Polres Jayapura Berhasil Amankan Puluhan Botol Miras Oplosan

Kepolisian Resort Jayapura Kota berhasil mengamankan puluhan botol minuman keras (miras) oplosan dari lokasi yang berada di kawasan Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Senin (3/7).
Share it:
Puluhan botol miras oplosan yang berhasil diamankan dari lokasi di kawasan Entrop, Distrik Jayapura Selatan
Jayapura, Dharapos.com
Kepolisian Resort Jayapura Kota berhasil mengamankan puluhan botol minuman keras (miras) oplosan dari lokasi yang berada di kawasan Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Senin (3/7).

“Beberapa hari lalu, kami dari pihak Kepolisian Resort Jayapura Kota telah mengungkap dan menyita puluhan botol minuman keras oplosan,” ungkap Kapolres AKBP M. Tober Sirait, Jumat (7/7)

Dia mengaku kenapa sampai baru mengeksposnya dikarenakan adanya korban yang meninggal dan diduga akibat mengonsumsi miras oplosan.

“Itu setelah kami lakukan pengembangan kasus dan melakukan pencarian terhadap siapa yang melakukan pengoplosan minuman keras berbahaya ini,” akuinya.

Sementara itu, Kapolres merincikan dari barang bukti yang berhasil disita di TKP yaitu sebanyak 105 botol miras merek Black Lebel, 16 botol merk Chivas Regal dan botol kosong merk Red lebel siap saji sebanyak 70 botol.

“Saat ini kami sudah mengamankan 5 orang yang mengonsumsi dan dari keterangan mereka kami simpulkan sementara minuman berbahaya ini baru selesai diracik,” sambungnya.

Dari 5 orang yang ditahan, diakui Kapolres, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Karena menurut keterangan yang diperoleh dari kelima orang ini, merek mengaku merupakan teman dari si pelaku. Diduga si pelaku selesai meracik, lalu memanggil mereka untuk minum-minum dirumahnya,” bebernya.

Untuk di ketahui korban yang meninggal akibat mengonsumsi miras oplosan tersebut bernama Kiki pada 1 Juli lalu sedangkan korban lainnya bernama Musa masih menjalani perawatan di RS.

Diduga, pelaku berinisial MA asal Gorontalo dan sudah lama menetap di Jayapura sudah kabur meninggalkan Papua.

“Pelaku sudah kita tetapkan dalam DPO dan masih dalam pengejaran pihak kepolisian,” tukasnya.

(Vian)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Hukum dan Kriminal

Masukan Komentar Anda:

0 comments: