Datangi Disdukcapil Kota Jayapura, Walikota Apresiasi Pilihan Pemda Wondama

Sebanyak 16 Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Pemerintah Kabupaten Wondama, Provinsi Papua Barat resmi mendatangi Kota Jayapura.
Share it:
Foto bersama Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM didampingi Kepala Disdukcapil Kota
Jayapura Merlan S. Uloli, SE, M.Si dan ASN asal Pemkab Teluk Wondama
Jayapura, Dharapos.com
Sebanyak 16 Aparatur Sipil Negara (ASN)  asal Pemerintah Kabupaten Wondama, Provinsi Papua Barat resmi mendatangi Kota Jayapura.

Kedatangan tersebut, tepatnya di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Jayapura adalah untuk meniru sistem pelayanan publik  yang dilaksanakan di instansi tersebut.

Ke 16 ASN ini akan berada di Kota Jayapura selama tiga hari sejak 24 – 26 Juli guna menyaksikan secara langsung sistem pelayanan pada Disdukcapil yang berhasil meraih ISO 9001 – 2008.

Kedatangan mereka di terima langsung oleh Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM yang di damping Kepala Disdukcapil  setempat, Merlan S. Uloli, SE, M.Si.

Wali Kota menuturkan Dispendukcapil menjadi salah satu dari sejumlah  SKPD di lingkup Pemkot Jayapura  yang selalu tampil dengan inovasi-inovasi baru dalam memberikan pelayanan kepada publik.

“Salah satu inovasi yang sangat spektakuler  yaitu hanya dengan menekan Hp tipe android maka akta kelahiran langsung jadi,”  tuturnya.

Hal ini sesuai dengan keinginan Wali Kota untuk memberikan pelayanan yang cepat, tepat, door to door, antar RT,  RW, Kelurahan dan kampung di seluruh Kota Jayapura.

“Dimana petugas juga dilengkapi motor  dan mobil khusus pelayanan untuk melayani masyarakat yang bermukim di daerah yang padat penduduknya,” sambungnya.

Wali Kota mencontohkan, untuk penerbitan akta kelahiran, Pemkot  bekerja sama dengan beberapa rumah sakit yang ada di Kota Jayapura baik itu, milik pemerintah maupun swasta.

Dengan kemudahannya, ketika Ibu-ibu melahirkan, saat meninggalkan RS,  sudah langsung membawa pulang akta kelahiran. Meski tentunya tergantung juga dari data surat nikah orang tua hingga kartu keluarga.

Penerapan sistem ini diawali dengan penandatanganan MoU bersama para kepala RS.

Inovasi lain yang di gagas Pemkot melalui Disdukcapil Kota jayapura, yaitu dengan melakukan pendataan orang asli Papua (OAP) khusus orang Port Numbay yang ada di 14 kampung berdasarkan marga.

“Hal ini dilakukan agar setiap program berjalan kita bisa mengetahui masyarakat di 14 kampung, berapa orang asli Port Numbay sehingga program dari  dana otonomi khusus dapat menyentuh langsung kepada mereka,” tandasnya.

Kemudian, bisa diketahui berapa anak di kampung yang bersekolah di SD, SMP, SMA dan SMK serta perguruan tinggi. Termasuk juga berapa jumlah ibu hamil sehingga program Otsus benar-benar fokus langsung kepada mereka.

Bahkan pada Januari 2018 mendatang, Wali Kota mengaku pihaknya telah menyiapkan dana sebesar Rp 500 juta yang bersumber dari dana APBD khusus untuk pendataan orang asli Papua yang ada di
Kota Jayapura.

Tak hanya itu saja, pelayanan nikah massal baik Muslim maupun Kristen yang tidak dikenai biaya alias gratis juga menjadi andalan Disdukcapil Kota Jayapura.

Inovasi baru yang juga diungkapkan Wali Kota saat pertemuan dengan Disdukcapil Kabupaten Wondama yaitu  Kampung Tertib Administrasi Kependudukan seperti salah satunya Kampung Kayu Batu.

“Semua warga kampung memiliki data administrasi kependudukan yang lengkap,” cetusnya.

Untuk meraih semua itu, Wali Kota menegaskan bahwa harus ada komitmen dari pemimpin dengan menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, karena proses pelayanan di Kota Jayapura menggunakan sistem IT.

Pada kesempatan tersebut, orang nomor satu di ibukota Provinsi Papua ini minta pihak Disdukcapil Kota Jayapura agar menyiapkan berbagai  dokumen termasuk peraturan daerah untuk diperlihatkan kepada peserta magang dan dapat diterapkan nantinya saat kembali ke Wondama.

“Kami siap untuk membantu saudara-saudara dalam melaksanakan magang di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Jayapura,” tandasnya.

Pria yang akrab di sapa BTM ini juga mengingatkan peserta magang untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kota Jayapura merupakan kota perubahan dan peradaban di tanah Papua dan saudara tidak salah memilih untuk belajar di kota ini. Karena yang selalu menjadi keinginan kami, Kota Jayapura harus menjadi berkat bagi tanah Papua dan Papua Barat,” tukasnya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments: