Bimtek Pelestarian Budaya Port Numbay Tindak lanjut Nomenklatur Baru

Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat melaksanakan bimbingan teknis Pelestarian Budaya Port Numbay tahun 2017
Share it:
Penabuhan tifa oleh Kepala Disdikbud Kota Jayapura I Wayan Mudiyasa, S.Pd, M.MPd
menandai pembukaan Bimtek Pelestarian Budaya Port Numbay 2017
Jayapura, Dharapos.com

Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat melaksanakan bimbingan teknis Pelestarian Budaya Port Numbay tahun 2017.

Bimtek ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Jayapura, I Wayan Mudiyasa, S.Pd, M.MPd, Sabtu (12/8) yang berlangsung di aula SMK Negeri 2 Jayapura.

“Dengan adanya nomenklatur yang baru yakni pendidikan dan kebudayaan maka Disdikbud Kota Jayapura mulai menindaklanjuti,” ungkap Mudiyasa.

Kebudayaan yang dimaksudkan, lanjut dia, adalah teknis pelaksanaan di lapangan sedangkan produk atau hasil yang dihasilkan oleh Dinas Pendidikan dan bisa dijual Dinas Pariwisata Kota Jayapura sebagai wujud sinergitas kedua dinas.

Terkait itu, maka dilaksanakan bimtek modul untuk pelestarian budaya Port Numbay.

“Hal ini dilakukan guna menindaklanjuti pencanangan pelestarian budaya Port Numbay yang dicanangkan 1 tahun lalu, yang mana budaya tersebut sudah semakin punah sehingga secepatnya generasi muda membuat satu gerakan untuk melestarikan budaya asli penduduk Kota Jayapura ini,” urainya.

Pelestarian budaya Port Numbay harus dikuatkan dengan pembuatan modul agar arah dan tujuan para guru seni yang mengajar bisa terarah.

Strategi dan metode pelaksanaan di lapangan pada saatnya implementasi dari modul yang dihasilkan bisa dilaksanakan oleh para guru.

Kadisdikbud Kota saat penyematan tanda peserta bimtek
Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 4 hari dengan fokus membahas modul akan dihasilkan untuk proses belajar mengajar.

“Ini sesuai dengan kurikulum dan yang cocok untuk pembelajaran pelestarian budaya serta melekat pada pendidikan seni. Pelestarian budaya ini diintegrasikan oleh guru pendidikan seni yang ada di sekolah-sekolah,” sambungnya,

Dirincikan Mudiyasa, sebanyak 60 guru yang diundang nantinya akan menjadi piloting bagi guru-guru yang lain.

“Hasil karya selama empat hari nantinya akan dilakukan pendalaman pada musyawarah guru mata pelajaran atau di kelompok kerja guru atau KKG. Sementara untuk generasi muda kita terutama SD dan SMP, kita bekali sehingga mereka mengetahuinya. Begitu pula semua anak-anak putra daerah wajib melestarikan budaya Port Numbay,” harapnya.

Mudiyasa menambahkan, ada beberapa sekolah yang sudah menerapkan modul tersebut yaitu di SD Senasaba dan beberapa SMP serta SMA.

Ketua panitia, Meris Butarbutar dalam laporan mengatakan tujuan penyelenggaraan kegiatan bimtek melestarikan budaya Port Numbay untuk  60 guru mata pelajaran dan menghasilkan kurikulum seni budaya, bahasa seni ukir, seni tari seni musik, seni ukir dan seni lukis untuk jenjang SMP.

Peserta bimtek adalah guru mata pelajaran Seni Budaya yang berasal dari SMP negeri dan swasta yang ada di lingkup Disdikbud Kota Jayapura.

Sementara narasumber merupakan pejabat struktural dari Disdikbud Kota Jayapura dan beberapa lembaga seperti lRP, ISBI Papua dan tim kurikulum Unhen.

Pembukaan dilakukan oleh Kadis di tandai dengan penabuhan tifa dan penyamatan tanda peserta.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga