Gedung Pemerintah – Swasta di Kota Jayapura Harus Bernuansa Port Numbay

Semua gedung pemerintah maupun instansi swasta yang dibangun di Kota Jayapura harus memunculkan nuansa Port Numbay sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Daerah setempat Nomor 17 Tahun 2011.
Share it:
Foto bersama usai peletakan batu pertama pembangunan Gedung Menara Mandiri Jayapura, Senin (28/8) 
Jayapura, Dharapos.com 
Semua gedung pemerintah maupun  instansi swasta yang dibangun di Kota Jayapura harus memunculkan nuansa Port Numbay sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Daerah setempat Nomor 17 Tahun 2011.

Dalam hal ini, ukiran dan ornamen harus bernuansa Port Numbay dari 14 kampung yang merupakan kearifan lokal sesuai visi dan misi Kota Jayapura yang beriman, maju, mandiri, sejahtera berbasis kearifan lokal.

“Karena ini juga untuk menghargai para Ondoafi yang ada di 14 kampung yang salah satunya hadir pada acara ini adalah Ondoafi Tobati Laut,” ungkap Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM pada acara peletakan batu pertama pembangunan Gedung Menara Mandiri Jayapura, Senin (28/8).

Selain itu, Wali Kota minta untuk pembangunan ini harus bernuansa hijau dan bersih karena Jayapura merupakan salah satu kota di Indonesia yang menerima piala Adipura 5 kali berturut-turut.

“Makanya kita ingin membuktikan bahwa Papua adalah wajahnya Indonesia. Kota Jayapura juga sangat cinta dengan kebersihan, orang Papua juga cinta dengan lingkungan dan hal itu akan terus kita dibuktikan,” cetusnya.

Wali kota juga pada kesempatan tersebut mengajak Bank Mandiri untuk membantu Pemkot menjadikan Kota Jayapura sebagai salah satu yang masuk dalam Kota Smart City atau kota cerdas sama seperti Kota Surabaya, Bandung dan Depok.

Seperti di bidang pendidikan, Kota Jayapura juga telah menggunakan sistem IT berikut birokrasi juga.

Selain itu,  kota Jayapura cukup aman dengan lingkungan yang bersih dan hijau, sehingga masuk dalam tataran kota “Smart City”.

Lanjutnya, dalam proses pembangunan di sebuah daerah, sektor perbankan memiliki peranan dan kontribusi yang sangat penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Sektor perbankan menjadi tumpuan Pemda dalam upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kerakyatan khususnya mereka yang dikategorikan usaha mikro kecil atau menengah.

Masih di momen yang sama pula, Wali Kota menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bank Mandiri yang telah membantu Pemkot Jayapura sebesar Rp 3 miliar untuk pembangunan kampung nelayan di Dok IX, Distrik Jayapura Utara, dan juga pembangunan Taman Bank Mandiri.

Pria yang akrab disapa BTM ini mengaku akan terus mendukung setiap program Bank Mandiri yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kami harapkan PT Bank Mandiri terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat agar dapat menjadi salah satu pelopor penting bagi penggerak sektor perbankan untuk ikut bersama mewujudkan ekonomi kerakyatan di Kota Jayapura,” imbuhnya.

Bersamaan juga dilakukan pelepasan hak atas tanah adat hak ulayat menjadi milik PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Orang nomor satu di ibukota Provinsi Papua ini juga menyampaikan kepada Ondoafi untuk tidak mengganggu pembangunan menara Bank Mandiri Jayapura.

“Hal itu harus dijaga agar target waktu pembangunan yang direncanakan bisa selesai tepat waktu sesuai dengan anggaran yang disiapkan,” tukasnya.

Acara ini dihadiri Ondoafi Suku Tobati Laut, Jakob Ireuw, perwakilan Suku Ireuw, Elizabeth  Ireuw, Direktur Digital Banking dan Teknologi PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk, Rico Usthavia Frans, Regional CEO XII Papua, Tito Iriyanto,dan para tamu undangan.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga