Masalah Kesehatan Penyebab Kegagalan OAP Seleksi Polisi

Komisi I DPR Papua pada tanggal 20 Juli kemarin mendatangi Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri) guna menyampaikan aspirasi masyarakat terkait anak-anak asli Papua yang tidak lolos pada penerimaan Bintara beberapa waktu lalu.
Share it:
Ilustrasi Tes Seleksi Masuk Bintara Polisi
Jayapura, Dharapos.com
Komisi I DPR Papua pada tanggal 20 Juli kemarin mendatangi Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri) guna menyampaikan aspirasi masyarakat terkait anak-anak asli Papua yang tidak lolos pada penerimaan Bintara beberapa waktu lalu.

“Kami di sambut baik oleh Karo SDM dan seluruh perwira,” ungkap Ketua Komisi I DPR Papua Elvis Tabuni yang dikonfirmasi, di ruang kerjanya, Rabu (26/7).

Atas hal yang positif ini, pihaknya memberikan apresiasi kepada Mabes Polri atas respon baik mereka.

“Dalam pertemuan tersebut banyak hal yang sudah dijelaskan terkait kriteria-kriteria apa saja pada saat mengikuti tes dan ternyata kesalahan itu juga terdapat pada anak-anak kita sendiri terutama ada pada masalah kesehatan,” beber Tabuni.

Pada pertemuan tersebut, pihaknya juga meminta kepada Mabes Polri agar dalam penerimaan polisi di provinsi paling timur Indonesia, Orang Asli Papua (OAP) mendapat jatah 80 persen.

“Saran itu pun di terima, tetapi dari pihak Mabes Polri sendiri masih terkendala dalam segi keuangan, karena apabila penerimaan banyak akan terkendala pada saat pembayaran gaji,” urainya.

Ke depannya, akan dilakukan perbaikan dan direncanakan pada 2018 nanti, pihak DPR Papua akan bekerja sama dengan Mabes Polri.

“Tentang apa yang sudah dijelaskan oleh Mabes Polri dalam hal ini Karo SDM, akan kami sosialisasikan kepada Gubernur, serta para Bupati dan Wali Kota untuk bagaimana kita membantu mengalokasikan biaya ke Mabes Polri,” tukas Tabuni.

Di tempat yang sama, Anggota Komisi I DPR Papua Tan Wie Long yang pada saat itu mendampingi
Tabuni menyampaikan bahwa kegiatan kunjungan pihaknya ke Mabes Polri sungguh sangat bermanfaat.

“Ini sangat penting bagi kami di Papua, karena hal-hal yang sifatnya urgensi sesuai penjabaran dari Karo SDM sangat transparan. Dimana hal-hal yang berkaitan tentang calon siswa Polri tahun 2017 ini, sudah tidak bisa lagi kita utak-atik karena ini sudah menjadi sebuah keputusan yang dilakukan oleh Polri dan juga Polda Papua,” tandasnya.

Untuk itu, Wie Long menghimbau khususnya kepada seluruh warga Papua khusus para orang tua yang anak-anaknya berminat masuk sebagai Calon Siswa (Casis) baik di Polri maupun TNI agar berbenah sebelum mengikuti tahapan uji tes.

“Dan tentunya hal-hal yang berkaitan tentang kebutuhan secara fisiologis, visi dan sejarah serta manajemen administrasi bisa diawali di tingkat kabupaten masing-masing,” imbuhnya.

Tambah Wie Long, dari Komisi I secara khusus meminta kepada kepala daerah di tingkat Kabupaten/kota agar bisa diberikan fasilitas tentang pembiayaan dari para casis ini.

“Sehingga dari pihak kepolisian maupun TNI memberikan sebuah tahapan pelatihan secara keseluruhan itu. Karena mereka sudah memiliki dasar dari pada apa yang harus mereka lakukan kalau nanti sampai di Polda maupun Kodam dan apa yang akan diuji baik secara psikologis, fisik dan hal-hal lainnya,” pangkasnya.

(Vian)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments: