DP3AKB Turun Ke 5 Distrik Serukan Masalah Anak

Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Jayapura, kembali menggelar Sosialisasi Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak.
Share it:
Hari kedua pelaksanaan Sosialisasi UU Perlindungan Anak bertempat di Distrik Jayapura Utara
Jayapura, Dharapos.com
Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Jayapura, kembali menggelar Sosialisasi Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak.

Kali ini, bertempat di Kantor Distrik Jayapura Utara, Selasa (1/8).

Sosialisasi dihadiri langsung Kepala Dinas P3AKB Kota Jayapura, Betty A. Puy, SE, MPA sebagai narasumber dalam sosialisasi tersebut.

Terkait kegiatan tersebut Betty yang dikonfirmasi media ini, mengungkapkan dalam rangka memperingati HUT RI Ke-72 dan juga Hari Anak Nasional, DP3AKB menggelar Sosialisasi UU Perlindungan Anak di 5 Distrik.

“Di hari pertama kami sudah lakukan di Distrik Jayapura Selatan, sedangkan hari ini di Distrik Jayapura Utara merupakan hari ke 2. Selanjutnya nanti kami juga akan sosialisasi ke Distrik Abepura, Heram dan terakhir Distrik Muara Tami,” terangnya disela-sela kegiatan sosialisasi.

Capaian target yang disasar terdiri dari pelajar, tokoh adat dan agama, termasuk komponen masyarakat lainnya yang dilibatkan bahkan diharapkan bisa mencapai 1000 orang yang tersosialisasikan.

“Dalam 1 distrik telah ditargetkan maksimal diikuti 200 orang peserta,” rinci Betty.

Lebih lanjut dijelaskannya, tujuan digelarnya sosialisasi UU Perlindungan Anak adalah untuk melindungi hak-hak anak sebagaimana yang telah diatur dalam UU tersebut.

Karena setiap anak berhak untuk mendapatkan haknya seperti beribadah menurut agamanya, berpikir, dan berekspresi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya dalam bimbingan orang tua atau wali anak.

"Setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran yang layak dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakat, setiap anak berhak mendapatkan perlindungan di satuan pendidikan dari kejahatan seksual dan kekerasan yang dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, sesama peserta didik dan atau pihak lain serta setiap anak juga berhak mendapatkan pengakuan oleh orang tua," bebernya.

Olehnya itu, dalam sosialisasi UU Perlindungan Anak ini diharapkan masyarakat atau orang tua tahu bahwa hak anak itu penting dan kebutuhannya harus dipenuhi dan ini sudah diatur dalam UU seperti kewajiban dan tanggung jawab negara serta Pemerintah daerah.

Yakni berkewajiban dalam menghormati pemenuhan hak anak tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, jenis kelamin, etnik budaya, bahasa, status hukum urutan kelahiran kondisi fisik atau mental.

“Semua ini harus diwujudkan untuk berupaya membangun kabupaten atau kota layak anak,” tandas Betty.

Selain itu, dalam setiap sosialisasi ini juga dihadirkan pemateri dari LBH APIK Jayapura.

Sedangkan tugas dan kewajiban dari para orang tua sendiri termasuk keluarga adalah mengasuh, memelihara, mendidik dan melindungi anak.

Kemudian, menumbuhkembangkan anak sesuai kemampuan bakat dan minatnya, mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak serta memberikan pendidikan karakter dan penanaman nilai budi pekerti pada anak.

“Diperlukan peran serta masyarakat baik secara perseorangan maupun kelompok untuk memberikan informasi melalui sosialisasi edukasi hak anak sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” pungkasnya.

(Vian)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga