Bupati Apresiasi Dukungan Semua Pihak Sejahterakan Masyarakat Sarmi

Pemerintah Daerah Kabupaten Sarmi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada semua pihak baik TNI /POLRI, tokoh adat, agama dan tokoh masyarakat serta para kelompok tani buah naga di wilayah tersebut.
Share it:
Bupati Drs. Eduard Fonataba saat berkesempatan melakukan panen buah naga 
Sarmi, Dharapos.com
Pemerintah Daerah Kabupaten Sarmi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada semua pihak baik TNI /POLRI, tokoh adat, agama dan tokoh masyarakat serta para kelompok tani buah naga di wilayah tersebut.

Apresiasi dan ucapan terima kasih tersebut diberikan karena telah mendukung aktivitas penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan demi menyejahterakan masyarakat di Kabupaten Sarmi.

Bupati Drs. Eduard Fonataba mengakui ada sebagian masyarakat yang harus di beri perhatian baik orang Bonggo maupun masyarakat Papua yang ada di SP 4, agar ekonomi mereka juga bisa menjadi baik.

Apabila masyarakat Sarmi tidak berhasil dalam berkebun maka Bupati dan Wakil Bupati serta OPD terkait juga ikut gagal.

Diakui Bupati, selama ini dirinya mengharapkan masyarakat Sarmi masing-masing mempunyai lahan kebun minimal 1 hektar lebih.

“Jika cita - cita 5 hektar terlalu besar, maka diupayakan 1 hektar dulu  dalam rangka mendidik masyarakat menjadi mandiri,” akuinya seraya mengharapkan semua masyarakat dapat terlibat dalam berkebun. Karena tanpa itu, maka sulit bagi mereka untuk memajukan ekonomi keluarg," akuinya saat menghadiri panen raya perdana buah naga yang berlokasi di SP 4, Kampung  Wing Jaya, Distrik Bonggo Timur, Kabupaten Sarmi, Kamis (20/7).   .

Bupati 3 periode ini merincikan tanaman unggulan di kabupaten Sarmi adalah kelapa, yang diikuti kakao, jeruk dan nangka. Dan yang menjadi mimpi Bupati, kota ombak ini harus sama dengan Koya sebagai penghasil buah.

Ia juga mengingatkan soal alat perekat masyarakat yaitu Bhinneka Tunggal Ika.

“Karena lewat kekuatan Bhinneka Tunggal Ika, maka Sarmi akan menjadi Tanah Kanaan artinya tanah yang berlimpah susu dan madu. Jadi, tidak boleh ada keributan tetapi yang ada hanya kedamaian,” tandas Bupati.

Salah satu petani, Rusidi mengakui awal dirinya melakukan budidaya tanaman buah naga tersebut sejak 2012 dengan jumlah penanaman awal hanya 500 batang.

“Buah naga ini merupakan jenis bibit Filipina yang di datangkan dari Jember, Jawa Timur,” terangnya.

Menurut Rusidi, buah naga jenis Filipina sangat cocok dengan tanah di Bonggo sedangkan untuk jenis Thailand tidak cocok dengan tanah di wilayah tersebut.

Ia kemudian berkesempatan merincikan proses awal cara menanam buah naga hingga panen  memakan waktu 1 - 9 bulan serta berproduksi secara berkesinambungan hingga 20 tahun.

Rusidi juga berharap Pemerintah setempat dapat membantu mereka untuk akses jalan masuk dan  serta pengadaan mesin produksi yang akan digunakan untuk mengolah isi buah naga ini menjadi jus sementara kulitnya menjadi kerupuk.


(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments: