TNI – Polri Gelar Razia di Perbatasan RI-PNG Antisipasi Peredaran Barang Haram

Guna mengantisipasi kerawanan peredaran barang terlarang di wilayah perbatasan RI - PNG, Satuan Tugas Yonif 410/Alugoro gencar melaksanakan kegiatan razia di akhir pekan yang digelar secara gabungan.
Share it:
Satgas Yonif 410/Alugoro bersama jajaran Kepolisian setempat menggelar razia pada 
lokasi yang 
tersebar di sembilan titik strategis di perbatasan RI - PNG 
Keerom, Dharapos.com
Guna mengantisipasi kerawanan peredaran barang terlarang di wilayah perbatasan RI - PNG, Satuan Tugas Yonif 410/Alugoro gencar melaksanakan kegiatan razia di akhir pekan yang digelar secara gabungan.

Salah satunya, pada 15 - 16 Juli 2017, Satgas Yonif 410/Alugoro bersama jajaran Kepolisian setempat menggelar razia pada lokasi yang tersebar di sembilan titik strategis.

Karena pada titik-titik tersebut dinilai sangat rawan terjadinya peredaran barang-barang terlarang.

Razia yang di pimpin Pasiops Satgas Yonif 410/Alugoro, Lettu Inf. Ari Perdana tersebut berhasil mendapati pengendara sepeda motor RX King warna kuning Nopol DS 2206 RH yang mencurigakan, tepatnya di pertigaan Arso Tami sekitar pukul 01.25 WIT

Dan saat dilaksanakan penggeledahan, ditemukan sebuah bungkus plastik kecil mencurigakan. Setelah diperiksa ternyata berisi satu paket ganja kering seberat 5 gram siap pakai.

Selain pengendara pembawa ganja, juga beberapa pengendara motor yang kedapatan membawa miras berbagai macam merk termasuk 4 macam sajam dari berbagai jenis.

Sejumlah barang bukti kejahatan yang berhasil disita petugas razia gabungan 
Kecuali pembawa ganja, warga yang kedapatan membawa miras dan sajam sebelum dilepaskan diberi arahan dan peringatan agar tidak mengulangi lagi. Sementara barang-barang bawaan mereka langsung disita.

Oknum yang terlibat dalam peredaran barang-barang terlarang khususnya ganja dan barang-barang terlarang lainnya yang telah disita dari hasil kegiatan operasi razia gabungan langsung diserahkan ke pihak Polsek Arso Kota sebagai barang bukti untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Perlu diketahui, kondisi  di wilayah perbatasan sudah sangat darurat dalam peredaran barang terlarang, khususnya narkoba dan minuman keras termasuk senjata api dan lain sebagainya.

Bila hal tersebut dibiarkan dan terjadi berlarut-larut di khawatirkan akan menghancurkan satu generasi bangsa khususnya yang berada di wilayah perbatasan.

Masa depan pembangunan di wilayah perbatasan berada di tangan generasi muda kita, tapi bila mereka terjerat dengan narkoba dan miras cepat atau lambat wilayah ini akan mengalami kehancuran.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments: