Audisi Lomba Masak Ikan Nusantara Munculkan 3 Koki Terbaik Asal Biak

Menyambut perayaan 72 Tahun Kemerdekaan RI tahun ini, masyarakat diajak meningkatkan konsumsi ikan yang merupakan bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Gerakan memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).
Share it:
Foto bersama 3 koki terbaik terpilih dari Biak Numfor masing-masing Johana Padwa, Mathelda F. Maryen dan
Ludia Ronsumbre usai Lomba Masak Ikan Nusantara, Bertempat di Hotel Asanah Biak, Selasa (25/7)
Biak, Dharapos.com
Menyambut perayaan 72 Tahun Kemerdekaan RI tahun ini, masyarakat diajak meningkatkan konsumsi ikan yang merupakan bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Gerakan memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Salah satunya melalui ajang Lomba Masak Ikan Nusantara yang dilaksanakan bersama Primarasa.co.id, situs masak Femina Group, Sekretariat Negara (Kemensesneg), Kementrian Kesehatan Kemenkes), Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kantor Staf Presiden (KSP), serta Kementrian Pariwisata (Kemenpar) RI.

Biak menjadi salah satu kota yang ditunjuk panitia untuk menggelar audisi Lomba Masak Ikan Nusantara setelah Batam pada 16 Juli dan Pontianak pada 18 Juli.

Akhir audisi, tiga koki terbaik terpilih dari Biak Numfor Papua masing-masing Johana Padwa dengan menu masakan Petatas isi Ikan Tuna, Mathelda F. Maryen dengan menu masakan Kerang Tumis Labu Kuning, dan Ludia Ronsumbre dengan menu masakan Sop Ikan Kakap.

Bertempat di Hotel Asanah Biak, Provinsi Papua, Selasa (25/7) berlangsung Audisi Lomba Masak Ikan Nusantara yang ke tiga.

Roadshow telah dimulai di Batam (16/7) dan Gorontalo (18/7) untuk mengaudisi dan bertemu langsung koki terbaik di daerah masing-masing yang dapat mengolah ikan menjadi hidangan lezat dan bergizi.

Khusus di Biak, peserta audisi diminta membuat Kuah Ikan Kuning dan Papeda menggunakan alat dan bahan yang sudah disiapkan panitia.

Selanjutnya roadshow akan berlangsung di Jakarta (28/7) dan Pontianak (1/8) dengan babak puncak akan diadakan di Jakarta (11/8) mendatang.

Pemenang dari kompetisi masak ini akan mendapatkan kesempatan workshop dan memasak untuk Presiden Joko Widodo pada perayaan 17 Agustus 2017 di Istana Negara.

Terlepas dari apa yang dilombakan pada Lomba Masak Ikan Nusantara, Panitia Lomba Masak dari Biak Numfor juga melaksanakan lomba masak lokal untuk pasangan Suami Istri (Pasutri).

Untuk lomba tersebut, nilai terbaik jatuh pada pasutri Thomas Ondy dengan nilai 111, nilai terbaik ke dua jatuh pada pasutri Mahasunu (107) dan untuk nilai terbaik ke tiga jatuh pada pasutri Henny Ronsumbre dengan nilai 103.

Bupati Biak Numfor, Thomas AE. Ondy, SE, MM mengharapkan ajang tersebut dapat mendorong masyarakat untuk lebih mengenal masakan ikan.

“Indonesia bisa dikatakan lumbung ikan dunia dan Biak dengan kekayaan hasil lautnya bisa menjadi masa depan Indonesia di Pasifik,” cetusnya, sebelum dimulainya lomba.

Dikatakan Bupati, ikan dapat memperbaiki ekonomi rakyat, meningkatkan kesehatan dan gizi manusia, serta mendorong pariwisata juga lingkungan hidup.

Bupati, Thomas AE. Ondy, SE, MM didampingi Stafsus Kepala Staf Kepresidenan RI  Charisma Albanjar saat 
membuka Lomba Masak Ikan Nusantara bertempat di Hotel Asanah Biak, yang ditandai pemukulan tifa
“Karena itu, saatnya makan ikan untuk masa depan Indonesia. Pastikan anak-anak kita adalah generasi emas yang sehat, kuat dan cerdas dengan mengonsumsi ikan setiap hari,” ajaknya.

Ikan dengan kandung protein tinggi dianggap solusi bagi masalah gizi buruk (stunting) yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia.

Memiliki wilayah perairan hingga 70 persen, Indonesia seharusnya memiliki budaya mengonsumsi ikan yang membuat tubuh sehat, kuat dan pikiran cerdas.

Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa peningkatan gizi menjadi sangat penting untuk menjawab kebutuhan generasi Indonesia yang sehat, kuat, cerdas, dan berkarakter untuk meningkatkan daya saing bangsa Indonesia di kawasan maupun global.

Melalui lomba ini juga diharapkan dapat mendorong keragaman kuliner Indonesia sebagai produk wisata yang dapat menjadi salah satu daya tarik wisatawan nusantara maupun mancanegara untuk melakukan perjalanan wisata.

Berkaitan dengan lomba, masyarakat yang tidak bisa mengikuti audisi masih dapat berpartisipasi dengan cara mengirimkan foto dan resep masakan berbahan dasar ikan melalui www.primarasa.co.id (online), menghubungi Hotline (021) 4682 5555 setiap hari Senin-Jumat pukul 09.00-17.00 WIB (jam kerja), atau mengirimnya melalui pos/kurir ke Panitia Lomba Masak Ikan Nusantara Gedung Femina Jl. HR. Rasuna Said Kav. B32-33, Jakarta Selatan 12930. Pendaftaran Lomba ditutup pada tanggal 2 Agustus 2017.

Lomba Masak Ikan Nusantara terbuka bagi seluruh warga negara Indonesia berusia 18-55 tahun yang memiliki identitas resmi dan punya minat memasak.

Kriteria penilaian meliputi: rasa, penyajian atau presentase, kreativitas dan kebersihan.

Panitia juga sudah menemukan enam koki terbaik dari Batam dan Gorontalo yang masuk dalam daftar 30 Semi Finalis Lomba Masak Ikan Nusantara.

Perwakilan dari Batam adalah Endang (Dawet Datin), Sri Sudaryani (Lawar Cumi) dan Sri Ekowati (Lontong Singkong Tongkol).

Sedangkan tiga terbaik dari Gorontalo yaitu Anita Attu (Iloni Burger), Narti Buo (Ikan Santan Goroho), dan Non Lahibu (Ikan Woku Gabus Bumbu Kuning).

Femina Group adalah perusahaan yang bergerak dalam industri media berbasis konten, baik cetak maupun digital.

Femina Group yang telah menghasilkan 14 majalah untuk segmen anak-anak, remaja, hingga dewasa selama empat dekade menjadi majalah pertama yang diluncurkan pada tahun 1972.

Sementara Jakarta Fashion Week menjadi signature event dari perusahaan yang memiliki moto “Setiap kesempatan adalah langkah untuk berkembang dan setiap tantangan menjadi kesempatan berinovasi”.

(Hend DK)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments: