Pilgub Papua 2018, Klemen Tinal : LUKMEN Masih Lanjut

Konstelasi politik menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Papua 2018 mendatang makin meningkat.
Share it:
Duet Lukas Enembe dan Klemen Tinal siap melanjutkan kepemimpinan di periode kedua
Jayapura, Dharapos.com
Konstelasi politik menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Papua 2018 mendatang makin meningkat.

Sejumlah bakal calon Gubernur di provinsi paling timur Indonesia ini mulai melakukan berbagai manuver.

Lukas Enembe, Ones Pahabol, Jhon Wempi Wetipo, Lenis Kogoya, Paulus Waterpauw hingga Mesak Manimbor merupakan nama-nama kandidat calon yang saat ini menjadi perbincangan publik terkait siapa calon terkuat yang bakal merebut kursi orang nomor satu di Bumi Cendrawasih ini.

Bahkan kini teka-teki soal duet Lukas Enembe, SIP, MH dan Klemen Tinal, SE, MM bakal kembali melanjutkan kepemimpinan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur pada periode  2018-20123 turut menjadi bumbu penyedap pergerakan peta politik di Tanah Papua.

Terkait itu, Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal membenarkan hal itu.

Dia pun mengaku telah melakukan komunikasi politik dengan Lukas Enembe untuk kembali melanjutkan kepemimpinan LUKMEN jilid II.

Hal ini tentu didukung keinginan yang kuat dari masyarakat Papua yang masih menaruh harapan yang besar kepada kedua putra terbaik Papua ini dalam merampugkan pekerjaan yang belum selesai lima tahun ke depan.

“Saya ingin tegaskan bahwa tidak ada yang perlu dikuatirkan dengan kita berdua sampai kapan pun. Itu artinya yang lain tidak perlu maju.  Nggak usah terlalu  main politik karena kita berdua masih lanjut. Jadi tidak perlu yang lain buang-buang duit atau buang energi sebab semua ada  waktunya,” tegasnya ketika dikonfirmasi, baru-baru ini.

Tinal mengatakan, Papua adalah negeri yang sangat spesial dan khusus bukan seperti provinsi lain yang begitu gampang, karena terbukti negara saja menerapkan kebijakan Otonomi Khusus.

Karena itu, pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama dan bersatu membangun Papua.

Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, peraturan dan norma-norma yang mengatur tentang prosedur pencalonan sudah ada dan semua punya hak  yang sama di negara demokrasi ini.

“Tetapi kalau ternyata partainya sudah habis, mau diapakan lagi. Tapi kalau misalnya ada calon yang berhasil mendapatkan partai maka itu juga luar biasa,” cetusnya.

Disinggung soal peluang adanya calon tunggal dalam Pilgub Papua 2018,  mantan Bupati Mimika dua periode ini mengatakan segala sesuatu dimungkinkan bisa terjadi tergantung situasi saat itu.

“Kebutuhannya seperti apa,  kalau pada saat itu situasi memang butuh satu paslon saja. Kalau ternyata hanya satu orang yang maju ya puji Tuhan, kasih aja ke dia. Kalau dua orang maju puji Tuhan juga bertanding  saja dua-duanya. Tiga orang maju, ya... puji Tuhan juga silakan. Prinsip demokrasi kan seperti,” tandas Tinal.

Secara pribadi, ia mengaku tidak terlalu pusing dengan hal-hal itu.

“Pokoknya saya sangat menikmati jadi orang Papua dan saya senang bersahabat dengan semua orang,” tukasnya.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga