Teratas di Survei LSI, JWW Akui Masyarakat Masih Percaya Enembe

Masyarakat Papua hingga saat ini dinilai masih mempercayai kepemimpinan Gubernur Lukas Enembe dan pasangannya Klemen Tinal.
Share it:
Jhon Wempi Wetipo
Jayapura, Dharapos.com
Masyarakat Papua hingga saat ini dinilai masih mempercayai kepemimpinan Gubernur Lukas Enembe dan pasangannya Klemen Tinal.

Hal tersebut dapat terlihat dari hasil survei yang dikeluarkan Lembaga Survei Indonesia (LSI) dimana calon petahana yaitu Gubernur Papua, Lukas Enembe masih menduduki posisi teratas.

Terhadap hasil itu, Bakal calon Gubernur Papua 2018, Jhon Wempi Wetipo, SH, MH pun mengakui bila masyarakat masih percaya kepemimpinan pasangan yang mengusung jargon LUKMEN khususnya terhadap Enembe.

“Dari hasil survei sementara yang saya lihat itu pak Lukas Enembe tetap yang pertama di susul saya kemudian di ikuti kandidat Habel Melkias Suwae (HMS) dan Paulus Waterpauw (PW),” ungkapnya saat dikonfirmasi, di Kota Jayapura, Sabtu (1/7).

Berdasarkan hasil survei, lanjut pria yang disapa JWW ini, bahwa keterpilihan masyarakat di wilayah pegunungan maupun pesisir Papua masih memilih Lukas Enembe untuk kembali memimpin Papua lima tahun lagi.

“Jadi, total responden yang diambil untuk survei dari wilayah pesisir maupun pegunungan Papua itu tokoh yang lebih dikenal itu pertama Pak Lukas Enembe kedua pak Klemen Tinal di susul JWW kemudian HMS dan PW serta Lenis Kogoya,” bebernya.

Dijelaskan JWW, untuk data sementara rasionalitas para pemilih yang terbesar ada di wilayah pesisir itu 1,8 juta jiwa, untuk wilayah pegunungan 1,5 juta jiwa.

“Kalau semua pemilih rasional di wilayah pesisir datang di TPS untuk menyalurkan hak suara pada pelaksanaan Pilkada Gubernur Papua 2018 maka yang nanti jadi Gubernur dan Wakil Gubernur 2018 adalah wilayah pesisir,” jelasnya.

Namun, tegas JWW, belajar dari pengalaman Pilkada Gubernur pada lima tahun sebelumnya dimana partisipasi pemilih di wilayah pesisir yang jumlah pemilih terbesar  1,8 juta jiwa ternyata hanya 800 ribu jiwa yang datang ke TPS untuk menyalur hak politik.

“Jika hal itu kembali terjadi sama di Pilgub Papua tahun  2018 mendatang makanya saya (JWW) bilang Gubernur Papua periode 2018-2023 itu orang dari wilayah gunung karena di wilayah pegunungan yang ikut memilih itu 1 juta tiga ratus jiwa yang otomatis masyarakat gunung dan menggunakan sistem noken,” ujarnya.

Pihaknya juga meminta kepada penyelenggara Pilkada dalam hal ini KPU dan Pemerintah daerah untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terutama bagi pemilih pemula.

“Makanya sekarang itu tugas KPU dan Pemerintah mari tentukan kualitas pemimpin kedepan untuk pertisipasi masyarakat itu sangat penting dalam proses pemilihan,” pungkasnya.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

1 comments:

  1. Dalam menulis sebuah berita, sebaiknya lebih detail dan tidak membingungkan. Jangan kemudian dinilai berita diatas adalah hoax. Contohnya, berapa jumlah responden menurut survey LSI, kapan survey tersebut dilaksanakan, dan di wilayah mana saja survey dilakukan. Jika pemberitaan tidak ditulis secara lengkap, dapat menimbulkan penilaian berbeda dari pembaca. Terima kasih

    BalasHapus

Olahraga