Kadisdik Diminta Wali Kota Infokan Item Pembiayaan PPDB

Walikota DR. Benhur Tomi Mano, MM telah menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, I Wayan Mudiyasa, S.Pd, M.MPd menginformasikan kepada masyarakat lewat media massa baik cetak maupun elektronik terkait proses penerimaan peserta didik baru.
Share it:
Ilustrasi siswa SMA saat mengikuti upacara bendera   
Jayapura, Dharapos.com 
Walikota DR. Benhur Tomi Mano, MM telah menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, I Wayan Mudiyasa, S.Pd, M.MPd menginformasikan kepada masyarakat  lewat media massa baik cetak maupun elektronik terkait proses penerimaan peserta didik baru.

Instruksi tersebut berkaitan dengan masalah pembayaran itu terhadap item apa saja begitu pula item yang tidak dikenakan pembayaran alias gratis.

Wali Kota, lanjut Kadis, mengingatkan bahwa penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2017-2018 ini dilakukan berdasarkan rayon dengan mengunakan sistem  online.

Menurutnya, alasan penerimaan berdasarkan rayon tersebut agar anak dekat dengan sekolah dan tidak terlambat ke sekolah serta tetap ada dalam pemantauan orang tua.

“Dalam hal ini harus di jelaskan kepada para orang tua peserta didik, item apa yang digratiskan oleh Pemerintah kota dan juga item mana yang harus dibayar sehingga mereka mengetahui apa yang disebut dengan pendidikan gratis,” lanjutnya.

Wali Kota juga mengakui jika satu keluarga mempunyai anak 1 hingga 3 orang anak yang bersekolah pada sekolah yang berbeda-beda tentu sangat memberatkan tanggungan orang tua.

“Kepala sekolah juga harus menjelaskan secara transparan kepada orang tua murid apa-apa yang digratiskan oleh peserta didik baru dan apa yang tidak. Kemudian kegiatan-kegiatan apa saja yang telah dilakukan dengan menggunakan dana BOS? Semua harus transparan dilakukan dan disampaikan kepada orang tua murid,” urai Kadis.

Sesuai surat edaran dari Komisi Pemberantasan Korupsi kepada Pemkot Jayapura dan diteruskan ke Dinas Pendidikan untuk dilanjutkan ke seluruh kepala sekolah menginstruksikan bahwa untuk tahun ajaran 2017-2018, tidak boleh dilakukan pungutan-pungutan terhadap peserta didik baru.

Sementara itu, Kadis dalam pernyataannya merincikan biaya sekolah sesuai peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Tahun 2009, terdapat tiga pembiayaan yakni pembiayaan operasional, investasi dan pembiayaan personal.

“Pembiayaan oleh orang tua itu adalah biaya personal yaitu biaya yang dikeluarkan oleh orang tua dan digunakan oleh anak itu sendiri.  Seperti anak  harus beli pakaian seragam, batik, kaos olahraga, atau baju kotak-kotak jika ada. Kemudian atribut, buku atau beli tas. Itulah yang harus dibiayai oleh siswa itu sendiri atau orang tuanya dan itu mutlak,” rincinya.

Ke semua ini wajib harus dibiayai oleh orang tua supaya masyarakat paham  mana yang menjadi tanggung jawab orang tua dan mana yang menjadi tanggung jawab Pemerintah.

“Untuk tahun pelajaran 2017-2018 ini Pemerintah kota sudah menyebarkan edaran bahwa di dalam PPDB tidak dipungut biaya. Dalam penerimaan peserta didik baru itu tidak dipungut biaya dan daftar ulang pun tidak dipungut biaya,” tukasnya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments: