Pembangunan RS Rujukan Tersier di Indonesia Timur Resmi Dimulai

Pembangunan Rumah Sakit (RS) Rujukan Tersier Tipe B oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua resmi dimulai
Share it:
Penyerahan sertifikat tanah seluas 7 hektar oleh Bupati Jhon Wempi Wetipo atas nama Pemkab Jayawijaya
kepada tim dari Kemenkes RI menandai dimulainya pembangunan RS Rujukan Tersier Tipe B
Jayapura, Dharapos.com
Pembangunan Rumah Sakit (RS) Rujukan Tersier Tipe B oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua resmi dimulai.

Hal tersebut ditandai dengan penyerahan sertifikat tanah seluas 7 Hektar oleh Pemerintah setempat kepada tim dari Kemenkes RI.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes yang dikonfirmasi merincikan pada Senin (31/7), Sekjen Kementrian Kesehatan dr. Untung memimpin 25 orang bersama Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes dr. Bambang tiba di Wamena.

Disana tim telah menerima sertifikat tanah yang menjadi lokasi pembangunan RS tersebut.

Sertifikat tanah seluas 7 hekter di Distrik Hom Hom, Wamena itu diserahkan Bupati Jayawijaya John Wempi Wetipo didampingi wakilnya Jhon Banua kepada pihak Kemenkes yang turut disaksikan Kadis dan tim Dinkes Papua, di antaranya Kepala Bidang Pengembangan SDM Dinkes Papua, Lesman Tabuni, SKM, MM.

“Dengan diterimanya sertifikat itu, pembangunan rumah sakit akan langsung jalan. Tuhan kasih berkat luar biasa di atas tanah ini sehingga akan hadir sebuah rumah sakit vertikal tipe B di Wamena yang langsung dikendalikan oleh Kementrian Kesehatan,” kata Aloysius, Selasa (1/8).

Pembangunan RS dengan alokasi anggaran senilai Rp 1,5 Triliun akan dilengkapi dengan fasilitas medis yang memadai serta tenaga dokter dan perawat yang lengkap.

Menurut Aloysius, selain sebagai rujukan tersier wilayah Indonesia Timur, RS ini menjadi jawaban terhadap akses pelayanan kesehatan masyarakat Kabupaten Jayawijaya dan 9 kabupaten di sekelilingnya.

Sebab selama ini, kata Aloysius, pasien rujukan dari RSUD Wamena harus dibawa ke Jayapura dan luar Papua.

Jika fasilitas dan tenaga medis serta dokter yang nantinya bertugas lengkap, lanjut dia, maka rumah sakit ini bisa naik peringkat dari tipe B menjadi tipe A alias pelayanan bertaraf internasional.

“Ini benar-benar sebuah sejarah baru, sebab pembangunan rumah sakit vertikal tidak pernah ada di Papua dan baru kali ini di Papua,” cetusnya.

Mantan Direktur RSUD Abepura ini menargetkan, pembangunan rumah sakit ini bisa rampung sebelum pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020.

Ia mengakui, mulai dibangunnya rumah sakit vertikal type B di Papua ini adalah hasil dari perjuangan panjang tim Dinkes Provinsi Papua.

Hasil ini tentu tidak terlepas dari dukungan penuh Gubernur Lukas Enembe yang mengajukan surat resmi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Menteri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M (K).

Tak ketinggalan, anggota DPD RI, Robert Rouw yang selalu mendukung Dinkes Papua.

“Selama ini memang Tim Dinkes Papua terus mengawal usulan pembangunan rumah sakit vertikal ini dan mampu menyakinkan Badan Perencanaan Nasional, Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan dan Komisi IX DPR RI sehingga pembangunan ini bisa dijawab,” tambah Aloysius.

Fasilitas kesehatan ini akan berfungsi melayani masyarakat di 9 kabupaten di Pegunungan Tengah Papua wilayah La Pago, di antaranya Lanny Jaya, Tolikara, Nduga, Yalimo, Mamberamo Tengah, Puncak Jaya, Puncak, Pegunungan Bintang dan Jayawijaya.

(Piet)
Pantas vor Ambon 1
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga