BPBD Kota Jayapura - Satgas Yon PR 432 Adakan Latihan Penanggulangan Bencana

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura dan Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Yonif PR 432 Kostrad menggelar latihan penanggulangan bencana bersama masyarakat perbatasan.
Share it:
Ilustrasi pemasangan tenda bencana
Jayapura, Dharapos.com
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura dan Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Yonif PR 432 Kostrad menggelar latihan penanggulangan bencana bersama masyarakat perbatasan.

Yaitu, berupa pelatihan bongkar pasang tenda untuk peningkatan kapasitas relawan desa tangguh bencana kepada masyarakat perbatasan kampung Skouw Mabo dan Holtekam wilayah Distrik Muara Tami, bertempat di gedung serbaguna dan Lapangan Adat Kampung Skouw Mabo.

Pelatihan dibuka Kepala Pelaksana BPBD Kota Jayapura yang diwakili oleh Jonnie Koolang, SE, MM selaku Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan.

Turut hadir Danramil Muaratami Kapten Inf. Sutrisno, Kapolsek Muaratami M. Mukabsi, Danki D Satgas Lettu Inf Rosidi, Pasintel Satgas Lettu Inf M Tavin, Papen Satgas Lettu Ctp Joko S dan LSM RAPI wilayah Muara Tami.

Kegiatan ini melibatkan relawan 3 kampung yaitu kampung Skouw Mabo, Holtekam dan Koya Timur dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat sedini mungkin sehingga apabila menghadapi bencana masyarakat sudah siap untuk bagaimana langkah- langkah penyelamatannya.

Materi yang di berikan melatih masyarakat harus bisa menyiapkan tempat untuk Hunian Sementara (Huntara) apabila terjadi bencana.

Warga yang hadir terlihat sangat antusias dalam kegiatan yang berjalan aman dan lancar.

Menurut Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jayapura, Jonnie Koolang, kampung Skouw Mabo letaknya tepat berada di tepi pantai, dan secara otomatis memiliki ancaman terjadinya gelombang pasang.

“Maka dengan kegiatan ini kami memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman tentang cara-cara penyelamatan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana,” terangnya.

Pada momen yang sama, Ketua RT setempat Yulianus Uduas atas nama masyarakat menyampaikan terima kasih dan bersyukur dengan adanya dilakukannya pelatihan ini.

“Sehingga kami masyarakat Skouw Mabo dapat memiliki keterampilan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan. Karena di sini kami juga sangat kuatir dan resah bila badai atau hujan lebat karena ombak yang sangat besar sampai di pemukiman masyarakat kami,” bebernya.

Sementara itu, Danki D Satgas Lettu Inf Rosidi mengapresiasi pelatihan yang digelar.

“Kegiatan seperti ini harus selalu di berikan kepada masyarakat yang tinggal di pinggir pantai khususnya masyarakat Skouw Mabo apabila terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan sudah siap,” ucapnya.

Rosidi juga mengakui telah melihat tanggul-tanggul pemecah ombak yang terpasang, posisinya sudah tidak sesuai pada tempatnya lagi.

“Dan masih belum bisa menahan besarnya ombak bila cuaca ekstrim,” tukasnya.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga