Sidang Klasis XV, Wali Kota Paparkan Program Andalan di Bidang Keagamaan

Kota Jayapura sebagai tempat berlangsungnya Sidang Klasis ke XV GKI setempat kini telah berubah dan mengalami kemajuan yang sangat pesat.
Share it:
Wali Kota  DR. Benhur Tomi Mano, MM (kemeja biru) saat memaparkan program andalan dihadapan
peserta Sidang Klasis XV GKI Kota Jayapura berempat di jemaat Pniel Kotaraja, Kamis (27/7)
Jayapura, Dharapos.com
Kota Jayapura sebagai tempat berlangsungnya Sidang Klasis ke XV GKI setempat kini telah berubah dan mengalami kemajuan yang sangat pesat.

Dan tentunya keberhasilan ini diraih karena adanya kerja sama semua pihak yang merasa memiliki dan mencintai kota ini, baik itu Pemerintah, masyarakat hingga TNI dan Polri.

Bahkan, negeri yang kembali dipimpin Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM ini terus berupaya memaksimalkan program-program andalan dalam rangka menjawab kebutuhan masyarakat.

Secara khusus di bidang keagamaan, Wali Kota memaparkan jika pihaknya telah meluncurkan program atas kerja sama dengan Klasis GKI Jayapura yaitu perjalanan rohani para pendeta ke Tanah Israel. 

Dimana nantinya akan diseleksi Klasis setempat dengan mengutamakan para pendeta senior.

“Setiap  tahun nanti Pemerintah kota akan memprogramkan hal itu, sedangkan bagi rohaniawan Muslim akan diberangkat ke Tanah Suci Mekkah, juga Hindu dan Budha ke India,” rincinya di hadapan peserta Sidang Klasis XV GKI Jayapura, Kamis (27/7).

Pemkot juga telah membuat Peraturan daerah yang di dalamnya mengatur larangan penjualan pada hari Minggu baik kepada toko, kios, mall, supermarket serta aktivitas kantor yang melakukan olahraga pada hari tersebut.

“Kami sudah keluarkan Peraturan daerahnya, yaitu larangan beraktivitas mulai pukul 06.00-12.00 WIT demi menghargai umat Kristen yang sementara menjalankan aktivitas beribadah kepada Tuhan,” akuinya.

Mengingat ada mall, toko maupun supermarket yang tetap mempekerjakan orang Kristen pada hari Minggu padahal seharusnya menjadi hari peribadatan mereka kepada Tuhan.

Pemkot juga, akan menyiapkan Peraturan Wali Kota untuk mengatur waktunya lokasi-lokasi rekreasi pantai seperti Base’G, Hamadi, Holtekamp dan pantai Abe melakukan aktivitas yang dimulai sejak pukul 11.00 WIT keatas.

Pasalnya, banyak keluarga GKI malah sudah menikmati aktivitas rekreasi di pantai-pantai tersebut tanpa mengindahkan ibadah Minggu.

Berkaitan dengan program keagamaan, khususnya dalam pelayanan publik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Jayapura, diantaranya program nikah gratis bagi warga Kristen juga bekerja sama dengan Klasis GKI  Jayapura.

“Kemudian dalam program pendataan penduduk, Pemerintah Kota Jayapura juga telah memulai dengan membuat kartu keluarga di jemaat Pniel Kotaraja yang dibebaskan dari tanggungan biaya,“ rinci Wali Kota.

Belum lagi program khusus melalui instansi yang sama sejak periode pertama kepemimpinan pria yang akrab BTM ini yakni mendata orang-orang asli Port Numbay yang ada di 14 kampung berdasarkan marga.

Hingga kemudian, menarik sejumlah kabupaten di Papua dan Papua Barat untuk melakukan studi banding terkait berbagai keberhasilan dari program dimaksud seperti yang baru saja dilakukan Kabupaten Teluk Wondama setelah Kabupaten Manokwari dan sejumlah daerah lainnya.

“Dan Januari 2018, Pemerintah Kota akan mulai mendata orang asli Papua berdasarkan marga khususnya yang tinggal di Kota Jayapura,” tandasnya.

Wali Kota menegaskan seluruh pelayanan yang dilakukan adalah semata-mata fokus untuk kepentingan masyarakat Kota Jayapura.

Pria yang akrab disapa BTM ini juga meminta pihak jemaat ataupun gereja dapat berkoordinasi langsung dengan Pemkot melalui Dispendukcapil Kota Jayapura untuk melakukan pelayanan e-KTP gratis kepada warga jemaat di gereja.

“Karena petugas kami selalu siap karena dilengkapi dengan motor keliling bahkan mobil keliling yang siap untuk merekam e-KTP di setiap gereja dan tidak dipungut biaya apapun,” sambungnya.

Pada kesempatan tersebut BTM tak lupa mengingatkan kepada peserta sidang dan seluruh masyarakat Kota Jayapura bahwa pelaksanaan Nikah Catatan Sipil tidak bisa digabungkan dengan nikah gereja.

“Karena semuanya harus terpusat di kantor dispendukcapil Kota Jayapura,” tukasnya.


(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments: