Menuju Kota Layak Anak, Wali Kota Dorong Sosialisasi UU Perlindungan Anak

Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM terus mendorong dilakukannya sosialisasi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan kepada anak.
Share it:
Pembukaan sosialisasi yang ditandai dengan penabuhan tifa secara bersama-sama 
Jayapura, Dharapos.com 
Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM terus mendorong dilakukannya sosialisasi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan kepada anak.

Mengingat, salah satu program Pemerintah yang dicetus Wali Kota yaitu Jayapura Menuju Kota layak Anak.

Meski demikian, diakui Wali Kota, banyaknya tindak kekerasan yang dilakukan terhadap anak-anak dikarenakan UU tersebut belum tersosialisasi dengan baik kepada seluruh lapisan masyarakat Kota Jayapura.

“Maka itu, ketika UU tersebut disosialisasikan maka diharapkan ke depan tidak ada lagi kekerasan terhadap anak-anak,” demikian pernyataan Wali Kota yang diwakili Wakil Wali Kota Ir. H. Rustan Saru, MM, pada kegiatan Sosialisasi UU Perlindungan Anak di 5 distrik dalam rangka Hari Anak Nasional dan HUT RI ke 72 Tingkat Kota Jayapura, Jumat (28/7).

Diakuinya, tindak kekerasan yang selama ini terjadi di Kota Jayapura dapat di minimalisir setelah UU tersebut disosialisasikan.

Diharapkan pula penyajian materi pada sosialisasi ini bisa dipahami dan dimengerti dan apa saja yang harus dilakukan para orang tua terhadap anak-anak demikian pula sebaliknya anak-anak terhadap orang tua.

Lanjut Wali Kota, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI telah membuat Permendikbud untuk mengganti MOS dengan pengenalan lingkungan sekolah yang dilaksanakan selama tiga hari pada saat jam belajar.

Dan di dalamnya tidak boleh ada tindakan kekerasan, namun harus memberikan pendekatan yang mendidik

“UU ini juga memberikan pengetahuan kepada para orang tua agar ke depan anak kita tidak mengalami tindakan kekerasan dan hal ini yang perlu untuk dilakukan. Karena Jayapura saat ini sedang menuju Kota Layak Anak,” lanjutnya.

Dilaksanakannya sosialisasi peraturan ini guna memberikan pemahaman kepada orang tua agar ke depan tidak dilakukan intimidasi atau kekerasan terhadap anak-anak

Wakil Wali Kota Ir. H. Rustan Saru, MM saat menyampaikan sambutan Wali Kota Jayapura 
Sosialisasi ini juga merupakan wujud tanggung jawab Pemkot Jayapura dalam menyosialisasikan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

“Upaya perlindungan terhadap anak akan terus dilakukan, karena anak merupakan bagian penting yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan hidup manusia,” sambungnya.

Pemkot juga telah banyak mengeluarkan kebijakan program dan kegiatan dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak.

“Namun hal tersebut belum terlaksana secara optimal karena masih terdapat kasus kekerasan terhadap anak yang dilakukan baik oleh teman sebayanya maupun orang dewasa yang terjadi di sekolah maupun di tempat-tempat umum,” akui Wali Kota.

Dan jika hal itu terus dibiarkan maka tentu akan mempengaruhi psikis anak bahkan saat dewasa anak pun akan menjadi pelaku kekerasan.

Pengasuhan yang berkualitas lanjut Walikota dapat membangun karakter anak serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan dari sejak usia dini.

“Dan kondisi keluarga di Kota Jayapura belum semuanya mempunyai kualitas yang memadai untuk dapat memenuhi hak dan memberikan perlindungan kepada anak dengan baik,” bebernya.

Maka melalui momen ini, Wali Kota dua periode ini berpesan kepada seluruh peserta sosialisasi agar apa yang disampaikan oleh nara sumber dapat dipahami, untuk kemudian ditindaklanjuti dengan merubah pola pembinaan kepada anak.

“Yang perlu saya ingatkan bahwa kekerasan terhadap anak ada konsekuensinya dan langsung berhadapan dengan aturan hukum yang berlaku apabila kita mengabaikan,” cetusnya.

Wali Kota juga mengingatkan untuk menjaga lingkungan sekitar agar tidak  lagi terjadi  tindak kekerasan terhadap anak sehingga rencana Jayapura sebagai Kota Layak Anak dapat terwujud.

Peserta sosialisasi
Sementara itu, laporan  panitia yang sampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB (DP3KB) Kota Jayapura, Betty A. Pui menuturkan tujuan kegiatan tersebut adalah untuk memberikan pemahaman tentang produk hukum perlindungan anak.

Kemudian, bersamaan juga dengan penyerahan 800 buku UU Perlindungan Anak kepada perwakilan peserta sosialisasi.

Hasil yang diharapkan dengan terlaksananya kegiatan sosialisasi UU Perlindungan Anak dalam rangka perayaan Hari Anak Nasional dan HUT RI ke-72 Tingkat Kota Jayapura adalah adanya peningkatan pemahaman tentang produk hukum perlindungan anak dan pemenuhan hak anak.

Serta adanya tindakan pencegahan pada segala bentuk kekerasan hingga diskriminasi terhadap anak sehingga mereka dapat hidup, tumbuh berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat manusia.

Peserta yang hadir sebanyak 1000 orang dari berbagai elemen masyarakat di 5 distrik se Kota Jayapura.

Dengan rincian, Distrik Jayapura Utara sebanyak 200 orang, Jayapura Selatan (200), Abepura (200), Heram (200) dan Distrik Muara Tami sebanyak 200 orang.

Pada momen ini pula di lakukan Penyerahan akta kelahiran gratis kepada 64 anak dari Kampung Enggros, kerjasama DP3KB Kota Jayapura, aktivis PATBM dengan Dispendukcapil setempat.

Turut pula dilangsungkan launching Telepon Sahabat Anak (TeSA) bekerja sama dengan DP3KB, Dinas Kominfo Kota dan PT. Telkom Jayapura.

Selain Kepala DP3KB Kota, narasumber lainnya yaitu Pengacara Nur Aida Duwila, SH dari LBH Apik Jayapura.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments: