Warga Nafri Serahkan Granat ke Satgas Pamtas RI - PNG

Masyarakat Kampung Nafri, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Nico Sroyer menyerahkan 1 buah granat tangan aktif ke Pos Nafri Satgas Yonif Para Raider 432 Kostrad yang bertugas menjaga keamanan perbatasan negara RI - PNG.
Share it:
Warga Nafri, Nico Sroyer saat menyerahkan 1 granat temuannya kepada Satgas Pemtas RI-PNG 
Jayapura, Dharapos.com
Masyarakat Kampung Nafri, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Nico Sroyer menyerahkan 1 buah granat tangan aktif ke Pos Nafri Satgas Yonif Para Raider 432 Kostrad yang bertugas menjaga keamanan perbatasan negara RI - PNG.

Penyerahan granat tersebut diterima langsung Danpos Letda Inf Azlan, Jumat (7/7).

“Jadi, sekitar pukul 14.30 kami dapat keterangan dari masyarakat bahwa  bapak Nico Sroyer ini menemukan Granat di sekitar tempat kerjanya pada saat yang bersangkutan sedang menebang kayu di sekitar rumahnya. Beliau merasa takut dan langsung mengambil benda yang diduga sebuah granat itu untuk dibawa menuju Pos Nafri dan langsung diserahkan kepada prajurit TNI,” urai Danpos.

Diakuinya, penyerahan granat aktif ini merupakan bentuk kepercayaan masyarakat kepada Satgas Pamtas RI-PNG yang bertugas menjaga keamanan di wilayah tersebut.

“Granat aktif yang diserahkan kepada anggota Pos Nafri Satgas Yonif PR 432 dalam kondisi badan granat masih utuh dan terdapat detonator sedangkan bagian atas granat serta cincin pemicu sudah tidak ada,” rinci Danpos.

Masyarakat juga dihimbau, apabila menemukan, menyimpan atau mengetahui senjata dan barang terlarang lainnya agar melaporkan dan menyerahkan kepada prajurit di Pos Satgas Pamtas terdekat.

“Dengan penyerahan Granat tangan ini, kami dari Satgas sangat mengapresiasi dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Niko Sroyer. Dan pada kesempatan ini kami juga menghimbau kepada warga agar tidak usah resah,” himbau Danpos.

Sementara itu, Nico Sroyer yang dikonfirmasi menjelaskan bahwa Pos TNI yang berada di kampung Nafri selama ini selalu dekat dengan masyarakat dan telah banyak memberikan bantuan dalam bentuk apapun.

“Kami sudah dekat seperti saudara kami sendiri makanya kami langsung  serahkan granat tersebut ke Pos TNI. Karena kami merasa kuatir ini bisa menimbulkan keresahan dan berbahaya bagi masyarakat di sini,” tukasnya.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments: