Disdikbud Kota Terapkan Sistem PPDB Online dan Rayonisasi

Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan setempat telah menerapkan pendaftaran secara online dan berbasis zonasi di tahun pelajaran 2017-2018 ini.
Share it:
I Wayan Mudiyasa, S.Pd, M.MPd
Jayapura, Dharapos.com 
Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan setempat telah menerapkan pendaftaran secara online dan berbasis zonasi di tahun pelajaran 2017-2018 ini.

Diberlakukannya basis zonasi adalah berkaitan dengan perwilayahan atau secara rayonisasi yang bertujuan  untuk  mengatur jarak peserta didik dengan sekolah  berdekatan.

“Sehingga waktu datang ke sekolah anak-anak tidak terlambat dan juga pemerataan jumlah siswa di masing-masing sekolah,” terang Kepala Disdikbud Kota Jayapura, I Wayan Mudiyasa, S.Pd, M.MPd, Rabu (12/7).

Diakuinya, selama ini menjadi fenomena dimana-mana bahwa ada sekolah-sekolah yang tidak mendapat siswa sementara di lain pihak terjadi penumpukan pada sekolah-sekolah tertentu saja.

“Maka di tahun ini kita buat pemodelan atau inovasi yang baru untuk sistem zonasi,” urainya.

Di sisi lain juga, agar semua sekolah mendapat siswa dan pihak guru juga dalam tunjangan profesi guru tidak pindah-pindah atau tidak menambah jam di luar sekolah.

“Karena dengan begitu, akan meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus juga mengurangi kemacetan artinya orang tua yang radiusnya jauh maka akan mengantar anaknya dengan mobil. Tapi jika  kita bisa mengurangi 50 sampai 100 atau 200 mobil keluar setiap pagi maka akan mengurangi kemacetan di Kota Jayapura,” sambungnya.

Namun jika berdekatan dengan sekolah, maka para orang tua hanya mengantar anak dengan motor bahkan bisa tanpa kendaraan.

Sehingga diharapkan dengan kebijakan ini, bisa sedikit membantu mengurangi kemacetan di titik-titik tertentu seperti di Kalam Kudus, SMA Negeri 4 maupun di kawasan Abepura.

Yang perlu dipahami oleh masyarakat, lanjut Kadis, adalah diberlakukannya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 17 tentang penerimaan peserta didik baru.

Di mana untuk tahun ini, persatuan pendidikan atau per sekolah maksimum 36 rombongan belajar sedangkan untuk SMA dan SMK sebanyak 47 rombel. Sedangkan untuk SMP itu maksimumnya 33 rombel.

“Dengan demikian, daya tampung untuk masing-masing sekolah terutama yang bertatus negeri dan selama ini dianggap unggulan oleh masyarakat, akan mengalami penurunan,” tukasnya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga