Kepsek Bertekad Kembalikan Kejayaan SMA Gabungan Jayapura

Kepala SMA Gabungan Jayapura, Sandra Titihalawa, S.Pd, Msi, mengakui jika saat ini pihaknya telah melakukan berbagai terobosan dalam rangka mengembalikan sekolah tersebut kepada kejayaannya.
Share it:
Kepala SMA Gabungan Jayapura, Sandra Titihalawa, S.Pd, M.Si saat memberikan sambutan
Jayapura, Dharapos.com 
Kepala SMA Gabungan Jayapura, Sandra Titihalawa, S.Pd, Msi, mengakui jika saat ini pihaknya telah melakukan berbagai terobosan dalam rangka mengembalikan sekolah tersebut kepada kejayaannya.

“Ini merupakan tantangan yang cukup besar dan kami bertekad SMA Gabungan harus kembali kepada kejayaannya seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Dan merupakan tantangan yang cukup rumit untuk dilalui warga sekolah,” akuinya saat perayaan HUT SMA Gabungan yang ke - 66 serta peresmian “Green House”, Sabtu(12/8).

Dikatakan Titihalawa, hingga usia 66 tahun ini, SMA Gabungan Jayapura telah banyak melahirkan figur-figur pejabat yang bukan hanya di tingkat daerah namun juga hingga ke level pusat.

Namun seiring dengan berjalannya waktu serta persaingan yang ketat di dunia pendidikan, keberadaan SMA Gabungan sedikit terlupakan.

“Karena itu, terobosan yang dilakukan yaitu kita mulai dengan pembenahan kualitas sumber daya manusia seperti tenaga pendidik dan kependidikan yang diharapkan akan menghasilkan kualitas peserta didik yang berkarakter dan berprestasi,” urainya.

Langkah terobosan ataupun inovasi ini sangat penting agar anak-anak yang dididik di lingkungan SMA Gabungan bisa berprestasi tinggi dengan tak melupakan karakter yang baik serta takut akan Tuhan.

Selain peningkatan kualitas SDM guru, perbaikan kualitas belajar dan mengajar serta pengembangan budaya sekolah berbasis lingkungan dan pemanfaatan IT.

Kepsek saat melakukan penjemputan Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM
“Kita mulai dengan pemanfaatan guru supervisi, dimana setiap semester dilakukan evaluasi pembelajaran setiap semester dengan ujian berbasis komputer untuk menjawab tantangan ujian nasional yang akan dilaksanakan berbasis komputer sekaligus mengurangi sampah kertas,” papar Titihalawa.

Kemudian, pengembangan budaya sekolah berbasis lingkungan sehingga untuk setiap guru mata pelajaran terintegrasi pendidikan lingkungan di dalam rencana pembelajaran dan program sekolah menuju Adiwiyata.

“Program sekolah Adiwiyata merupakan batu loncatan saja namun bukan merupakan hasil akhir karena hasil akhir dari program ini adalah dapat mewujudkan warga yang sadar akan pelestarian lingkungan, sadar akan kebersihan yang mewujudkan sekolah yang aman nyaman dan tertib,” lanjutnya.

Program Adiwiyata diakui Titihalawa pula, bukan hal yang baru bahkan Pemerintah Kota Jayapura telah meraih predikat Adipura beberapa tahun berturut-turut.

“Juga beberapa sekolah telah berhasil meraih sekolah Adiwiyata dan untuk SMA gabungan baru dimulai saat ini diawali dengan pembenahan dan fokus untuk melihat betapa pentingnya pendidikan dan pelestarian lingkungan,” akuinya.

Dan ini bukan hal yang mudah karena kondisi SMA Gabungan dinilainya cukup rumit dengan akses jalan umum di tengah lapangan upacara.

“Namun dengan semangat kerja keras dan kerja cerdas dari seluruh warga sekolah telah dapat mewujudkan semua yang kita harapkan dan inginkan yaitu menuju sekolah berwawasan lingkungan dan berbasis IT,” tandasnya.

Kepsek saat mendapingi Wali Kota pada peresmian "Green House" SMA Gabungan  
Meski demikian, sambung Titihalawa, dibutuhkan juga dukungan dari berbagai pihak dalam hal ini Pemkot Jayapura, Yayasan Pendidikan, gabungan alumni hingga masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Gabungan, Rudolf Morin menuturkan SMA Gabungan merupakan sekolah tertua di tanah Papua sebagai penyumbang putra-putri terbaik untuk Indonesia.

“Apa yang dilakukan hari ini merupakan satu kepedulian warga sekolah bersama Pemerintah dan masyarakat yang punya kepedulian terhadap lingkungan hidup di Kota Jayapura,” tuturnya.

Lanjut Morin, penghijauan merupakan paru paru dunia yang bisa memberikan O2 bagi kehidupan manusia dan seluruh makhluk hidup.

“Maka melalui penghijauan ini akan memberikan kenyamanan bagi kehidupan manusia terutama di lingkungan pendidikan yang bisa memberikan manfaat bagi anak-anak untuk menikmati dan mengenyam pendidikan di SMA Gabungan tapi juga bisa belajar bagaimana mencintai lingkungan,” lanjutnya.

Meski  kondisi sekolah cukup rumit karena di lingkungan sekolah ini juga berada sekitar 10 keluarga.

“Tetapi kami terus berupaya melakukan perbaikan di lingkungan sekolah dan kami mencoba untuk melakukan pembersihan sehingga betul-betul menjadi lingkungan pendidikan yang sehat yang bisa memberikan manfaat bagi anak didik kita yang terus mengenyam pendidikan SMA Gabungan,” lanjutnya.

Diakuinya, selama ini Pemerintah Provinsi Papua tidak pernah memberikan bantuan kepada SMA Gabungan namun bantuan tersebut datang dari Wali Kota Jayapura

Ditambahkan, selama 6 tahun berturut-turut SMA Gabungan lulus 100 persen,

“Sekolah ini juga bebas dari narkoba dimana beberapa tahun lalu kami telah mengeluarkan siswa dari SMA Gabungan karena mengonsumsi minuman keras dan narkoba,” tukasnya.

(Har)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Pendidikan

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga