Target PAD Kota Hingga Triwulan II 2017 Baru Capai 48,64 Persen

Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Jayapura hingga triwulan II tahun 2017 baru mencapai 48,64 persen senilai Rp.79.973.212.632 dari total target Rp.164.433.590.000,- atau defisit Rp 2.243.582.368 (1,36 persen).
Share it:
Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM saat memimpin Rakor PAD Kota Jayapura Tahun 2017, Jumat (28/7) 
Jayapura, Dharapos.com 
Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Jayapura hingga triwulan II tahun 2017 baru mencapai 48,64 persen senilai Rp.79.973.212.632 dari total target Rp.164.433.590.000,- atau defisit Rp 2.243.582.368 (1,36 persen).

Belum tercapai target ini berdasarkan analisa Dispenda sebagaimana yang di sampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Jayapura, Fachruddin Pasollo bahwa penyebab melambatnya capaian realisasi normal yakni pertumbuhan ekonomi secara regional maupun nasional fluktuatif dimana trennya cenderung menurun.

Selain itu perubahan beberapa kebijakan nasional maupun daerah yang menghapus/melarang adanya pemungutan objek-objek retribusi daerah yang potensial seperti retribusi KTP dan akta Capil, retribusi izin tempat penjualan minuman beralkahol yang berdampak pada penurunan setoran pajak hiburan ( bar, karaoke, panti pijat dan restoran), retribusi pengendalian menara Telkomunikasi dan retribusi pelayanan kesehatan.

“Masih rendahnya kesadaran beberapa wajib pajak dan retribusi dalam melunasi kewajibannya maupun menghindari bahkan menggelapkan pajak serta rendahnya capaian realisasi penerimaan dari beberapa SKPD sektor retribusi daerah,” urainya pada Rapat Koordinasi PAD Kota Jayapura Tahun 2017, Jumat (28/7).

Selain itu, di masa transisi pergantian kepemimpinan Wali Kota Jayapura terjadi penurunan jumlah pengurusan pemegang izin usaha berdasarkan surat fiskal TA 2016 sebanyak 3148 yang kemudian di TA 2017 hanya mencapai 3038 dimana mengalami tren menurun sebanyak 110 pemegang izin usaha.

Begitu juga dengan banyaknya hari libur di Papua yang berdampak pada pelayanan wajib pajak retribusi.

Sehingga realisasi target PAD Kota Jayapura hingga hari Kamis, 27 Juli 2017 sebesar Rp 92.528.378.442,- atau 56 27 persen dari total target 164.433.590.000,- atau masih kekurangan Rp 71.905.110.558,- atau 47,73 persen.

Menyikapi itu, Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM, menegaskan bahwa jika hari libur mempengaruhi pendapatan bukan merupakan alasan.

Karena jika libur selama satu bulan maka sudah ada langka lain untuk menggenjot PAD.

Peserta Rakor PAD Kota Jayapura Tahun 2017
“Untuk itu, saya minta  kita akan melihat bersama dan bagaimana pemecahan masalahnya kenapa tidak terjadi peningkatan PAD kota Jayapura,” terangnya.

Demikian pula dalam penyampaian laporan setoran Bank Papua nihil, padahal Pemkot Jayapura adalah salah satu pemegang saham dari lembaga perbankan milik daerah tersebut.

Pada kesempatan tersebut Wali Kota meminta Dispenda untuk menampilkan penarikan pajak hotel yang saat ini dilakukan dengan menggunakan sistem Online.

“Sistem ini bisa dilihat langsung di ruang kerja saya, sehingga saya bisa mengetahui setoran pajak yang masuk setiap hari,” bebernya.

Karena itu, Wali Kota mendorong Badan Pendapatan Daerah setempat untuk menciptakan inovasi baru dalam upaya untuk meningkatkan PAD dan tidak mencari alasan karena hari libur ataupun karena dirinya tidak ada.

Dispenda harus bisa melihat apa yang menjadi potensi PAD karena Kota Jayapura memiliki potensi yang sangat luar biasa dan bagaimana inovasi dan kreasi harus diciptakan untuk menggali itu dalam meningkatkan PAD.

“Saya juga kecewa dengan perparkiran di jalan umum yang tidak dilakukan pengawasan dengan baik di lapangan, terutama di  Jalan Irian,  Percetakan dan Jalan Ahmad Yani. Begitu pula masyarakat juga cukup kecewa terhadap pungutan-pungutan liar yang dilakukan oleh para juru parkir liar,” kembali beber Wali Kota lagi.

Untuk itu, pria yang akrab disapa BTM ini meminta tidak boleh ada proses pembiaran sehingga secepatnya berkoordinasi dengan Polres Jayapura Kota dan Satpol PP untuk melakukan penertiban karena semua ini demi peningkatan PAD.

Diakuinya, tingkat kebocoran sangat tinggi untuk parkir di jalan umum.

“Untuk itu, besok sudah harus dilakukan uji kelayakan di wilayah-wilayah tertentu,” cetus BTM.

Selaku mantan Kepala Dispenda Kota Jayapura selama 5 tahun, putra asli Port Numbay ini sudah mengetahui semua terkait inovasi apa yang harus ditampilkan dalam upaya meningkatkan PAD kota Jayapura. Diantaranya potensi untuk mendatangkan PAD seperti rumah sewa.

BTM juga mengingatkan pihak Dispenda untuk mengecek spanduk maupun baliho yang belum dibayar pajaknya serta mengecek kebenaran izinnya ada atau tidak.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga