YBB Minta Pempus Tak Lagi Kirim Guru Kontrak ke Papua

Ketua Yayasan Bina Bangsa (YBB) Jayapura, Beverly Mangge meminta kepada Pemerintah pusat (Pempus) untuk tidak lagi memprogramkan pengiriman guru kontrak ke Papua.
Share it:
Ketua Yayasan Bina Bangsa Jayapura, Beverly Mangge 
Biak, Dharapos.com
Ketua Yayasan Bina Bangsa (YBB) Jayapura, Beverly Mangge meminta kepada Pemerintah pusat (Pempus) untuk tidak lagi memprogramkan pengiriman guru kontrak ke Papua.

Pasalnya, pelatihan yang dilaksanakan oleh YBB Jayapura telah menjawab apa yang di dibutuhkan
Pemerintah Provinsi yaitu dengan menyediakan tenaga-tenaga pengajar yang memiliki akta mengajar dan berasal dari Papua sendiri.

Penegasan tersebut disampaikannya menanggapi informasi terkait guru kontrak yang beberapa waktu lalu marak di Papua.

Beverly kemudian mendorong pemberdayaan orang Papua yang dinilainya memiliki kemampuan, hanya saja selama ini tidak pernah mendapat kesempatan untuk berkembang.

“Sementara guru kontrak, kebanyakan mereka tidak memahami adat istiadat dan tradisi masyarakat setempat,” tegasnya.

Apalagi masyarakat di wilayah Papua dan Papua Barat yang nota bene sarat dengan adat-istiadat dan tradisi sehingga minimal harus anak asli Papua sendiri karena bisa mengerti  budaya yang ada di kedua provinsi ini.

“Kami mempunyai nilai lebih dibanding guru kontrak dari luar sana, karena kami mengerti karakter anak-anak kami sendiri dengan lingkungannya. Intinya kami lebih mengerti itu,” tukasnya.

Hal senada juga disampaikan Penanggung Jawab YBB Jayapura untuk wilayah Kabupaten Biak Numfor, Pdt. Esron Abisay yang ditemui Beritapapua.Dharapos.com.

Ia mengakui pelatihan ini benar dilaksanakan oleh YBB yang berkompeten menyelenggarakan program komptensi guru dan akta mengajar bagi guru-guru honor maupun bagi yang sarjana yang sudah selesai di semua Perguruan Tinggi.

Penanggung Jawab YBB Jayapura untuk wilayah Kabupaten Biak Numfor, Pdt. Esron Abisay
Kemudian juga dari semua disiplin ilmu ataupun juga untuk umum, yang ingin terjun ke dunia pendidikan dan mau mengajar yang terbentuk dengan akta mengajar.

Program ini diselenggarakan untuk menolong peserta pelatihan yang punya basic di bidang lain tetapi ingin mengajar.

Ia mengaku telah menjalin komunikasi dengan pihak YBB Jayapura terkait upaya menjangkau sekolah-
sekolah yang berada di kampung-kampung yang kekurangan guru.

Dalam hal ini, ada guru yang bertahun-tahun mengabdi tetapi hanya dengan pengalaman semata dan bukan karena mendapat akta mengajar.

Menurut Esron, program ini tidak terbatas dan diperuntukkan bagi semua orang dari suku maupun dari semua lintas agama boleh mengambil bagian.

“Yang terpenting adalah bahwa semua orang yang mengambil bagian pada Pelatihan pdari yayasan ini benar-benar mengabdi di dunia pendidikan,” tandasnya.

Esron pun mengharapkan kepada semua peserta pelatihan untuk wajib terlibat dalam dunia pendidikan, juga ilmu yang dimiliki harus diberikan kepada anak didik sehingga berguna bagi mereka ke depannya.

Diharapkan juga kepada Pemerintah untuk memperhatikan tenaga honorer yang ikut mengambil bagian pada pelatihan ini guna mendapatkan akta mengajar.

“Apabila ada penerimaan tenaga guru maka diharapkan tenaga honorer ini bisa diangkat menjadi pegawai negeri,” tukasnya.

YBB Jayapura di bawah pengawasan Dinas P dan K Provinsi Papua, lebih khusus lagi di bawah binaan Dinas Pendidikan Kota Jayapura dikarenakan lokasi pembelajaran yayasan tersebut berada di Kota Jayapura.

(Hend DK)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments: