal-terminal yang ada,” tukasnya.

Terpisah, Kepala Dishub Kota  Jayapura, Elby Uneputti turut menegaskan bahwa apa yang dilakukan pihaknya sesuai amanat UU Nomor 22 Tahun 2009, dan instruksi Wali Kota bahwa semua   kendaraan diwajibkan masuk terminal.

Hal ini untuk memfungsikan ulang terminal yang ada bagi semua kendaraan sehingga semua  trayek B1, B2, B3, B4 dan kode G,H dan trayek E diarahkan harus menurunkan penumpang di terminal Mesran.

“Dan ini akan terus dilakukan oleh Pemerintah kota, agar fungsi terminal bisa berjalan dengan baik dan juga tidak terjadi kemacetan di sana sini,” tandasnya.

Ditambahkan, Pemkot melalui Dishub Kota telah mengumumkan pemberlakuan ini sejak satu Minggu lalu melalui RRI.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments: