Masyarakat Biak dan Supiori Diajak Turut Lestarikan Tanaman Anggrek

Masyarakat di Kabupaten Biak Numfor dan Supiori diajak untuk turut berpartisipasi aktif dalam melestarikan tanaman Anggrek di kedua wilayah tersebut.
Share it:
Susan Wonatorey
Biak, Dharapos.com
Masyarakat di Kabupaten Biak Numfor dan Supiori diajak untuk turut berpartisipasi aktif dalam melestarikan tanaman Anggrek di kedua wilayah tersebut.

Himbauan tersebut disampaikan Ketua Persatuan Anggrek Indonesia (PAI) Cabang Biak Numfor, Susan Wonatorey usai digelarnya Workshop sehari yang bertema Budidaya Anggrek yang melibatkan kelompok-kelompok masyarakat (Pokmas) pecinta anggrek di Kabupaten Biak Numfor dan Supiori, bertempat di ruang pertemuan Lanud Manuhua Biak, Senin (3/7).

“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menebang pohon yang ada anggreknya,” himbaunya saat dikonfirmasi Beritapapua.Dharapos.com di Biak.

Wonatorey juga mengingatkan masyarakat untuk bagaimana  cara mengambil tanaman Anggrek.

“Jika pada satu pohon ada tiga Anggrek maka cukup mengambil satu saja dan membiarkan yang lainnya sehingga Anggrek kita bisa lestari,  sebab pohon juga merupakan tempat tumbuh bagi anggrek sekaligus juga menjaga lingkungan,” pintanya.

Persatuan Anggrek Indonesia (PAI) Cabang Biak Numfor menggelar workshop sehari yang bertema Budidaya Anggrek yang melibatkan kelompok-kelompok masyarakat (Pokmas) Pecinta Anggrek di Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori,  yang bertempat di ruang pertemuan Lanud Manuhua Biak.

Wonatorey menjelaskan,  bahwa pelaksanaan workshop ini merupakan rangkaian dari kegiatan lomba dan Pameran Anggrek yang juga bertepatan dengan Festival Biak Munara Wampasi (BMW) V Tahun 2017.

Untuk Pameran Anggrek sendiri bertema “Cintai Anggrek Papua Lestarikan Dari Kepunahan”.
Pameran dan lomba Anggrek itu sendiri dilaksanakan pada 1 - 4 Juli 2017 bertempat di Lapangan Cendrawasih Biak.

Wonatorey selanjutnya mengharapkan kepada sesama pengurus tetapi juga peserta lomba dan pameran Anggrek agar kegiatan ini bisa menjadi informasi kepada masyarakat bahwa Anggrek -anggrek Biak perlu dilestarikan dari kepunahan.

“Karena Anggrek kita di Biak sudah tidak sebanyak yang dulu,” sambungnya.

Diharapkan tindak lanjut dari para peserta Workshop,  untuk terus meningkatkan kemampuan membudidayakan Anggrek setelah menerima materi dan mengikuti praktik yang diajarkan.

Untuk Pameran serta lomba tanaman Anggrek sendiri diikuti sebanyak 19 stand dari 19 distrik yang berada di Kabupaten Biak Numfor dan juga partisipasi dari Kabupaten Supiori dan Kabupaten Nabire.

(Hend)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga