Sukses, Festival BMW V 2017 Raih 3 Penghargaan

Festival Biak Munara Wampasi (BMW) V 2017 telah dilaksanakan pada tanggal 1 – 4 Juli 2017, dimana pembukaannya berlangsung di taman Hotel Nirmala Beach, Samau, Biak Kota.
Share it:
Sejumlah penghargaan turut mewarnai suksesnya pelaksanaan Festival BMW V, 1 - 4 Juli 2017 
Biak, Dharapos.com
Festival Biak Munara Wampasi (BMW) V 2017 telah dilaksanakan pada tanggal 1 – 4 Juli 2017, dimana pembukaannya berlangsung di taman Hotel Nirmala Beach, Samau, Biak Kota.

Ajang BMW ini merupakan even promosi potensi wisata daerah yang dikemas dalam bentuk pagelaran seni budaya Biak, wisata bahari, pesona alam, sejarah dan pameran handycraft.

Memasuki tahun ke V penyelenggaraannya, ajang promosi kehidupan masyarakat di pulau berjuluk
“Karang Panas” ini telah mendatangkan pengakuan dan apresiasi dari berbagai pihak.

Salah satunya dari Pemerintah Kota Batu Malang atas nama Wali Kotanya, H. Eddy Rumpoko yang memberikan kenang-kenangan kepada Bupati Biak Numfor terkait pelaksanaan Festival BMW.

Dibalik pemberian penghargaan itu pula, ternyata menjadi bukti kedekatan emosional antara Wali Kota Batu dengan negeri di utara Papua ini yang notabene adalah putra dari Brigjen. Sugiono yang merupakan mantan Wakil Gubernur Irian Jaya di era tahun 70-an.

Rumpoko sangat berharap Biak bisa setara dengan kota-kota wisata lainnya di Indonesia seperti Bunaken, Batu, Banyuwangi, Bandung dan lain-lain.

Penghargaan juga datang dari ORI (Original Record Indonesia) untuk 816 orang penabuh tifa (alat musik tradisional).

RHR mencatat perahu tradisional “Wairon” sebagai perahu layar tradisional terbesar di dunia
ORI mencatatkan baru pertama kali di Indonesia khususnya di Biak, terukir sejarah dimana telah ditabuh tifa sebanyak 816 lengkap dengan penabuhnya dan ini merupakan sejarah nasional dan dunia.

Perwakilan ORI secara resmi menganugerahkan penghargaan tersebut kepada Bupati Biak Numfor, Thomas Alfa Edison Ondy atas prestasi yang telah dicapai.

Penghargaan berikut datang dari Record Holder Republic (RHR) di Inggris.

RHR mencatat perahu tradisional “Wairon” sebagai perahu layar tradisional terbesar di dunia.

Dan yang tak kalah penting, Kementerian Pariwisata RI sudah menjadikan Festival BMW masuk kalender even Nasional.

Dimana untuk Provinsi Papua, ada 3 even festival yang dimasukkan dalam skala nasional dan salah satunya dari Biak Numfor yaitu  even BMW.

Sebagai kalender even tentunya, diharapkan kepada penyelenggara bisa mengemas secara profesional karena ini merupakan salah satu hal yang dititipkan oleh Presiden pada setiap even atau festival-festival yang berskala sudah nasional harus ditangani secara profesional.

Melihat Festival BMW, Deputi Menteri Pariwisata Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti mengakui memang suatu festival tidak bisa instan menjadi festival yang bagus tapi perlu waktu.

Pemerintah Kota Batu Malang atas nama Wali Kotanya, H. Eddy Rumpoko memberikan  kenang-
kenangan kepada Bupati Biak Numfor terkait pelaksanaan Festival BMW V Tahun 2017
“Saya sangat berharap Bupati Biak Numfor dapat memaksimalkan potensi yang ada agar Festival Biak Munara Wampasi ini dilaksanakan setiap tahun dengan persiapan yang lebih baik lagi,” harapnya.

Masih menurutnya, Festival BMW merupakan wadah untuk melestarikan tradisi yang dimiliki di Biak Numfor sehingga diharapkan pula bisa menjadi wadah berkreasi dan berprestasi karena melibatkan begitu banyak kalangan.

“Kegiatan ini sungguh luar biasa dan bagus sekali, karena punya potensi, karakter, hingga punya ikon yang berbeda dengan festival-festival yang ada di tempat lain terutama yang berkaitan dengan budaya seperti menginjak bara api yang bisa dijadikan ikon dari even BMW,” tandasnya optimis.

Munara Wampasi memiliki arti masing-masing, Munara (Pesta Adat) sedangkan Wampasi (Musim surut air laut).

Jadi, Munara Wampasi adalah Pesta rakyat yang digelar saat air laut berada pada posisi surut terpanjang berkisar antara bulan April – Agustus setiap tahunnya.

Munara Wampasi menggambarkan ungkapan syukur dan terima kasih kepada Tuhan atas berkat yang melimpah ruah.

Sebelumnya, pembukaan Festival BMW dihadiri Ketua MRP, Bupati dan Wakil Bupati Biak Numfor, Ketua, Wakil serta anggota DPRD dan Forkopimda setempat, serta pimpinan TNI/POLRI.

Momen pembukaan Festival BMW V Tahun 2017 yang ditandai dengan penabuhan tifa secara bersama-sama
Kemudian, hadir pula, petugas pencatatan ORI dan pencatatan rekor dunia dari  Inggris, perwakilan
Wali Kota Batu Malang, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua, budayawan, tokoh agama, adat serta tokoh perempuan, tamu undangan, 861 penabuh tifa serta masyarakat Biak Numfor yang mengambil bagian pada pesta ini.

Pada sambutannya Bupati Biak Numfor Thomas A. Ondy mengatakan Festival BMW V Tahun 2017 memiliki 10 even yang ditampilkan, antara lain seperti wisata alam, budaya, sejarah, adat.

Ada juga wisata buatan, yang dilaksanakan untuk menarik minat kunjungan masyarakat seperti melakukan lomba foto bawah laut, fotografi segmen adventure keindahan alam,  juga Biak Tempo dulu serta  wisata sejarah.

Ditegaskan Ondy, penyelenggaraan Festival BMW V tahun ini oleh Pemerintah Biak Numfor dalam rangka mengangkat budaya Biak itu sendiri.

Pada momen yang sama, ia juga tak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bupati Raja Ampat atas sumbangan sebuah kapal Phinisi, dalam upaya kerjasama Pemda Raja Ampat, Provinsi Papua Barat dan Pemerintah Biak Numfor Provinsi Papua.

Dalam hal ini terkait budaya antar kedua kabupaten yang diketahui sama, sebab sebagian masyarakat Raja Ampat pun memiliki asal usul dari Biak Numfor.

Bupati Biak Juga mencanangkan tanggal 1 Juli 2017 sebagai Hari Kebangkitan Budaya Orang Biak.

(Hend)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments: