Jemaat Eden Diminta Untuk Terus Tampilkan Keindahaannya

Ketua BP Am Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt Andrikus Mofu, M.Th menegaskan bahwa Eden yang hilang itu masih diabadikan di Jemaat GKI Eden Tanjung Ria.
Share it:
Peniupan lilin HUT ke 69 Jemaat GKI Eden Tanjung Ria yang dilakukan bersama-sama
Jayapura, Dharapos.com 
Ketua BP Am Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt Andrikus Mofu, M.Th menegaskan bahwa Eden yang hilang itu masih diabadikan di Jemaat GKI Eden Tanjung Ria.

Dimana hal itu dimaknai melalui keabadian, kekekalan, kebaikan dan keindahan yang harus terus terukir di Jemaat GKI Eden Tanjung Ria.

69 tahun perjalanan jemaat Eden menampakkan hal-hal yang luar biasa dimana yang salah satunya prestasi kerja yang ditunjukkan para pelayan sejak jemaat ini berdiri dan mengalami pergantian kepemimpinan hingga saat ini.

“Ini merupakan kesinambungan perjalanan sejarah yang terus menempatkan sebuah nilai dalam kehidupan sejati pertumbuhan Jemaat GKI Eden Tanjung Ria. Jemaat Eden senantiasa terpanggil untuk memenuhi tri panggilan gereja yaitu bersekutu, bersaksi dan melayani,” akuinya.

Lanjut Ketua Sinode, memasuki usia ke - 69 ini, Jemaat GKI Eden Tanjung Ria harus terus bergairah aktif dalam melakukan tugas pelayanan dan pembinaan dalam rangka meningkatkan pertumbuhan Jemaat secara khusus di sisi koinonia persekutuan.

“Jemaat Eden harus terus aktif bersaksi baik itu ke dalam dan juga bersaksi keluar induk tanpa meninggalkan pembinaan karakter umat atau jemaat sebagai orang percaya yang hidup dalam ketaatan kepada Tuhan,” imbuhnya.

Untuk bersaksi keluar, jemaat aktif melakukan penginjilan keluar yaitu melakukan pembinaan bagi Jemaat di Keerom bahkan di Koya.

“Tugas kesaksian keluar tentu menjadi gerakan kita bersama untuk memberitakan Injil kepada dunia, memberitakan Injil dengan menyampaikan pesan-pesan Injil kepada dunia secara khusus konteks GKI di Tanah Papua,” sambung Ketua Sinode.

Ia juga menambahkan, Gedung Serba Guna (GSG) yang baru tidak boleh kosong tetapi di jadikan sebagai pusat pembinaan bagi pertumbahan rohani anak-anak sehingga tidak berkeliaran dan harus dilakukan secara intens.

Sementara itu, Kepala Biro Kesra Papua Naftali Yogi  dalam sambutannya mewakili Gubernur Lukas Enembe, SIP, MH mengapresiasi kekompakan dan kebersamaan serta persatuan yang sangat luar biasa.

Karena dengan itu, Jemaat GKI Eden Tanjung Ria bisa bersama-sama membantu dan membangun gereja.

“Dan semuanya indah pada waktunya,” ucapnya.

Lanjut Yogi, peran orang tua dan jemaat serta gereja menjadi sangatlah penting dalam membangkitkan semangat melayani tri panggilan gereja.

“Kita harus mengimplementasikannya melalui pembinaan mental spiritual terhadap anak-anak kita mulai usia dini sehingga terbentuk mental yang bagus dan tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal yang tidak kita inginkan. Karena mereka adalah tiang-tiang gereja masa depan,” dorongnya.

Yogi juga mengakui perhatian pemerintah lebih khusus Wali kota Jayapura yang selama ini selalu memperhatikan kebutuhan pelayanan di gereja-gereja. Begitu juga dengan kepedulian Gubernur Papua yang selalu menunjang kegiatan-kegiatan gereja.

Dan kerja sama ini sangat penting dalam membangun Papua.

“Di usia 69 tahun ini Gubernur juga berpesan biarlah jemaat ini indah sebagai Eden taman Tuhan,” tukasnya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments: