Distrik Muara Tami Jadi Lokasi Terakhir Sosialisasi UU Perlindungan Anak

Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) setempat kembali menggelar Sosialisasi Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Share it:
Kepala DP3AKB Kota Betty A. Puy, SE MPA saat membuka Sosialisasi terakhir UU Perlindungan
Anak yang berlangsung di Distrik Muara Tami, perbatasan RI - PNG, Jumat (4/8) 
Jayapura, Dharapos.com 
Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) setempat kembali menggelar Sosialisasi Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Berlangsung di Distrik Muara Tami, Jumat (4/8) ini, sosialisasi tersebut menjadi agenda yang terakhir setelah sebelumnya dilaksanakan pada 4 distrik masing-masing Jayapura Utara, Jayapura Selatan, Abepura, Heram dan berakhir di distrik terletak di perbatasan RI – PNG.

Kepala DP3AKB Kota Jayapura, Betty A. Puy, SE, MPA secara resmi membuka kegiatan tersebut.

Nur Aida Duwila, SH dari LBH APIK Jayapura tampil sebagai pemateri dengan mengangkat topik tentang UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak serta PP RI Nomor 65 Tahun 2015 tentang pedoman pelaksanaan defensi dan penanganan anak yang belum berumur 12 tahun.

Hadir pula sebanyak 200 peserta sosialisasi yang terdiri dari anak sekolah dan orang tua.

“LBH APIK selalu siap melakukan bantuan hukum dan  pendampingan bukan saja kepada perempuan miskin yang tereksklusif tetapi juga perempuan yang tidak mendapat haknya artinya tidak dapat mengakses hak sosial, politik dan budaya,” paparnya,  Jumat (4/8).

Nur Aida Duwila, SH dari LBH APIK Jayapura tampil sebagai pemateri
Kemudian tindak kekerasan terhadap perempuan maupun orang-orang yang rentan seperti anak-anak maupun orang tua, yang lansia maupun LGBT hingga buruh migran.

“Kami lihat sistem hukumnya apakah itu berjalan sesuai dengan dengan tatanan? Memiliki sifat melindungi kepada  perempuan-perempuan miskin atau orang-orang yang rentan atau tidak, apakah sistem hukum itu berlaku atau tidak,” urai Duwila.

Pihaknya juga melakukan pendampingan dalam rangka pembelaan terhadap proses hukum dengan melihat sistem hukum itu dari substansinya.

Lembaga ini juga melihat dari sisi aparat penegak hukum, atau dari aturan maupun kultur.

“Untuk saat ini kami diundang oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Jayapura untuk sama-sama memberikan sosialisasi tentang perlindungan terhadap anak,” sambungnya.

LBH APIK, lanjut  Duwila, di minta untuk menjelaskan UU Sistem Peradilan Pidana Anak, Nomor 3 Tahun 2007.

Namun saat itu UU ini tidak terlalu mewakili anak-anak sebagai korban maupun sebagai pelaku, maka lahirlah UU Nomor 11 Tahun 2012 yang berlaku tanggal 31 Juli 2014.

Sosialisai dihadiri lebih kurang 200 peserta baik dari kalangan orang tua maupun anak-anak
“Di dalam UU Sistem Peradilan Pidana Anak ini lebih melihat anak itu sebagai manusia. Jadi bukan menghukum mereka sebagai bentuk balas dendam, bukan seperti itu. Tapi bagaimana mereka harus ditempatkan dalam suatu lingkungan, bukan saja lembaga yang namanya Lembaga Pemasyarakatan tapi bagaimana mereka masuk ke lingkungan lembaga yang membina mereka sebagai anak,” lanjutnya.

Hal ini bertujuan agar mereka tidak merasa bahwa hukuman itu sebagai bentuk penghukuman seperti bentuk membalas dendam.

“Dari semua distrik yang kami berikan materi, Distrik Heram cukup antusias dimana salah satunya mereka bertanya tentang bagaimana jika terjadi pelecehan seksual. Ketika terjadi pelecehan seksual, korban dan pelaku dalam undang-undang disebut  bisa atau tidak diselesaikan secara kekeluargaan,” paparnya.

Menurut aturan hukum polisi menggunakan diskresi, maka bisa diselesaikan di luar peradilan yang namanya dispersi

“Tapi jika tidak bisa maka diproses lanjut sampai ke peradilan namun jika pelaku adalah orang dewasa maka undang-undang tersebut tidak berlaku walaupun korban adalah anak yang justru semakin berat,” tukasnya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga