Sekda Pastikan Isu Soal Pungli di SMAN 2 Jayapura "Hoax"

Sekretaris Daerah Kota Jayapura, Rasmus D. Siahaya, SH, MM yang mewakili Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM, Senin (17/7) mendatangi SMA Negeri 2 yang berlokasi di kawasan Dok IX Atas, Distrik Jayapura Utara.
Share it:
Sekda Kota Rasmus D. Siahaya, SH, MM saat memantau pelaksanaan UNBK di SMAN 2 Jayapura belum lama ini 
Jayapura, Dharapos.com 
Sekretaris Daerah Kota Jayapura, Rasmus D. Siahaya, SH, MM yang mewakili Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM, Senin (17/7) mendatangi SMA Negeri 2 yang berlokasi di kawasan Dok IX Atas, Distrik Jayapura Utara.

Adapun kedatangan orang nomor tiga di Pemerintah Kota Jayapura tersebut dalam rangka mengecek kebenaran terkait adanya isu atau informasi pungutan liar (pungli ) yang di lakukan para guru di sekolah tersebut yang saat ini beredar di kalangan masyarakat  maupun orang tua siswa.

Kabarnya, informasi yang beredar di masyarakat, ada aksi pungli hingga Rp 2.000.000 kepada ortu siswa.

Berkaitan dengan itu, Sekda yang dikonfirmasi mengakui jika  informasi yang beredar itu tidaklah benar.

“Saat saya datangi SMA Negeri 2 serta meminta penjelasan kepala sekolah dan dewan guru ternyata informasi  tersebut memang tidak benar,” ungkapnya, Senin (17/7).

Pihak sekolah, menurut Sekda, menjelaskan bahwa saat melakukan pertemuan dengan orang tua pun tidak menyinggung sedikit pun soal adanya uang pendaftaran ulang atau uang untuk pembiayaan yang lainnya.

Dan selaku Pemkot,  Sekda langsung menegaskan bahwa isu tersebut adalah “Hoax”.

Diakui Sekda, pada kesempatan tersebut dirinya juga memberikan arahan kepada pihak sekolah baik guru dan tenaga tata usaha harus disiplin.

Pasalnya, saat kunjungan Sekda ke SMA Negeri 2 ternyata  sebanyak  5 orang tata usaha dan 4 orang guru tidak hadir tanpa keterangan.

Menyikapi itu,  Sekda langsung menginstruksikan ke 9 orang guru dan tata usaha tersebut untuk melapor ke dirinya di kantor Wali Kota, Selasa (18/7).

Pada momen yang sama, berkaitan dengan pencanangan Pekan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PPLS) oleh Wali Kota yang berlangsung di SMP Negeri 5 Jayapura, dirinya kembali menegaskan soal taman sekolah.

“Wali Kota meminta kepada semua dewan guru dan kepala sekolah di semua satuan pendidikan untuk menjadikan sekolah sebagai taman yang indah dan nyaman, sebagai tempat belajar yang nyaman bagi anak-anak, serta satu hal lagi tidak ada boleh kekerasan,” imbuhnya mengulangi arahan Wali Kota saat pencanangan PPLS.

Sekda pun menegaskan bahwa apa yang disampaikan Wali Kota tadi menekankan soal implementasi dari proses belajar mengajar yang menyenangkan.

“Bagaimana menciptakan lingkungan sekolah untuk menjadi menarik bagi semua peserta didik sehingga proses belajar mengajar bisa memberikan tarikan yang menyenangkan. Kemudian murid-murid juga merasa tidak ada penekanan tapi enjoy jika saat menjalani proses pembelajaran,” tegasnya.

Perlu diperhatikan pula, menyangkut bagaimana menata sekolah dari segi keindahan dan kerindangan

“Hal ini yang kita dorong sehingga sekolah yang ada di Kota Jayapura menjadi Sekolah Adiwiyata dan juga Adiwiyata Mandiri,” sambungnya.

Untuk itu, Pemkot  berharap semua proses yang ada di sekolah dapat ditunjang dengan kreativitas guru dalam menata lingkungan sekolah hingga ke dalam kelas.

Karena bagaimanapun juga kelas harus ditata agar anak-anak merasa senang dan nyaman saat mengikuti proses belajar mengajar.

“Jangan menjadikan sekolah atau kelas sebagai sesuatu yang menakutkan dan tidak nyaman sebelum mereka memasukinya,” imbun Sekda.

Ditambahkan Sekda, pada prinsipnya seluruh guru dan tata usaha yang berada di satuan pendidikan SMAN 2 mendukung kebijakan Wali kota.

Hal itu ditindak lanjuti dengan membuat komitmen bersama untuk bersikap disiplin dan giat menata sekolah sebagai tempat pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik.

“Mereka pun berbicara juga dengan para orang tua tentang peran mereka peserta didik dalam mendukung proses belajar mengajar di sekolah,” tukasnya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments: