Dividen Pemkot Nihil Karena Bank Papua Masuk Kategori BDPI

Direktur Keuangan Bank Papua, Rudi Dharma membenarkan soal dividen Pemerintah Kota Jayapura tahun 2017, nihil.
Share it:
Direktur Keuangan Bank Papua, Rudi Dharma
Jayapura, Dharapos.com 
Direktur Keuangan Bank Papua, Rudi Dharma membenarkan soal dividen Pemerintah Kota Jayapura tahun 2017, nihil.

Dimana sebelumnya Pemkot menargetkan dividen sebesar Rp 7.370.527.537,-

Kondisi ini dikarenakan Bank Papua masuk regulasi Otoritas Jasa Keuangan dan terhitung sejak April 2017, masuk dalam kategori Bank Dalam Pengawasan Intensif (BDPI).

“Oleh regulasi itu, maka Bank Papua dilarang memberikan dividen kepada pemegang saham, juga di larang memberikan kredit bagi nasabah dan dilarang menaikan gaji pegawai,” demikian pernyataan Rudi saat dikonfirmasi, Jumat (28/7).

Pernyataan tersebut sekaligus sebagai penjelasan karena sebelumnya pihak Bank Papua mendapat sorotan dari Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM saat Rapat koordinasi PAD Kota Jayapura yang berlangsung di ruang rapat Wali Kota.

Hal ini diakuinya telah mempengaruhi kinerja PAD Kota Jayapura pada triwulan pertama hingga kemudian masuk pada triwulan kedua yang tetap masih di bawah target.

Padahal untuk saham Pemerintah Kota Jayapura tahun 2017, menurut penilaian Rudi cukup baik.

Bahkan, untuk tahun 2017 ada komitmen dari Pemkot sebesar Rp 7.285.000.000, guna memberikan tambahan setoran modal saham.

“Langkah ini merupakan komitmen Pemerintah Kota untuk menambah modal usaha pada Bank Papua,” tukasnya.

Rudi  juga menambahkan terkait hal itu, Bank Papua sudah menyiapkan berbagai langkah agar bisa keluar dari BDPI.

Hal senada juga dibenarkan Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Jayapura, Fachruddin Pasollo.

Ia menegaskan jika hal itu merupakan kebijakan dari perbankan dalam rangka  melakukan penataan internal, sehingga khusus untuk dividen Pemkot pada penyertaan modal adalah nihil untuk tahun 2017.

“Dan ini juga berlaku untuk semua kabupaten sebagai pemegang saham,” tukasnya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments: