Wawali Ajak ASN Kota Jayapura Kembali Budayakan Cuci Tangan

Wakil Wali Kota Ir. H. Rustan Saru, MM mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Jayapura untuk kembali budayakan cuci tangan, dengan melihat kembali budaya orang tua jaman dulu.
Share it:
Wakil Wali Kota Ir. H. Rustan Saru, MM saat memperagakan cara mencuci tangan yang benar
Jayapura, Dharapos.com  
Wakil Wali Kota Ir. H. Rustan Saru, MM mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Jayapura untuk kembali budayakan cuci tangan, dengan melihat kembali budaya orang tua jaman dulu.

"Di kampung-kampung budaya orang tua kita jaman dulu setiap rumah di sediakan wadah yang terbuat dari tanah liat sebagai tempat air, agar setiap orang yang masuk rumah kita harus mencuci kaki dan tangan," ungkapnya di hadapan seluruh ASN dan pimpinan OPD pada apel rutin, Senin (24/7) sekaligus pelaksanaan kegiatan demo cuci tangan bagi ASN lingkup Pemerintah Kota Jayapura.

Diakuinya, memang  budaya ini lama-kelamaan terkikis habis dan akan dilupakan jika tidak ada upaya untuk mempertahankannya.

“Untuk itu, demo cuci tangan menjadi satu hal yang perlu disosialisasikan oleh persatuan perawat nasional Indonesia untuk kita semua,” imbuh Wawali.

Mantan Legislator Papua ini juga mengharapkan agar budaya cuci tangan bagi ASN Kota Jayapura harus rutin dilakukan.

“Penyuluhan terhadap bagaimana cara mencuci tangan yang baik dan benar juga harus terus dilakukan. Dimana ada  enam langkah yang harus di terapkan sehingga dengan adanya hal ini maka   setiap saat di manapun kita berada bahkan kapan pun itu, kita harus cuci tangan,” cetusnya.

Perawat, suster, bidan dan mantri adalah orang dipercayakan sebagai ujung tombak yang langsung
berhubungan dengan masyarakat sehingga ini merupakan langkah awal yang baik untuk terus dikembangkan.

Penyuluhan dan sosialisasi kepada warga masyarakat yang datang ke Puskesmas juga harus dilakukan sehingga mereka memahami bagaimana pentingnya cuci tangan. Karena hal tersebut jika dilakukan maka masyarakat bisa terhindar dari wabah penyakit.

“Mulai hari ini saya minta semua aparatur sipil negara Kota Jayapura tidak boleh malas cuci tangan termasuk perlu juga diketahui kapan dan bagaimana untuk mempraktekkan cuci tangan sehingga betul-betul tangan kita steril,” tukas Wawali.

Pada momen yang sama, Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia ( PPNI ) Kota Jayapura mengakui budaya cuci tangan merupakan bagian dari pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh semua perawat yang ada di daerah ini.

Dikatakan salah satu tujuan dari pada kegiatan ini agar perawat akan mendapatkan Satuan Kredit Profesi (SKP).

“Tujuan dari pada sertifikat ini untuk menambah dan melengkapi persyaratan perawat dalam rangka menerima tunjangan STR,” urainya.

Lanjutnya, perawat yang saat ini bekerja di pelayanan harus dan wajib memiliki surat tanda registrasi dan apabila 5 tahun kemudian masa berlaku berakhir maka perawat diwajibkan untuk melengkapi 25 SKP sebagai syarat untuk perpanjangan STR.

Salah satu SKP yang diberikan adalah dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Selain Pemkot Jayapura, kegiatan yang sama juga sudah dilakukan di Dinas Otonom Provinsi dan kantor Gubernur Provinsi Papua.

“Kegiatan ini bukan untuk mencari popularitas atau mencari sertifikat saja namun kegiatan ini haruslah bermanfaat bagi masyarakat apakah itu ASN Pemerintah kota maupun masyarakat bahkan satuan pendidikan di kota Jayapura,” sambungnya.

Ditegaskan kembali, cuci tangan itu sangat penting untuk siapa saja baik orang tua maupun anak-anak mengingat budaya tersebut kini sudah mulai memudar.

“Sehingga dengan adanya demo saat ini maka mudah-mudahan masyarakat Kota Jayapura akan sadar akan cuci tangan itu sangat penting saat sebelum dan sesudah makan yang tentunya untuk kebersihan serta terhindar dari infeksi penyakit yang bisa membahayakan diri sendiri,” tukasnya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga