Pemkot Ajak Semua Pihak Bersatu Padu Perangi Narkoba

Memerangi penggunaan narkoba di kalangan anak remaja khususnya terhadap mereka yang masih duduk di bangku pendidikan merupakan tanggung jawab semua pihak baik Pemerintah, masyarakat, BNN bahkan TNI dan Polri.
Share it:
Ir. H. Rustan Saru, MM
Jayapura, Dharapos.com 
Memerangi penggunaan narkoba di kalangan anak remaja khususnya terhadap mereka yang masih duduk di bangku pendidikan merupakan tanggung jawab semua pihak baik Pemerintah, masyarakat, BNN bahkan TNI dan Polri.

Karena jika tidak bersatu padu dalam memerangi barang  haram ini maka tentu dapat merusak generasi bangsa khusus generasi muda di Kota Jayapura.

Untuk itu, seluruh komponen masyarakat tanpa kecuali terutama anak-anak dan remaja harus terus diawasi dan kontrol agar mereka tidak terjerumus dalam penggunaan narkoba.

“Untuk Kota Jayapura, narkoba yang sering didapatkan masuk melalui jalan tikus perbatasan RI-PNG dan juga masuk melalui laut Argapura, Hamadi dan Dok 9,“ ungkap Wakil Wali Kota, Ir. H. Rustan Saru, MM saat memberikan sambutan pada acara Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di Kota Jayapura, Kamis (13/7).

Menyikapi itu, Pemerintah Kota Jayapura telah melakukan kerja sama dengan Negara Papua New Guinea  (PNG) melalui program “Sister City” atau kota kembar antara kota Jayapura, Vanimo dan Kota Wewak.

Pemkot juga telah membangun Pos Laut di Hamadi yang akan tempati BNN dan Imigrasi serta Kepolisian sehingga ada kontrol terhadap orang-orang yang akan memasukkan barang-barang haram tersebut ke wilayah Kota Jayapura.

Juga, rencana pembangunan kantor perbatasan yang berdekatan dengan kantor Distrik Muara Tami.

Jika kantor tersebut sudah terbangun maka akan difungsikan untuk memeriksa orang-orang dan barang yang masuk dari PNG ke Kota Jayapura.

Diakuinya, meski pos penjagaan perbatasan ada namun para penyelundup barang haram tersebut berhasil masuk melalui 2 jalan tikus yang diketahui tidak mendapat penjagaan, sehingga narkotika yang masuk sulit untuk dilakukan penangkapan.

“Namun, jika Pos Muara Tami mulai terbangun dan difungsikan semua akses harus melewati wilayah tersebut sehingga mudah untuk mengetahui setiap barang atau orang yang melintas menuju Kota Jayapura," tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wawali juga mengungkapkan soal aparatur sipil negara di lingkup Pemkot Jayapura telah menjalani tes urine oleh BNN Papua terhadap 171 ASN K2.

Untuk hasil tes urine tersebut hingga saat ini belum didapat dari BNN Papua, namun jika terbukti maka ASN yang terbukti sebagai pemakai bahkan pengedar akan diberikan sanksi sampai pada tingkat pemecatan.

Terkait itu juga, Wawali juga mendorong  Dinas Pendidikan Kota Jayapura untuk terlibat juga dalam memberantas narkotika di mana peserta didik baru yang baru masuk ke SMP maupun SMA semuanya akan diperiksa.

Bahkan salah satu siswa SMK di Kota Jayapura ketahuan menggunakan narkotika.

Karena itu, Wawali tegaskan bahwa jika ketahuan calon siswa menjadi pengguna narkoba maka tidak boleh diterima di SMA maupun SMP sambil menunggu selesainya proses rehabilitasi.

Wawali juga mendorong Dinas Sosial Kota Jayapura yang telah melakukan pembinaan terhadap pengguna narkoba hingga selesai direhabilitasi agar diberi pelatihan dan dibina dalam bidang tata boga.

Pemkot di bawah kepemimpinan Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM, diketahui sangat konsen dengan pengembangan dunia pendidikan sehingga semua peserta didik di Kota Jayapura harus bebas dari hal-hal negatif seperti narkoba hingga seks bebas.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga